Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEkologi

Petani Milenial adalah Pekerjaan yang Mulia & Keren

byRedaksi
24/09/2020
inEkologi
102
SHARES
728
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Liharman Sipayung*

PIRAMIDA.ID- Pangan merupakan kebutuhan paling utama bagi manusia di antara kebutuhan yang lainnya. Pangan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi agar kelangsungan hidup seseorang dapat terjamin. Kebutuhan pangan saat ini dan masa depan akan meningkat drastis seiring laju pertumbuhan penduduk.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Muhammad Diheim Biru, menyebut kini jumlah petani hanya tinggal sekitar 4 juta orang. Angka itu ia peroleh dari laporan angkatan kerja nasional yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) 2018. Jumlah 4 juta jelas sangat kecil dibanding seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 264 juta orang.

Pertanian merupakan sektor penting yang harus diperhatikan guna menjaga kestabilan pangan. Akan tetapi pada kenyataannya pekerja di dunia pertanian malah mengalami penurunan. Hal tersebut bukan tanpa sebab, disamping nasib petani yang sejauh ini belum mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah, profesi petani juga dianggap tidak menarik bagi banyak orang.

Profesi petani dianggap tidak dapat menjamin masa depan, sehingga membuat banyak orang beralih ke profesi yang lebih menguntungkan di kota besar.

Generasi muda yang berasal dari pedesaan, khususnya mereka yang mendapatkan pendidikan sekolah secara formal, cenderung ingin mengejar pekerjaan yang berpotensi memberikan banyak penghasilan secara cepat, yang biasanya berasal dari daerah perkotaan. Mereka kurang tertarik pada pekerjaan yang digeluti orangtua mereka.

Sementara, seperti kita ketahui, sebagai negara agraris, Indonesia dianugerahi kekayaan alam melimpah dan posisi geografis strategis yang membuat segala jenis tanaman bisa tumbuh subur. Sehingga sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya pun berada di bidang pertanian dan cocok tanam. Karenanya, sektor ini merupakan sesuatu yang potensial.

Sayangnya, lambat laun profesi sebagai seorang petani tampaknya mulai ditinggalkan, terutama oleh generasi muda. Maka tak heran, rata-rata usia petani masa kini adalah di atas umur 45 tahun, sudah senior ataupun “sudah tua”. Rata-rata juga pendidikan petani Indonesia masa kini juga lebih banyak tidak tamat SMA.

Di tengah kemajuan tehknologi, petani yang sudah tua dan berpendidikan rendah sangat susah menyerap teknologi dan inovasi di bidang pertanian yang membantu produktifas mereka. Maka dengan itu dibutuhkan generasi muda “petani milenial” yang mampu berinovasi untuk menjaga ketahanan pangan sekarang dan masa depan.

Petani milenial adalah petani yang berusia antara 19-39 tahun. Peran petani milenial di masa sekarang menjadi penentu dari kemajuan pertanian di masa yang akan datang. Estafet petani selanjutnya adalah berpundak pada generasi muda, mereka memiliki inovasi, juga gagasan yang tentu saja lebih kreatif dan sangat bermanfaat bagi keberlangsungan pertanian.

Penulis bersama jajaran pengurusnya sedang memanen sayur/istimewa.

Siapa bilang menjadi petani itu pilihan terakhir? Siapa bilang menjadi petani itu tidak bahagia? Siapa bilang menjadi petani itu kotor? Siapa bilang menjadi petani itu tidak keren? Bertani tidak membuatmu jadi hina, melainkan bertani bisa membuatmu bahagia.

Tidak sedikit orang muda beralih ke profesi yang menurut mereka lebih menguntungkan di kota besar. Ada juga generasi muda yang beralih ke daerah perkotaan hanya karena gengsi untuk membangun usaha pertanian di daerahnya.

Tantangan ketahanan pangan ke depan adalah sumber daya manusia (SDM) petani. Dan petani milenial dapat mendongkrak kualitas SDM tersebut di bidang pertanian. Digitalisasi dapat menjadi cara ampuh untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memotong rantai pasok produk pertanian dari hulu ke hilir, sehingga nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Jadi, mari para generasi muda jangan gengsi, jangan apatis, kita punya semangat muda dan rasa percaya diri, mari kita wujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia juga demi terjaminnya kelangsungan hidup negara ini.

Kalau Anda ingin kaya, jadilah pedagang atau pengusaha. Kalau Anda ingin jadi raja, jadilah pejabat atau penguasa. Akan tetapi, kalau Anda ingin hidup tenteram dan hidup tenang, maka jadilah petani!

Mari kita mulai dari awal. Mari kita berkarya dari desa kita. Mari kita membangun Indonesia dari daerah. Ayo bertani!

Jadilah seorang Penjaga Tatanan Negara Indonesia (PETANI) yang milenial.


Penulis merupakan Ketua Presidium PMKRI Cab. Pematangsiantar periode 2019-2021.

Tags:#agraria#penjagatatanan#petani#rakyat#sejahtera
Share41SendShare

Related Posts

PIKI Peduli Hadir untuk Masyarakat Kalteng

22/09/2026

PIRAMIDA.ID | Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa 22 September 2026 Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) melalui...

KN-LWF Indonesia, GMKI PSS, AMAN Tano Batak Gelar Diskusi: “Pemuda Untuk Hutan, Hutan Untuk Masa Depan

01/04/2026

PIRAMIDA.ID | Pematangsiantar - KN-LWF Indonesia bersama GMKI Pematangsiantar-Simalungun dan AMAN Wilayah Tano Batak menggelar diskusi (Ngopi & Nalar) dengan...

Suara dari Bonapasogit: Gereja dan Masyarakat Sipil Serukan Penutupan PT TPL

15/07/2025

PIRAMIDA.ID - Suasana haru dan semangat memenuhi ruang pertemuan Hotel Serenauli, Laguboti, ketika lebih dari 150-an orang dari berbagai latar...

Menelusuri Asal Usul Makna Warna Hijau & Gerakan Lingkungan

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Pada Februari 1970, sekelompok hippie dan aktivis berkumpul di Vancouver, Kanada untuk membahas rencana uji coba nuklir di Pulau...

Perspektif Sosiologi terhadap Permasalahan Eksistensi Nelayan Skala Kecil

27/10/2022

Oleh: Adhitya Qurdiansyah (2205030012) PIRAMIDA.ID- Nelayan merupakan sebuah istilah bagi setiap individu atau kelompok yang mana kesehariannya bekerja menangkap ikan...

Di Jambi Penyelesaian Konflik Agraria Dinilai Setengah Hati, WALHI Ungkap Sejumlah Persoalan

26/07/2022

PIRAMIDA.ID- Proses penyelesaian konflik agraria di wilayah Provinsi Jambi, diakui masih menapaki jakan terjal oleh Manager Advokasi Wahana Lingkungan Hidup...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026
Berita

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Minta DLH Pematangsiantar Periksa Penggunaan Bahan Kimia PT Bumi Sari Prima, Dorong Transparansi dan Jaminan Keamanan Produk Tepung

12/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Bayi 8 Bulan di Labura Diusut Tuntas

12/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Soroti Kasus Perundungan Siswi SD di Medan, Minta Polisi Usut Tuntas

12/10/2026

Populer

Berita

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026
Pojokan

Profesi Apoteker: Perannya Besar dan tak Sekedar Menunggui Apotek

27/09/2020
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Ilustrasi/Akun Twitter @Nobodycorp
Pojokan

Cerpen: 1998

24/08/2020
Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus