Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Juni 4, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Program MBG Disorot Mahasiswa, Dinilai Berpotensi Menekan Fiskal dan Sektor Pendidikan

byPiramida.id
11/03/2026
inBerita
103
SHARES
739
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID – Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Siantar–Simalungun menggelar diskusi publik yang membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber, yakni: (Rabu, 11 Maret 2026).

• Pandes Nababan, Presiden Mahasiswa Universitas Efarina

• Nia Ramadhani Damanik, Presiden Mahasiswa STAI Panca Budi

• Rado Sidauruk, Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Kegiatan diawali dengan seremonial pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta Mars Mahasiswa. Fauzan Pasaribu selaku perwakilan Komunitas Rung Rakyat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum diskusi tersebut sekaligus secara resmi membuka acara.

Diskusi publik ini mengangkat tema “MBG: Peluru Nyasar atau Tabungan Peluru?” dan dipandu oleh Randa sebagai moderator.

Kekhawatiran terhadap Keberlanjutan Fiskal

Narasumber pertama, Rado Sidauruk, menyoroti dampak fiskal dari Program MBG. Menurutnya, besarnya anggaran yang dialokasikan berpotensi mencederai ruang fiskal negara serta memengaruhi sentimen pasar.

Dalam pemaparannya, Rado menyampaikan bahwa anggaran MBG pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp335 triliun, termasuk alokasi yang berasal dari anggaran pendidikan sebesar Rp223,5 triliun. Angka ini dinilai sangat besar dan berpotensi menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal negara.

Ia membandingkan dengan anggaran MBG pada tahun 2025 sebesar Rp71 triliun, yang kemudian melonjak drastis pada tahun 2026. Menurutnya, peningkatan yang sangat signifikan ini berpotensi memperbesar risiko defisit anggaran negara.

Berdasarkan data pada akhir Desember 2025, defisit anggaran tercatat mencapai Rp695,1 triliunatau sekitar 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Pasal 12 Ayat 3, defisit anggaran negara dibatasi maksimal 3% dari PDB. Dengan kondisi tersebut, angka defisit dinilai sudah mendekati batas aman yang ditetapkan undang-undang.

Selain itu, Rado juga menyoroti dampak program ini terhadap stabilitas harga bahan pangan di pasar tradisional. Ia menyebutkan bahwa beberapa bahan baku mengalami kenaikan harga, seperti ayam potong (broiler) yang naik dari sekitar Rp26.000 menjadi Rp44.000 per kilogram, serta kenaikan harga telur dan sayuran.

Menurutnya, tingginya permintaan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berpotensi menekan pasokan di pasar sehingga memicu kenaikan harga.

“Ini bukan hanya persoalan tata kelola program, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan baru bagi para pedagang pasar dan stabilitas harga pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dengan besarnya anggaran mencapai Rp335 triliun, seharusnya pemerintah juga mempertimbangkan berbagai kebutuhan lain yang dinilai lebih mendesak bagi masyarakat.

Persoalan Teknis Pelaksanaan Program

Selanjutnya, Presiden Mahasiswa Universitas Efarina, Pandes Nababan, menyoroti berbagai persoalan teknis dalam pelaksanaan Program MBG.

Menurutnya, meskipun program ini memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak, namun dalam praktiknya masih terdapat berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

Ia menyoroti kesiapan sistem distribusi makanan, pengawasan kualitas makanan, serta standar higienitas yang dinilai masih belum maksimal. Pandes juga menyinggung beberapa kasus keracunan makanan yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG di beberapa daerah, yang menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap program tersebut.

Menurutnya, program yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar harus disertai dengan transparansi serta sistem pengawasan yang ketat, agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

“Mahasiswa tidak menolak upaya peningkatan gizi masyarakat. Namun pemerintah harus memastikan bahwa program ini dijalankan dengan sistem yang matang, aman, serta tidak membuka ruang terjadinya penyalahgunaan anggaran,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa apabila program tersebut belum benar-benar siap secara sistem dan pelaksanaan, maka sebaiknya program MBG dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.

“Jika program ini belum benar-benar matang, lebih baik dihentikan sementara agar dapat dilakukan evaluasi secara komprehensif sehingga target yang diharapkan dapat tercapai dengan baik,” ujar Pandes Nababan.

Ketimpangan dengan Kondisi Pendidikan

Narasumber terakhir, Presiden Mahasiswa STAI Panca Budi, Nia Ramadhani Damanik, menyoroti relevansi Program MBG terhadap kondisi dunia pendidikan.

Menurutnya, program MBG yang menggunakan anggaran negara sangat besar sering kali dikaitkan dengan upaya meningkatkan kualitas generasi masa depan. Namun di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak persoalan mendasar dalam sektor pendidikan yang belum tertangani secara serius.

Beberapa persoalan tersebut antara lain fasilitas sekolah yang belum memadai, ketimpangan akses pendidikan, serta kesejahteraan guru yang masih jauh dari ideal.

Kondisi ini, menurutnya, menimbulkan kesan bahwa kebijakan besar yang diambil pemerintah sering kali tidak berjalan seiring dengan kebutuhan paling mendasar dalam sistem pendidikan nasional.

Nia juga menegaskan bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program MBG, karena dikhawatirkan program tersebut justru berpotensi mencederai dunia pendidikan dan bahkan berdampak pada martabat guru. (Tim).

Share41SendShare

Related Posts

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026

PIRAMIDA.ID-Pematangsiantar — Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Sisingamangaraja Indonesia (FE USI) menilai tata kelola anggaran Pemerintah Kota Pematangsiantar masih belum...

Jakarta Bisa Kalahkan Sampah! Komrad Pancasila Puji Gebrakan Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta Lewat Gerakan Pilah Sampah

03/06/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Gerakan pemilahan sampah terpadu melalui program Jaga Jakarta Bersih dan Asri yang digagas Polda Metro Jaya...

Pancasila Bukan Hanya Seremonial: Saatnya Menjadi Etika Kekuasaan dan Jalan Keadilan Rakyat

01/06/2026

Peringatan Hari Lahir Pancasila selalu menghadirkan dua sisi sekaligus: penghormatan terhadap sejarah dan ujian terhadap kenyataan hari ini. Di satu...

KNPI Simalungun Apresiasi Pemkab Simalungun Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

31/05/2026

PIRAMIDA.ID – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Simalungun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Simalungun yang kembali berhasil mempertahankan...

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kabupaten Simalungun yang berhasil memperoleh...

Minta Publik Tidak Menghakimi Kajari Medan, Ketua ILAJ Sebut Ridwan Sujana Angsar Dikenal Berdedikasi Baik

30/05/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, mengajak seluruh pihak untuk menghormati asas praduga tak bersalah terkait...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026
Berita

Jakarta Bisa Kalahkan Sampah! Komrad Pancasila Puji Gebrakan Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta Lewat Gerakan Pilah Sampah

03/06/2026
Berita

Pancasila Bukan Hanya Seremonial: Saatnya Menjadi Etika Kekuasaan dan Jalan Keadilan Rakyat

01/06/2026
Berita

KNPI Simalungun Apresiasi Pemkab Simalungun Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

31/05/2026
Berita

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026
Berita

Minta Publik Tidak Menghakimi Kajari Medan, Ketua ILAJ Sebut Ridwan Sujana Angsar Dikenal Berdedikasi Baik

30/05/2026

Populer

Berita

Ketua ILAJ Fawer Sihite Minta Kapolres Simalungun & Kasat Reskrim Serius Tangani Dugaan Pungli PDAM Totap Majawa

26/05/2026
Berita

Penyidik Polsek Bandar Huluan Dinilai Lambat” PH Tegaskan: BAP Tersangka Adalah Hak, Bukan Pemberian

29/05/2026
Berita

Minta Publik Tidak Menghakimi Kajari Medan, Ketua ILAJ Sebut Ridwan Sujana Angsar Dikenal Berdedikasi Baik

30/05/2026
Berita

ILAJ Resmi Laporkan Camat, Sekcam & Bendahara Kecamatan Tapian Dolok ke Kejari Simalungun Atas Dugaan Korupsi Anggaran Tahun 2023

26/05/2026
Berita

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026
Berita

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber