Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, Juli 22, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

LSIN: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kinerja Wali Kota Pematangsiantar Hanya 9 Persen

byPiramida.id
10/03/2026
inBerita
108
SHARES
769
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID – Lembaga Survei Independen Nasional (LSIN) merilis hasil survei terbaru terkait evaluasi kinerja Pemerintah Kota Pematangsiantar di bawah kepemimpinan Wali Kota Wesly Silalahi, S.H., M.Kn.

Survei ini dilaksanakan pada periode Januari hingga Februari 2026 dengan melibatkan 435 responden yang tersebar di 53 kelurahan di Kota Pematangsiantar menggunakan metode wawancara langsung (face to face interview) dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±4,7 persen.

Direktur Eksekutif LSIN, Dr. Bismar Sibuea, M.Pd, menyampaikan bahwa hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wali Kota Pematangsiantar berada pada angka yang sangat rendah, yakni hanya 9 persen.

“Berdasarkan temuan survei kami, hanya sekitar 9 persen masyarakat yang menyatakan puas terhadap kinerja wali kota saat ini. Sementara mayoritas masyarakat, yaitu sekitar 86 persen responden, menyatakan kurang puas bahkan tidak puas terhadap kinerja pemerintah kota,” ujar Dr. Bismar Sibuea.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan adanya jarak yang cukup besar antara ekspektasi masyarakat dengan realisasi kinerja pemerintahan kota saat ini.

*Mayoritas Masyarakat Menilai Visi Pembangunan Belum Terwujud*

Dalam survei tersebut, LSIN juga mengukur persepsi masyarakat terhadap implementasi visi pembangunan yang diusung pasangan Wesly Silalahi – Herlina, yaitu:

“Membangun Pematangsiantar Cerdas, Sehat, Kreatif & Selaras.”

Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai visi tersebut belum menunjukkan dampak nyata.

Sebanyak:
• 51% responden menyatakan visi pembangunan belum terlihat dampaknya
• 17% menyatakan tidak terlaksana
• 19% menilai baru mulai terlaksana
• hanya 8% yang menilai sudah berjalan baik

“Artinya, secara umum masyarakat belum merasakan secara langsung implementasi dari visi pembangunan yang dijanjikan dalam kampanye sebelumnya,” jelas Dr. Bismar.

*Infrastruktur dan Ekonomi Jadi Keluhan Utama*

Survei LSIN juga memotret berbagai persoalan utama yang dirasakan masyarakat di Kota Pematangsiantar saat ini.

Beberapa masalah yang paling banyak disebutkan responden antara lain:
1. Infrastruktur jalan – 27%
2. Ekonomi dan lapangan kerja – 21%
3. Pengelolaan sampah – 18%
4. Pelayanan publik – 16%
5. Fasilitas kesehatan – 11%

Menurut Dr. Bismar Sibuea, temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan mendasar yang belum tertangani secara optimal oleh pemerintah kota.

“Isu infrastruktur, ekonomi masyarakat, dan pengelolaan lingkungan masih menjadi keluhan dominan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat berharap adanya langkah yang lebih konkret dan cepat dari pemerintah kota,” katanya.

*Program Pendidikan Dinilai Belum Menunjukkan Perkembangan*

Salah satu misi utama pemerintah kota adalah menjadikan Pematangsiantar sebagai kota pendidikan, termasuk rencana menghadirkan universitas negeri di Pematangsiantar.

Namun hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat menilai program tersebut belum terlihat perkembangannya.

Sebanyak:
• 59% responden menyatakan program pendidikan belum terlihat
• 18% menilai sedang berjalan
• 6% menilai sudah terwujud

“Harapan masyarakat terhadap sektor pendidikan sebenarnya sangat besar. Namun dari sisi persepsi publik, masyarakat belum melihat perkembangan signifikan terhadap program tersebut,” jelas Dr. Bismar.

*Pelayanan Publik Dinilai Masih Perlu Perbaikan*

Dalam aspek pelayanan publik, masyarakat juga memberikan penilaian yang relatif rendah terhadap kinerja pemerintah kota.

Hasil survei menunjukkan:
• 37% menilai pelayanan publik kurang baik
• 19% menilai buruk
• hanya 11% yang menilai baik

Beberapa keluhan masyarakat antara lain:
• birokrasi yang lambat
• pelayanan administrasi yang kurang responsif
• pemanfaatan teknologi pelayanan yang belum optimal

Harapan Masyarakat terhadap Pemerintah Kota

Meski tingkat kepuasan publik tergolong rendah, LSIN menilai bahwa masyarakat masih memiliki harapan besar terhadap perbaikan kinerja pemerintah kota.

“Temuan survei ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kota agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta menghadirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Dr. Bismar Sibuea.

Ia juga menegaskan bahwa survei ini dilakukan secara independen untuk memberikan gambaran objektif mengenai persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.

*Tentang Survei LSIN*

Survei ini dilakukan oleh Lembaga Survei Independen Nasional (LSIN) dengan metodologi ilmiah menggunakan teknik multistage random sampling.

*Detail Survei:*

Jumlah responden: 435 orang
Sebaran wilayah: 53 kelurahan di Kota Pematangsiantar
Metode: Wawancara langsung (face to face interview)
Margin of error: ±4,7%
Tingkat kepercayaan: 95%
Periode survei: Januari – Februari 2026

Share43SendShare

Related Posts

Dorong Kemandirian Ekonomi, Bendahara GP Ansor Pematangsiantar Ajak Masyarakat Aktif Kembangkan UMKM

21/07/2026

PIRAMIDA.ID-​Bendahara Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pematangsiantar, Rifki Pratama, mengajak masyarakat pematangsiantar untuk berperan aktif dalam mendukung dan mengembangkan Usaha Mikro,...

Ketua ILAJ: Negara Hukum Harus Berani Mengoreksi Diri, Jangan Pertahankan Status Tersangka Tanpa Dasar Hukum yang Kuat

21/07/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, menegaskan bahwa penghormatan terhadap supremasi hukum...

Ketua ILAJ Tantang Penegakan Hukum yang Objektif: Jika Bukti Tak Cukup, Mengapa SP3 Tidak Dipertimbangkan?

21/07/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, menegaskan bahwa penghormatan terhadap supremasi hukum...

Ketua ILAJ: Jangan Biarkan Due Process of Law Kalah oleh Trial by Opinion, Ini 8 Alasan Hukum Soal Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, menegaskan bahwa penghormatan terhadap supremasi hukum...

Ketua ILAJ: Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Tekanan Opini, Penyidik Harus Berani Evaluasi Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, menegaskan bahwa penghormatan terhadap supremasi hukum...

Ketua ILAJ Sebut Ada 8 Alasan Mengapa Perkara Febrie Adriansyah Patut Dipertimbangkan untuk Dihentikan Penyidikannya

21/07/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, menegaskan bahwa penghormatan terhadap supremasi...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Dorong Kemandirian Ekonomi, Bendahara GP Ansor Pematangsiantar Ajak Masyarakat Aktif Kembangkan UMKM

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Negara Hukum Harus Berani Mengoreksi Diri, Jangan Pertahankan Status Tersangka Tanpa Dasar Hukum yang Kuat

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Tantang Penegakan Hukum yang Objektif: Jika Bukti Tak Cukup, Mengapa SP3 Tidak Dipertimbangkan?

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Jangan Biarkan Due Process of Law Kalah oleh Trial by Opinion, Ini 8 Alasan Hukum Soal Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Tekanan Opini, Penyidik Harus Berani Evaluasi Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Sebut Ada 8 Alasan Mengapa Perkara Febrie Adriansyah Patut Dipertimbangkan untuk Dihentikan Penyidikannya

21/07/2026

Populer

Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Tekanan Opini, Penyidik Harus Berani Evaluasi Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

ILAJ Desak PWI Pusat: Wujudkan Keberpihakan Nyata dengan Tegur Perusahaan Media yang Abaikan Hak Jurnalis

21/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026
Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber