Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Sabtu, September 5, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEdukasi

Suatu Ketika di Bandar Lamuri

byRedaksi
27/12/2020
inEdukasi
105
SHARES
748
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Thompson Hs*

PIRAMIDA.ID- Seminggu lalu, Sabtu (19/12/2020) saya terlibat dalam pertunjukan “Suatu Ketika di Bandar Lamuri” yang ditampilkan di Pantai Lampuuk, Aceh Besar.

Pertunjukan dipersiapkan sejak bulan November 2020 dengan menyiapkan tahap awal naskah panggung yang diadopsi dari novel “Kura-kura Berjanggut” Azhari Aiyub. Novel tebal yang terbit sejak 2018 dan sebanyak 960 halaman itu diciutkan ke dalam naskah panggung hanya lebih kurang delapan halaman dan durasi pertunjukannya sampai 60 menit.

Adaptasi juga terjadi dengan mengangkat sejumlah model warisan budaya dari Aceh, terutama yang terkait dengan potensi seni pertunjukannya untuk difungsikan sebagai transisi di urutan babak atau adegan tertentu. Beberapa dari model warisan budaya itu, seperti sarunei kalee, rapa’i Pasee, tari guel dan sining, serta koreografi yang bersumber dari tradisi.

Sebelumnya, proses latihan untuk pertunjukan dibayangkan dapat berlangsung dua minggu. Namun dapat diundur sampai tiga minggu untuk memaksimalkan bentuk dan isi pertunjukan.

Para kru dan pemeran pertunjukan/istimewa

Lima hari sebelum pertunjukan proses pemadatan bentuk dan isi pertunjukan menjadi fokus dan konsentrasi proses, di samping kordinasi dan berbagai evaluasi antar-elemen yang terus memperkaya pertunjukan. Sampai 17 Desember lalu proses latihan berlangsung di lingkungan kantor BPNB Aceh dengan batas garis imajiner panggung dan artistiknya.

Dua hari sesudahnya berturut di panggung dan artistik yang nyata di area Joel’s Bungalow Lampuuk untuk orientasi, adaptasi, pengambilan gambar, dan final pertunjukan.

Di sela-sela itu tentu saja ada materi lain seperti evaluasi dan temu pers, meskipun penonton sudah dibatasi sesuai protokol kesehatan terkait pandemi Covid-19.

Bahkan sebelum final pertunjukan semua dari personal tim tidak menyebarkan sesuatu yang bersifat ajakan di media sosial, selain tempat rekreasi dan wisata itu dinyatakan tutup khusus pada hari pertunjukan. Namun kelihatan juga ada pengunjung yang asyik mandi di laut menjelang final pertunjukan dan terpaksa diarahkan menjauh dari kemungkinan tertangkap tiga kamera dan satu drone untuk pertunjukan itu.

Para seniman dan pekerja teknis panggung dari Aceh bekerja untuk pertunjukan dan saya menjadi spesial karena fasilitasi yang dilakukan oleh BPNB Aceh. Sebagai salah satu penulis naskah panggung “Suatu Ketika di Bandar Lamuri”, saya sekaligus menjadi Direktur Artistik dan pemeran Asoekaya, tokoh yang dijebloskan lebih awal di penjara sampai kematiannya. Dialah yang meramalkan Nurrudin akan menjadi seorang sultan, selain upaya adiknya bernama Nenek Apiun untuk kebebasan si anak haram sultan sebelumnya.

Wilayah kerja BPNB Aceh yang meliputi Aceh dan Sumatera Utara, sehingga posisi spesial saya juga menjadi representatif, bahkan menjadi “super spesial” karena dianggap berpengalaman dalam proses membuat pertunjukan Opera Batak yang direvitalisasi sejak 2002. Menang tahun 2016 saya menerima Penghargaan Kebudayaan dalam Kategori Pelestari Opera Batak, juga atas dorongan BPNB Aceh dan seterusnya mulai terlibat dalam Program Belajar Bersama Maestro (2018) dan sejumlah program lainnya untuk pemajuan kebudayaan.

Pertunjukan “Suatu Ketika di Bandar Lamuri” menampilkan jejak sejarah dan akar multikultural di Aceh, meskipun ide dan sumber utama pemanggungannya bersifat fiksional.

Cobalah membuka link YouTube Bpnb Aceh, di mana per hari Minggu, 27 Desember 2020 pada pukul 19.00, pertunjukan “Suatu Ketika di Bandar Lamuri” dapat mulai ditonton secara virtual. Lebih kurang Anda sekaligus akan melihat latar belakang panggung adalah pemandangan laut di pantai Lampuuk, salah satu destinasi favorit di Aceh sebelum dan sesudah tsunami.(*)


Penulis merupakan direktur Pusat Latihan Opera Batak (PLOt). Dikenal sebagai sastrawan Sumut.

Tags:#Aceh#Budaya#opera#teater
Share42SendShare

Related Posts

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie Adriansyah, Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

28/07/2026

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie...

Budaya Adat di Lingkungan Masyarakat Era Modern saat ini

15/11/2025

PIRAMIDA.ID-Dalam kehidupan Masyarakat era modern, budaya adat sering kali terpinggirkan oleh pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi pada saat ini....

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita

15/07/2025

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita Oleh: Edis Galingging Geliat sektor pariwisata pacu terus pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tampaknya...

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia

20/04/2025

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th.,S.H.,MAPS 1. Menghadapi Perang Dagang Global Perang...

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global

14/04/2025

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th., S.H., MAPS Kunjungan...

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

11/04/2025

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Refleksi Mahasiswa Kristen dalam Perspektif Alkitabiah Ditulis Oleh: Fawer...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Persatuan Tak Dibela dengan Kekerasan: Komrad Pancasila Dukung Polri Bongkar Tuntas Kematian Bambang Setiyawan

04/09/2026
Berita

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026
Berita

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026
Berita

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026
Berita

Bank Mandiri Jangan Berlindung di Balik “Permintaan Aparat”, Publik Berhak Tahu Dasar Hukumnya

25/08/2026
Berita

Jalin Sinergi Pendidikan, PCM Siantar Utara Studi Tiru ke Perguruan Muhammadiyah Aekkanopan

25/08/2026

Populer

Berita

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026
Berita

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026
Berita

Resmi Dilantik, GMKI Pangkalpinang Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Elemen Masyarakat Mengatasi Pandemi

29/09/2021
Berita

Kritik Sastra: Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Pendekatan

14/11/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber