Connect with us

Masukkan kata pencarian...

Pojokan

Narasi Dampak Merokok: Biang Kemiskinan Hingga jadi Media Penularan COVID-19?

Aris Perdana Panggabean*

PIRAMIDA.ID- “Dampak merokok itu ngeri. Bisa menyebabkan berbagai penyakit. Bahkan bisa berakibat kematian. Jadi, jangan coba-coba merokok. Bagi yang terlanjur jadi perokok, segera berhenti.”

Kira-kira begitulah narasi soal rokok dan aktivitas merokok yang banyak beredar di berbagai media dan internet. Penyakit mengerikan juga kematian, bagaimana pun caranya, harus disebut sebagai dampak merokok. Seabsurd apa pun narasinya, pokoknya harus dikaitkan.

Beberapa media memang terang-terangan mempunyai agenda setting untuk mematikan industri rokok, atau setidaknya menjadi corong bagi kelompok antirokok. Jadi, isu-isu aneh yang mengemuka dengan tujuan mendiskreditkan rokok juga perokok, adalah hal yang lazim. Betapa pun anehnya.

Suatu waktu ada yang menyebut rokok jadi biang keladi kemiskinan. Lain waktu, ada yang membangun narasi bahwa asal usul tembakau merupakan air kencing iblis yang jatuh ke bumi. Di kesempatan lain, ada yang menyebut rokok haram karena filternya mengandung darah babi.

Sulit menemukan jenis logika yang bisa mengantarkan isu-isu tersebut masuk sampai ke akal kita. Tapi, ya, kembali lagi, semuanya agenda setting. Bagaimana pun caranya, publik harus dicekoki dengan beragam hal goblok mengerikan agar percaya bahwa dampak merokok itu juga mengerikan.

Terbaru, beredar kabar bahwa rokok bisa jadi transmisi penularan COVID-19. Maksudnya, virus corona bisa menyebar lewat rokok. Narasi ini jelas dibangun oleh rezim kesehatan–kelompok antagonis yang setia mengampanyekan bahaya rokok.

Kok bisa rokok jadi transmisi penularan virus corona? Bagaimana caranya? Jawabannya, karena perokok sering memegang rokok kemudian menyentuh mulut secara berulang. Sudah. Sesederhana itu.

Bagaimana, puas dengan penjelasannya?

Ya, begitulah. Pokoknya rokok berbahaya. Kebetulan sedang pandemi COVID-19, variabel bahaya rokok jadi bertambah. COVID-19 harus masuk ke dalam daftar dampak merokok. Sebelumnya, sahabat rokok, yakni korek sudah lebih dulu jadi terdakwa transmisi penyebaran virus corona.

Padahal, tak perlu merokok pun kalau tangan kita kotor ya tetap berpotensi terpapar virus. Kita makan pakai tangan. Minum juga pakai tangan. Kita bersin menutup pakai tangan. Kita memegang masker pakai tangan.

Oiya, hampir lupa, ngupil juga pakai tangan. Korek gigi habis makan sate kambing juga pakai tangan. Intinya, sebisa mungkin tangan kita harus selalu bersih, agar semua aktivitas yang melibatkan tangan, mulut dan hidung bisa aman. Kenapa malah nyalahin rokok?

Rokok memang barang yang punya faktor risiko. Maka dari itu konsumennya dibatasi oleh regulasi. Hanya mereka yang sudah berusia di atas 18 tahun yang boleh merokok. Alias hanya orang dewasa. Orang dewasa sudah paham dengan faktor risiko.

Lagipun, rokok adalah barang legal. Peredarannya diregulasi, bahkan negara menerima manfaat materil dari eksistensi rokok dalam bentuk pajak dan cukai. Jadi, merokok bukan tindak kriminal. Sah-sah saja. Kalau gak suka rokok, ya jangan merokok. Kenapa harus mengaitkan rokok dengan isu yang absurd?

Oiya, lupa. Pokoknya rokok berbahaya. Betapa pun absurdnya.


Penulis merupakan manusia yang dikutuk untuk bebas. Kontributor di Komunitaskretek.or.id

Click to comment

Tinggalkan Komentar

Baca juga...

Sorot Publik

PIRAMIDA.ID- Veronica Koman lahir di Medan, 14 Juni 1988; umur 31 tahun adalah seorang pengacara dan pegiat hak asasi manusia (HAM) asal Indonesia yang...

Pojokan

Tia Lestari Sidabutar* PIRAMIDA.ID- Dua bulan sudah aku berada di sini. Rasanya aku telah menyatu dengan segala hal di desa ini dan nama Tiga...

Dialektika

Zaprulkhan* PIRAMIDA.ID- Apakah makna cinta sejati? Menurut Thich Nhat Hanh, dalam karya cemerlangnya “True Love”, dalam perspektif Buddisme, harus ada empat unsur untuk memenuhi...

Sopolitika

 Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- “Sejumlah kecil orang yang memiliki energi lebih besar dari masyarakatnya yang letih. Memiliki kejernihan di tengah lautan kekeruhan pikiran di sekitarnya,...

Dialektika

Yudhie Haryono* PIRAMIDA.ID- Dalam salah satu tulisan yang sangat menyentuh, (almarhum) Arief Budiman menulis, ”Seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian. Mula-mula...

Dialektika

May Luther Dewanto Sinaga* PIRAMIDA.ID- Coronakrasi? Mungkin beberapa orang akan bertanya-tanya terkait kata itu. Apa maknanya? Kenapa muncul? Dan apa pentingnya membahas kata itu?...

Pojokan

PIRAMIDA.ID– Beberapa waktu lalu, jagat laman facebook, khususnya Sumatera Utara, digegerkan dengan viralnya video (dugaan) persekusi disertai pengrusakan yang dilakukan segerombolan orang dari FPI...

Dialektika

Fitzerald Kennedy Sitorus* PIRAMIDA.ID- Saya sedang menulis buku tentang metafisika pada Kant dan Hegel. Saya mengawali bagian tentang Kant dengan cerita tentang gaya hidupnya....