Connect with us

Masukkan kata pencarian...

Ekologi

Petani Milenial adalah Pekerjaan yang Mulia & Keren

Liharman Sipayung*

PIRAMIDA.ID- Pangan merupakan kebutuhan paling utama bagi manusia di antara kebutuhan yang lainnya. Pangan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi agar kelangsungan hidup seseorang dapat terjamin. Kebutuhan pangan saat ini dan masa depan akan meningkat drastis seiring laju pertumbuhan penduduk.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Muhammad Diheim Biru, menyebut kini jumlah petani hanya tinggal sekitar 4 juta orang. Angka itu ia peroleh dari laporan angkatan kerja nasional yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) 2018. Jumlah 4 juta jelas sangat kecil dibanding seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 264 juta orang.

Pertanian merupakan sektor penting yang harus diperhatikan guna menjaga kestabilan pangan. Akan tetapi pada kenyataannya pekerja di dunia pertanian malah mengalami penurunan. Hal tersebut bukan tanpa sebab, disamping nasib petani yang sejauh ini belum mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah, profesi petani juga dianggap tidak menarik bagi banyak orang.

Profesi petani dianggap tidak dapat menjamin masa depan, sehingga membuat banyak orang beralih ke profesi yang lebih menguntungkan di kota besar.

Generasi muda yang berasal dari pedesaan, khususnya mereka yang mendapatkan pendidikan sekolah secara formal, cenderung ingin mengejar pekerjaan yang berpotensi memberikan banyak penghasilan secara cepat, yang biasanya berasal dari daerah perkotaan. Mereka kurang tertarik pada pekerjaan yang digeluti orangtua mereka.

Sementara, seperti kita ketahui, sebagai negara agraris, Indonesia dianugerahi kekayaan alam melimpah dan posisi geografis strategis yang membuat segala jenis tanaman bisa tumbuh subur. Sehingga sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya pun berada di bidang pertanian dan cocok tanam. Karenanya, sektor ini merupakan sesuatu yang potensial.

Sayangnya, lambat laun profesi sebagai seorang petani tampaknya mulai ditinggalkan, terutama oleh generasi muda. Maka tak heran, rata-rata usia petani masa kini adalah di atas umur 45 tahun, sudah senior ataupun “sudah tua”. Rata-rata juga pendidikan petani Indonesia masa kini juga lebih banyak tidak tamat SMA.

Di tengah kemajuan tehknologi, petani yang sudah tua dan berpendidikan rendah sangat susah menyerap teknologi dan inovasi di bidang pertanian yang membantu produktifas mereka. Maka dengan itu dibutuhkan generasi muda “petani milenial” yang mampu berinovasi untuk menjaga ketahanan pangan sekarang dan masa depan.

Petani milenial adalah petani yang berusia antara 19-39 tahun. Peran petani milenial di masa sekarang menjadi penentu dari kemajuan pertanian di masa yang akan datang. Estafet petani selanjutnya adalah berpundak pada generasi muda, mereka memiliki inovasi, juga gagasan yang tentu saja lebih kreatif dan sangat bermanfaat bagi keberlangsungan pertanian.

Penulis bersama jajaran pengurusnya sedang memanen sayur/istimewa.

Siapa bilang menjadi petani itu pilihan terakhir? Siapa bilang menjadi petani itu tidak bahagia? Siapa bilang menjadi petani itu kotor? Siapa bilang menjadi petani itu tidak keren? Bertani tidak membuatmu jadi hina, melainkan bertani bisa membuatmu bahagia.

Tidak sedikit orang muda beralih ke profesi yang menurut mereka lebih menguntungkan di kota besar. Ada juga generasi muda yang beralih ke daerah perkotaan hanya karena gengsi untuk membangun usaha pertanian di daerahnya.

Tantangan ketahanan pangan ke depan adalah sumber daya manusia (SDM) petani. Dan petani milenial dapat mendongkrak kualitas SDM tersebut di bidang pertanian. Digitalisasi dapat menjadi cara ampuh untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memotong rantai pasok produk pertanian dari hulu ke hilir, sehingga nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Jadi, mari para generasi muda jangan gengsi, jangan apatis, kita punya semangat muda dan rasa percaya diri, mari kita wujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia juga demi terjaminnya kelangsungan hidup negara ini.

Kalau Anda ingin kaya, jadilah pedagang atau pengusaha. Kalau Anda ingin jadi raja, jadilah pejabat atau penguasa. Akan tetapi, kalau Anda ingin hidup tenteram dan hidup tenang, maka jadilah petani!

Mari kita mulai dari awal. Mari kita berkarya dari desa kita. Mari kita membangun Indonesia dari daerah. Ayo bertani!

Jadilah seorang Penjaga Tatanan Negara Indonesia (PETANI) yang milenial.


Penulis merupakan Ketua Presidium PMKRI Cab. Pematangsiantar periode 2019-2021.

Click to comment

Tinggalkan Komentar

Baca juga...

Sorot Publik

PIRAMIDA.ID- Veronica Koman lahir di Medan, 14 Juni 1988; umur 31 tahun adalah seorang pengacara dan pegiat hak asasi manusia (HAM) asal Indonesia yang...

Pojokan

Tia Lestari Sidabutar* PIRAMIDA.ID- Dua bulan sudah aku berada di sini. Rasanya aku telah menyatu dengan segala hal di desa ini dan nama Tiga...

Dialektika

Zaprulkhan* PIRAMIDA.ID- Apakah makna cinta sejati? Menurut Thich Nhat Hanh, dalam karya cemerlangnya “True Love”, dalam perspektif Buddisme, harus ada empat unsur untuk memenuhi...

Sopolitika

 Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- “Sejumlah kecil orang yang memiliki energi lebih besar dari masyarakatnya yang letih. Memiliki kejernihan di tengah lautan kekeruhan pikiran di sekitarnya,...

Dialektika

Yudhie Haryono* PIRAMIDA.ID- Dalam salah satu tulisan yang sangat menyentuh, (almarhum) Arief Budiman menulis, ”Seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian. Mula-mula...

Dialektika

May Luther Dewanto Sinaga* PIRAMIDA.ID- Coronakrasi? Mungkin beberapa orang akan bertanya-tanya terkait kata itu. Apa maknanya? Kenapa muncul? Dan apa pentingnya membahas kata itu?...

Pojokan

PIRAMIDA.ID– Beberapa waktu lalu, jagat laman facebook, khususnya Sumatera Utara, digegerkan dengan viralnya video (dugaan) persekusi disertai pengrusakan yang dilakukan segerombolan orang dari FPI...

Dialektika

Fitzerald Kennedy Sitorus* PIRAMIDA.ID- Saya sedang menulis buku tentang metafisika pada Kant dan Hegel. Saya mengawali bagian tentang Kant dengan cerita tentang gaya hidupnya....