Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, September 20, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Sumpah Pemuda: Warisan Semangat dan Tantangannya di Masa Kini

byRedaksi
27/10/2020
inDialektika
100
SHARES
716
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Teodorus L.T

PIRAMIDA.ID- Dalam sejarah perkembangan bangsa Indonesia, pemuda selalu berada di garda terdepan dalam mempelopori setiap perubahan sosial. Hal ini sejatinya sudah menjadi tugas dan tanggung jawab dari setiap pemuda Indonesia.

Sebagaimana hakikat dari pada pemuda itu sendiri adalah kelompok yang memiliki idealisme tinggi, pemuda juga identik dengan simbol semangat, perlawanan, dan patriotisme.

Sejarah mencatat bagaimana pemuda Indonesia menorehkan kebesaran “namanya” dalam lembaran sejarah bangsa Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari peran pemuda dalam berjuang melawan penindasan kolonialisme Belanda hingga memperoleh kemerdekaan.

Dengan dilandasi semangat juang yang tinggi, mereka berjuang tidak hanya dengan mengangkat senjata tetapi juga dengan pena dan diplomasi untuk mencapai cita-cita mulia, yaitu Indonesia Merdeka hingga sampai pada upaya mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

Semangat juang dan perlawanan para pemuda ini, dapat kita lihat secara konkret bagaimana mereka (pemuda/i) pada waktu itu menghimpun diri dalam wadah-wadah perjuangan, seperti organisasi Budi Utomo (1908), Perhimpunan Indonesia (1925), Jong Sumatra, Jong Java, Jong Sulawesi, dan beragam organisasi berskala nasional maupun daerah lainnya.

Dengan dilandasi semangat membara yang sama mereka melakukan perubahan sosial sehingga mendorong seluruh elemen bangsa untuk ikut memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia.

Hingga pada tanggal 28 Oktober 1928 menjadi sejarah terbesar yang pernah dicatatkan oleh pemuda Indonesia.

Dengan penuh kesadaran dan kerelaan hati mereka melepaskan segala bentuk ego pribadi serta golongannya dan menyatakan sumpah. Kesadaran dan kerelaan hati itu disadari oleh kondisi masih terkotak-kotaknya perjuangan berbagai elemen pemuda dalam merebut kemerdekaan.

Sehingga jika tidak ada keinginan dan semangat nasionalisme untuk menyatu, maka dipastikan penjajah akan semakin leluasa dalam menindas dan menguasai alam Indonesia. Karena itulah pemuda mempelopori gerakan untuk menghimpun segenap kekuatan anak bangsa yang termanifestasi dalam Sumpah Pemuda.

Mereka bersumpah untuk satu hati, satu tujuan mewujudkan mimpi untuk merdeka, melepaskan diri dari penjajahan dan kolonialisme. Sumpah Pemuda ini kemudian menjadi pondasi dasar persatuan dan kesatuan NKRI yang kita nikmati hari ini.

Tak hanya sampai di situ, semangat kepeloporan pemuda dalam membangun bangsa setelah kemerdekaan terus diupayakan dalam rangka mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang telah diraih. Sejak tahun 1945 sampai pada masa orde baru tahun 1998, terlihat dengan jelas bagaimana pemuda memberikan kontribusi nyata dengan berbagai aksi yang dilakukan oleh pemuda, khususnya mahasiswa yang menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang dirampas penguasa yang korup.

Namun sejarah kebesaran pemuda itu telah mengalami kemunduran, di mana pada kehidupan dewasa ini, nilai-nilai persatuan dan kesatuan sebagaimana yang menjadi spirit atau nilai-nilai dalam sumpah pemuda semakin tergerus oleh arus zaman.

Pesatnya perkembangan di berbagai bidang (arus globalisasi), teknologi dan informasi yang kian memanjakan pemuda dan membuat pemuda dewasa ini semakin individualis dan hedonis, di mana pemuda lebih mementingkan kepentingan individu atau sektoral dibanding dengan kepentingan umum (bonum commune).

Pola-pola berpikir seperti ini yang kemudian berdampak pada rasa persatuan dan kesatuan yang kian memudar.

Padahal tantangan untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dewasa ini sebenarnya lebih membutuhkan semangat kesatuan dan persatuan yang teguh. Kita tahu, tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara kita hari ini menjadi semakin kompleks.

Banyak problem-problem sosial, politik dan ekonomi yang mestinya disikapi oleh pemuda, dan lebih dari itu tugas pemuda untuk mendewasakan pemikiran pemuda dan membangun karakter masyarakat.

Pemuda hari-hari ini semakin nyaman berada dalam zona aman yang semu yang diciptakan oleh diri kita sendiri. Padahal realitas sesungguhnya tak demikian adanya. Hari ini kita hidup di zaman yang penuh ketidakpastian, itu berarti juga beragam tantangan setiap saatnya menghampiri.

Tentunya fakta tentang situasi kaum muda di atas disebabkan oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Dalam konteks eksternal adalah bagaimana masyarakat mempengaruhi budaya dan pola pikir kaum muda, sedangkan faktor internal adalah ketidakmampuan kaum muda dalam membangun mental dan kepribadiannya.

Untuk membangun kembali generasi muda ini dibutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.

Pemuda membutuhkan dukungan masyarakat serta kesempatan untuk bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab di ruang-ruang publik untuk aktualisasi dirinya. Di sisi lain juga pembangunan kapasitas diri kaum muda tidak terlepas dari bagaimana masyarakat mempercayai kaum muda.

Dalam konteks ini harus terjadi hubungan timbal-balik antara pemuda dan generasi sebelumnya (para pendahulu), berupa proses pengkaderan dan pembekalan yang berkelanjutan.

Melalui momentum hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2020 ini kiranya menjadi momentum bagi kita untuk sejenak merefleksikan makna dari pada Sumpah Pemuda dan kembali meneguhkan semangat persatuan dan kesatuan.

Kita berkarya untuk bangsa dan negara dengan talenta masing-masing untuk menyonsong masa depan bangsa yang gemilang.

Masa-masa sulit nan kelam bisa dikalahkan dengan gotong royong dan semangat persatuan.

Maka hari ini kita membutuhkan semangat persatuan dan kesatuan untuk menghadapi masa-masa sulit pandemi COVID-19 dan berbagai problem kehidupan berbangsa dan bernegara lainnya.

Salam Pemuda Indonesia.!!
Kita Indonesia!!


Penulis merupakan mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Sulawesi Tenggara.

Tags:#kemerdekaan#peringatan#refleksi#sejarah#sumpahpemuda
Share40SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun priode 2024-2025 : Robert Hidayat Pardosi Tantang Kapolres Simalungun komitmen terkait pemberantasan judi dan narkoba 

14/09/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Serukan Rekonsiliasi Nasional, Tegaskan Organisasi Terlalu Besar untuk Dikorbankan dalam Dualisme

10/09/2026
Berita

DITENGAH ANCAMAN KARHUTLA, DPD GMNI SOROTI DUGAAN PELANGGARAN LAHAN HCV PT LONSUM ! SERUKAN KEBERLANJUTAN EKOLOGIS SUMATERA UTARA.

08/09/2026
Berita

PMKRI Cabang Pematangsiantar Gelar Camping Rohani 2026: Perkuat Iman Orang Muda dan Komitmen Ekowisata Melalui Penanaman Pohon

08/09/2026
Berita

4 Terdakwa Pembunuh Calon LC dituntut Hukuman Mati, Utusan Sarumaha Kaget dan Sebut Kliennya Tidak Sejajar dengan Terdakwa lain

07/09/2026
Berita

Think Talk: RUU Perampasan Aset Jangan Hanya Dikejar untuk Disahkan

07/09/2026

Populer

Edukasi

Kamus Digital Bahasa Batak ke Dalam Bahasa Indonesia

20/11/2022
Berita

Diduga Terjadi Tindakan Represif terhadap Warga; Mahasiswa Kecam Keras Sikap Subkontraktor BP Batam

07/09/2026
ilustrasi: tirto.id/Gery
Sains

Apa itu Teori Evolusi Darwin?

27/01/2023
Berita

Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun priode 2024-2025 : Robert Hidayat Pardosi Tantang Kapolres Simalungun komitmen terkait pemberantasan judi dan narkoba 

14/09/2026
Dunia

Sumber Air Bersih dan Air Minum di Arab Saudi

07/06/2020
Dialektika

Seabad Soeharto: Selain Kontroversinya, Ada Siasat Politik Cerdik

19/06/2021
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber