Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Oktober 29, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomePojokan

Larangan Mahasiswa jadi Perokok, Tepatkah?

byRedaksi
14/09/2020
inPojokan
105
SHARES
752
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Aris Perdana*

PIRAMIDA.ID- Larangan merokok, pada situasi dan kondisi tertentu, harus mendapat dukungan. Misalnya, larangan merokok pada anak, tentu harus kita dukung, sekalipun kita perokok. Seorang anak berusia di bawah 18 tahun memang tidak diperkenankan merokok oleh regulasi hukum kita.

Selain itu, larangan merokok di dalam transportasi umum juga layak kita dukung, bahkan ikut sukseskan. Transportasi umum adalah fasilitas untuk masyarakat luas. Ada beragam latar belakang penumpangnya; mulai dari anak-anak, hingga ibu hamil. Jadi, aktivitas merokok dalam transportasi umum jelas tak bisa dibenarkan.

Tapi, ada juga beberapa kondisi yang membuat larangan merokok jadi tidak relevan dan layak dipertanyakan. Misalnya, larangan merokok di ruang merokok. Itu sih kelewat absurd. Udah jelas ruang merokok, kok dilarang merokok. Contoh lain adalah yang terjadi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin (FKM Unhas), Makassar.

Kabarnya, mahasiswa baru yang diterima di FKM Unhas diwajibkan menandatangani pakta integritas. Sekilas tak ada yang salah dari itu semua. Sampai akhirnya diketahui bahwa salah satu poin yang tertuang dalam pakta integritas tersebut adalah larangan merokok (selain larangan narkoba, pornografi, tawuran, dan lainnya).

Begini. Pihak kampus boleh saja membuat kebijakan ‘no smoking’ di area kampus. Sangat boleh. Alasannya selain karena kawasan pendidikan, ya karena mereka juga yang punya otoritas di dalam kampus. Jadi, silakan buat kebijakan kawasan tanpa rokok–sebaiknya diikuti dengan ketersediaan satu spot area merokok.

Tapi, pelarangan di Unhas soal lain. Ini bukan soal melarang mahasiswanya merokok di dalam kampus, tapi melarang mahasiswanya untuk jadi perokok. Lha, apa hubungannya merokok dengan integritas? Apa bisa menakar integritas seseorang dari pilihannya untuk merokok atau tidak?

Beberapa hal bisa kita sepakati, misalnya mahasiswa di kampus A tidak boleh tawuran atau tidak boleh jadi pemakai narkoba. Kedua larangan tersebut sah-sah saja jika diberlakukan melampaui batas wilayah kampus. Jadi, peraturan tersebut berlaku di dalam maupun di luar kampus.

Kenapa begitu? Karena kedua hal tersebut jelas pelanggaran hukum. Mau di dalam atau di luar kampus, menggunakan narkoba adalah pelanggaran hukum. Pun demikian dengan tawuran, mengganggu ketertiban umum yang juga dijamin oleh hukum. Lha, merokok?? Barang haram bukan, melanggar hukum pun tidak.

Pita cukai yang melilit di tiap bungkus rokok adalah bukti bahwa rokok merupakan barang yang beredar dengan terikat pada regulasi, alias legal. Negara mengambil manfaat dari eksistensi rokok. KUHP pun tidak memasukkan aktivitas merokok ke dalam kategori pelanggaran maupun kejahatan.

Saya sangat boleh merokok, sama seperti saya juga boleh makan mie ayam. Tidak ada yang salah. Jadi, kampus tidak bisa menakar integritas seseorang dari perilaku merokok.

Tapi, saya tetap sepakat bahwa perlu ada perhatian khusus dari para perokok untuk lebih sadar ruang dalam merokok. Maksudnya, kita harus bisa melihat situasi dan kondisi sekitar sebelum menyalakan rokok.

Ya, sebenarnya perokok berat kayak bagaimana pun gak akan merokok ketika sedang menerima perkuliahan di kelas. Mereka juga tidak akan asal klepas-klepus ngudud sambil praktikum di laboratorium. Tidak akan.

Intinya, peraturan soal merokok tidak bisa diberlakukan sesukanya. Ada situasi dan kondisi tertentu yang bisa membuat peraturan tersebut masuk akal untuk diterima. Semoga peraturan di Unhas hanya sebatas larangan merokok dalam kampus saja.


Penulis merupakan kontributor di Komunitas Kretek Indonesia. Manusia yang dikutuk untuk bebas.

Tags:#larangan#mahasiswa#perokok#unhas
Share42SendShare

Related Posts

Asal-usul Permainan Tradisional Anak-anak

12/07/2023

PIRAMIDA.ID- Anda merasa jenuh dengan bermain dengan gim di ponsel dan laptop? Terlalu lama bermain gim bisa menyebabkan kerusakan mata akibat...

Mengapa ada Tujuh Hari dalam Seminggu?

11/07/2023

PIRAMIDA.ID- Akhir pekan selalu tak kunjung tiba, kita harus menunggu enam hari penuh antara Senin dan Sabtu. Satu minggu itu...

Ini Medan, Bung!

05/03/2023

Supriadi Harja* PIRAMIDA.ID- Aku lupa, kapan aku pernah mengenal orang ini. Begitu melihatku, ia memperkenalkan diri. Namanya Pak Sukri. Namun...

Seperti Apa Sistem Absensi yang Banyak Digunakan di Indonesia?

20/12/2022

PIRAMIDA.ID- Aset terbesar perusahaan adalah karyawan. Tanpa karyawan, perusahaan tidak akan dapat mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai tujuannya, human resources...

Mimpi

07/12/2022

Billie Gregorine* PIRAMIDA.ID- Semua orang sekiranya pastilah pernah bermimpi. Sambil rebahan, sayup-sayup kudengar lagu dari Nadin Hamizah yang judulnya 'Rumpang'....

Mengantongi Ragam Cerita dari Tanah Papua

04/09/2022

Oleh: Roberto Duma Buladja* PIRAMIDA.ID- Konsultasi Nasional (Konas) GMKI berlangsung pada 23–27 Agustus 2022 di Jayapura, tanah Papua. Kurang lebih...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026
Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026

Populer

Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Ilustrasi: dw.com
Dialektika

Zoroaster, Agama Pertama Yang Menyembah Satu Tuhan

15/06/2020
Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Berita

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026
Edukasi

Aksi Demo Mahasiswa dan Buruh dalam Perumusan UU Cipta Kerja dilihat dari Pandangan Sosiologi Konflik

25/10/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus