Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDunia

Mengapa Rusia Pernah Menjadi Negara Komunis?

byRedaksi
24/07/2020
inDunia
104
SHARES
745
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Seratus tahun yang lalu kaum Bolshevik mengambil alih kekuasaan dari Kekaisaran Rusia dan menjadikannya Uni Soviet. Namun, apa sebenarnya yang membuat ideologi komunis dapat diserap dengan baik oleh warga Rusia kala itu?

Di Rusia kini, jika Anda menyapa seseorang di jalan dengan sebutan “kamerad” atau mengajak orang berbincang tentang pergerakan kaum buruh, kemungkinan besar mereka akan terkejut.

Seratus tahun setelah Revolusi Oktober — yang membawa kaum Bolshevik ke tampuk kuasa dan mengantarkan 70 tahun kejayaan Uni Soviet — tak ada lagi yang percaya dengan ideologi komunisme. Partai Komunis Federasi Rusia, bagian dari sistem kekuasaan saat ini, hanya meraih 13 persen suara pada pemilihan umum terakhir.

Dengan runtuhnya Uni Republik Sosialis Soviet (URSS) pada 1991, baik Vladimir Lenin, kaum Bolshevik, maupun kongres-kongres dari partai besar itu kini hanya tinggal sejarah. Apa yang tersisa saat ini, seperti simbol bintang merah di menara-menara Kremlin, patung-patung Lenin (menurut situs Lenin Statues, ada lebih dari 5.300 peatung di seluruh Rusia), dan simbol-simbol Soviet lainnya tak lebih dari sekadar bentuk penghormatan, bukan sebagai representasi ideologi. Namun, ini semua dimulai pada 1917 dengan antusiasme tinggi.

Revolusi di Luar Teori

Teoretikus perjuangan kelas pada abad ke-19, Karl Marx dan Friedrich Engels, meyakini bahwa revolusi sosialis dapat terjadi di negara dengan masyarakat kapitalis, yang kaum buruhnya mengalami penindasan oleh kaum borjuis.

Kedua pemikir dari Jerman itu tak memperhitungkan Kekaisaran Rusia karena saat itu Rusia merupakan negara agraris yang, menurut sebuah sensus tahun 1897, 77 persen populasinya adalah petani. Saran mereka adalah: kembangkan dulu kapitalisme dan kemudian gunakan kekuatan pemberontak proletar untuk menghancurkannya. Namun nyatanya, hal itu tidak terjadi.

Setelah Revolusi Februari berhasil menggulingkan monarki, berbagai pihak berusaha merebut kekuasaan di Rusia dari Maret hingga Oktober 1917. Kontrol saat itu berhasil diraih kaum Bolshevik, kelompok sosialis radikal yang dipimpin Vladimir Lenin.

Mereka menjanjikan bantuan langsung kepada orang-orang yang menderita akibat Perang Dunia I dengan resep kebahagiaan yang sederhana. Perdamaian untuk rakyat secara umum, tanah untuk para petani, pabrik dan industri untuk kaum buruh, dan kematian yang memalukan untuk kaum borjuis.

Bukan Pengaruh Marxisme

“Kaum Bolshevik adalah satu-satunya kekuatan politik yang menggunakan kebencian sosial dan kehendak massa demi meningkatkan kekuatan mereka,” ujar sejarawan Alexander Orlov. Alexander Pyzhikov, seorang peneliti senior Sekolah Kebijakan Publik di Akademi Ekonomi Nasional dan Administrasi Publik Kepresidenan Rusia (RANEPA), juga sepakat dengan pandangan itu. Pyzhikov percaya bahwa kemenangan Bolshevik di Rusia tidak ada hubungannya dengan Marxisme.

“Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, ada dua jenis orang Rusia,” ujarnya kepada RBTH. Yang pertama adalah kaum bangsawan, terpelajar, dan borjuis, yang tidak ada bedanya dari negara-negara Eropa lain.

Mereka adalah perwakilan dari kasta tertinggi di masyarakat dan mengacu kepada kapitalisme dan sistem hukum Barat. Yang kedua adalah mayoritas orang Rusia yang terdiri dari para petani dan buruh, dan mereka hidup dengan peraturan yang berbeda.

“Lingkungan patriarkilah yang mempertahankan para penganut Pemercaya Lama, menjalankan kehidupan yang dekat dengan era abad pertengahan,” ujar Pyzhikov.

“Kelompok utama (di Rusia) adalah rakyat biasa, para buruh tani yang bersama-sama memiliki dan mengolah lahan dan properti pribadi yang dikembangkan dengan buruk.” Inilah “Rusia kedua” yang menurut Pyzhikov dengan senang hati mengikuti Bolshevik ketika kelompok ini berjanji mengambil segalanya dan menggunakannya bersama-sama.

“Kenyataannya, kaum petani Rusia memang memiliki prinsip yang sama dengan peraturan-peraturan Uni Soviet sebelum terjadinya revolusi,” ujarnya. Inilah kenapa komunisme menggelora di Rusia — bukan karena kepercayaan warganya terhadap ide Karl Marx.

Politisi Tak Lagi ‘Komunis’

Sebagaimana yang dikatakan Pyzhikov, ide pembentukan masyarakat yang adil dan tanpa kemiskinan atau penindasan didiskreditkan setelah beberapa dekade. “Setelah era Brezhnev (1970-an), jelas bahwa nomenklatur partai (Komunis) menjadi semakin jauh dari rakyat dan hanya digunakan untuk kekuasaan, tanpa ada masa depan yang jelas,” ungkap sang sejarawan.

Menurutnya, kekecewaan terhadap komunisme adalah pemicu keruntuhan Uni Soviet, yang kemudian berdampak pada permasalahan-permasalahan ekonomi di Rusia.


Sumber: Russia Beyond/Oleg Yegorov

Tags:#komunisme#Lenin#Marx#rusia
Share42SendShare

Related Posts

KOMRAD : Jakarta Buktikan Diri, Dari Kota Rawan Jadi Salah Satu Kota Teraman Di ASEAN

09/04/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta, 8 April 2026 - Koordinator Nasional Komrad Pancasila, Antony Yudha Benusu, menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan bahwa Jakarta...

Perang Israel-Iran Menunjukkan Pentingnya STEM, Fawer Sihite: Dukung Sikap Presiden Prabowo

22/06/2025

PIRAMIDA.ID - Dalam sebuah wawancara eksklusif yang berlangsung di Mall Atrium Senen, Jakarta Pusat, Fawer Sihite menegaskan bahwa perang antara...

Kebahagiaan Berasal dari Keyakinan dalam Diri

10/07/2023

PIRAMIDA.ID- Pernahkah Anda berkata pada diri sendiri saat marah, ‘Saya tidak boleh marah?' Atau mungkin ketika Anda merasa sedikit sedih,...

Mengapa Orang Terlihat Serius dan Tidak Tersenyum di Foto-foto Kuno?

30/04/2023

PIRAMIDA.ID- Foto-foto pertama diambil pada akhir tahun 1820-an. Tetapi sampai tahun 1920-an, tampaknya orang-orang mulai “belajar” tersenyum saat di foto....

Bagaimana Asal Usul Jabat Tangan?

02/04/2023

PIRAMIDA.ID- Kita sudah begitu terbiasa berjabat tangan dengan orang lain, kita hampir tidak memikirkan bagaimana, di mana, dan mengapa kebiasaan...

Marcus Aurelius: Kaisar Romawi Baik Hati yang Juga Seorang Filsuf

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Marcus Aurelius lahir pada 26 April 121 Masehi di Roma dengan nama lahir Marcus Annius Verus. Perjalanan hidupnya membuat...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

HMI BATAM; TPPU Jadi Gerbang Membongkar Gerbong Kerajaan Gelap Ini, Selidiki Aliran Keuangannya Dan Tangkap Pemodalnya.

20/08/2026
Berita

Sekretaris HMI Kota Batam; Tantang Kapolda Kepri Ungkap Oknum Aparat Yang Melindungi Perjudian Dan Narkoba Di Kota Batam

18/08/2026
Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

ILAJ Nilai Pernyataan Bupati Karo Tentang Ratusan Siswa Keracunan Langgar Etika Pemerintahan, Mendagri Diminta Proses Pemberhentian Antonius Ginting

14/08/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Desak Penyusunan Mekanisme Baku Pengawasan dan Sanksi Program MBG Usai Ratusan Pelajar Keracunan di Berastagi

14/08/2026
Berita

Buntut Dugaan Manipulasi Ekspor Pulp PT TPL, Ketua ILAJ Minta Kejagung Periksa Sukanto Tanoto

13/08/2026

Populer

Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

Sekretaris HMI Kota Batam; Tantang Kapolda Kepri Ungkap Oknum Aparat Yang Melindungi Perjudian Dan Narkoba Di Kota Batam

18/08/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

HMI BATAM; TPPU Jadi Gerbang Membongkar Gerbong Kerajaan Gelap Ini, Selidiki Aliran Keuangannya Dan Tangkap Pemodalnya.

20/08/2026
Berita

Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH): Penegakan Hukum atau Alibi Militerisasi Atas Nama Konservasi?

09/05/2025
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber