Connect with us

Masukkan kata pencarian...

Pojokan

Orang Merokok Kerap Dianggap Keren, Kok Bisa?

PIRAMIDA.ID- Instagram kini menjelma menjadi sebuah media sosial besar dengan galeri pameran satu miliar gambar. Saat memasang aplikasi tersebut, maka sulit untuk ada yang bisa lepas dari pengaruhnya. Begitu juga dengan para perokok yang nyaris tak pernah ketinggalan untuk mengunggah foto merokoknya dengan gaya yang keren. Gambar orang merokok bertebaran di Instagram.

Kini gambar menjadi sebuah kebutuhan akan pencitraan diri, lalu muncul sebuah pertanyaan: mengapa orang merokok kerap terlihat keren? Mengapa juga para figur publik yang kebetulan juga seorang perokok bisa memiliki aura yang berbeda ketimbang figur lainnya? Padahal yang membedakannya hanya sebuah benda sederhana bernama rokok.

Barangkali kita perlu menemukan jawaban atas pertanyaan ini. Jika Bandung diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum, lalu Yogyakarta diciptakan ketika Tuhan sedang jatuh cinta, barangkali tembakau diciptakan ketika Tuhan sedang memancarkan aura bercahaya alias sedang keren-kerennya.

Ketika zat Tuhan dihembuskan pada sebuah tanaman bernama tembakau, maka siapapun yang menghisapnya maka ikut terlihat keren. Cukup dengan tangan yang menengadah ke atas, lalu jari yang menjepit rokok, dengan tatapan yang sedikit tajam dan raut muka yang rileks, beuhhh inilah kedahsyatan orang merokok.

Faktor lainnya barangkali ya sosial media termasuk Instagram itu sendiri. Sudah hampir pasti bahwa foto yang diunggah di sana adalah pasti foto-foto pilihan. Dengan demikian sudah pasti juga foto dengan pose merokok paling keren lah yang akan muncul di beranda banyak orang. Ini yang kemudian juga memancing orang banyak untuk melakukan hal serupa.

Seperti yang disinggung di atas bahwa figur publik juga mempengaruhi alasan mengapa orang merokok terlihat keren. Ya musisi yang merokok di atas panggung sambil memegang alat musiknya memiliki aura dahsyat tersendiri. Belum lagi dengan penyair-penyair hebat yang tak bisa lepas dari rokoknya.

Siapapun bisa terlihat keren dengan rokoknya tak peduli golongan, agama, ras, pekerjaan, gaji berapa, rokoknya apa, jomblo, playboy, atau siapapun. Semuanya bisa terlihat keren asal tetap mematuhi aturan yang ada dan tak merokok sembarangan serta mengganggu orang-orang di sekitar. Mudah, bukan?(*)


Komunitas Kretek Indonesia

Click to comment

Tinggalkan Komentar

Baca juga...

Sorot Publik

PIRAMIDA.ID- Veronica Koman lahir di Medan, 14 Juni 1988; umur 31 tahun adalah seorang pengacara dan pegiat hak asasi manusia (HAM) asal Indonesia yang...

Pojokan

Tia Lestari Sidabutar* PIRAMIDA.ID- Dua bulan sudah aku berada di sini. Rasanya aku telah menyatu dengan segala hal di desa ini dan nama Tiga...

Dialektika

Zaprulkhan* PIRAMIDA.ID- Apakah makna cinta sejati? Menurut Thich Nhat Hanh, dalam karya cemerlangnya “True Love”, dalam perspektif Buddisme, harus ada empat unsur untuk memenuhi...

Sopolitika

 Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- “Sejumlah kecil orang yang memiliki energi lebih besar dari masyarakatnya yang letih. Memiliki kejernihan di tengah lautan kekeruhan pikiran di sekitarnya,...

Dialektika

Yudhie Haryono* PIRAMIDA.ID- Dalam salah satu tulisan yang sangat menyentuh, (almarhum) Arief Budiman menulis, ”Seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian. Mula-mula...

Dialektika

May Luther Dewanto Sinaga* PIRAMIDA.ID- Coronakrasi? Mungkin beberapa orang akan bertanya-tanya terkait kata itu. Apa maknanya? Kenapa muncul? Dan apa pentingnya membahas kata itu?...

Pojokan

PIRAMIDA.ID– Beberapa waktu lalu, jagat laman facebook, khususnya Sumatera Utara, digegerkan dengan viralnya video (dugaan) persekusi disertai pengrusakan yang dilakukan segerombolan orang dari FPI...

Dialektika

Fitzerald Kennedy Sitorus* PIRAMIDA.ID- Saya sedang menulis buku tentang metafisika pada Kant dan Hegel. Saya mengawali bagian tentang Kant dengan cerita tentang gaya hidupnya....