Connect with us

Masukkan kata pencarian...

Berita

Terkait Kudeta Myanmar, Pengurus Pusat GMKI: Indonesia Harus Menjadi Garda Terdepan Mengawal Demokrasi di ASEAN

PIRAMIDA.ID- Kudeta Myanmar sudah merusak citra demokrasi negara-negara di ASEAN, karena kudeta tersebut berdampak luas bagi seluruh aspek kehidupan masyarakat Myanmar dan negara-negara lain yang memiliki hubungan diplomatik dengan Myanmar.

Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Jefri Gultom menilai Kudeta Myanmar akan sangat berdampak bagi Indonesia, karena Myanmar memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Berdasarakan data yang dihimpun oleh Bidang Hubungan Internasional Pengurus Pusat GMKI, ekspor Indonesia ke Myanmar meliputi kertas dan produk dari kertas, minyak sawit, besi, dan baja, tembakau dan karet.

Sementara itu, impor Indonesia dari Myanmar meliputi tepung kanji, kayu, kacang-kacangan, soda, ikan dan sayur-mayur.

“Myanmar menunjukkan keinginannya mengimpor pupuk maupun semen dan mengundang para investor Indonesia demi menginvestasi maupun membuka bisnis di Myanmar,” ungkap Jefri Gultom.

Jefri Gultom menambahkan pemerintah Indonesia diharapkan dapat berperan sebagai aktor utama yang mendorong Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara yang tergabung di ASEAN serta lembaga-lembaga kerja sama dunia untuk bersikap tegas merespon kudeta militer di Myanmar, dan Indonesia harus mampu menjadi garda terdepan sebagai pengawal keutuhan demokrasi di ASEAN.

GMKI juga terus menelusuri bahwa Kantor HAM PBB mengungkapkan, jumlah korban jiwa selama kudeta Myanmar telah mencapai angka 54 orang dan 1700 orang yang ditangkap akibat demonstrasi melawan kudeta Myanmar.

“Mereka ditangkap secara sewenang-wenang dan ditahan karena keterlibatannya dalam protes (menentang kudeta Myanmar) atau aktivitas politiknya. Mereka terdiri dari anggota politisi, aktivis hak asasi manusia, panitia pemilu, guru, pekerja medis, jurnalis, dan biksu, penangkapan dan penahanan sewenang-wenang itu dilakukan sejak 1 Februari 2021 bahkan terjadi penembakan yang mengakibatkan banyak korban meninggal dunia,” tegas Jefri Gultom yang juga mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia.

Pada tanggal 6 Maret 2021, kami dari PP GMKI telah melakukan Webinar Internasional yang membahas tentang kudeta militer Myanmar dan peserta yang hadir ada dari berbagai negara di ASEAN.

Webinar tersebut mengharapkan lahirnya gerakan solidaritas untuk membantu masyarakat korban kudeta dan mencari solusi untuk memulihkan kembali demokrasi Myanmar, usai diskusi kami juga mengirim papan bunga kepada Kedutaan Besar Myanmar di Indonesia dengan tulisan Democracy For Myanmar.

“Adapun tujuan dari kegiatan webinar tersebut adalah: Menghimpun informasi terkait kudeta Myanmar dan ancaman demokrasi yang terjadi; Membangun kerja sama lintas pemuda Kristen di Asia-Pasifik dan menyerukan kebebasan demokrasi di negara Myanmar; Melihat, mengamati setiap persoalan dan serta mencari win-win solution di Myanmar; Mensosialisasikan solusi yang akan ditawarkan oleh pemuda Kristen Asia-Pasifik kepada pemerintahan negara Myanmar; sebagai referensi bagi negara dan instansi yang memerlukan serta menambah wawasan masyarakat global terkait kudeta Myanmar,” tutup Jefri Gultom.(*)

Click to comment

Tinggalkan Komentar

Baca juga...

Sorot Publik

PIRAMIDA.ID- Veronica Koman lahir di Medan, 14 Juni 1988; umur 31 tahun adalah seorang pengacara dan pegiat hak asasi manusia (HAM) asal Indonesia yang...

Pojokan

Tia Lestari Sidabutar* PIRAMIDA.ID- Dua bulan sudah aku berada di sini. Rasanya aku telah menyatu dengan segala hal di desa ini dan nama Tiga...

Dialektika

Zaprulkhan* PIRAMIDA.ID- Apakah makna cinta sejati? Menurut Thich Nhat Hanh, dalam karya cemerlangnya “True Love”, dalam perspektif Buddisme, harus ada empat unsur untuk memenuhi...

Sopolitika

 Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- “Sejumlah kecil orang yang memiliki energi lebih besar dari masyarakatnya yang letih. Memiliki kejernihan di tengah lautan kekeruhan pikiran di sekitarnya,...

Dialektika

Yudhie Haryono* PIRAMIDA.ID- Dalam salah satu tulisan yang sangat menyentuh, (almarhum) Arief Budiman menulis, ”Seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian. Mula-mula...

Dialektika

May Luther Dewanto Sinaga* PIRAMIDA.ID- Coronakrasi? Mungkin beberapa orang akan bertanya-tanya terkait kata itu. Apa maknanya? Kenapa muncul? Dan apa pentingnya membahas kata itu?...

Pojokan

PIRAMIDA.ID– Beberapa waktu lalu, jagat laman facebook, khususnya Sumatera Utara, digegerkan dengan viralnya video (dugaan) persekusi disertai pengrusakan yang dilakukan segerombolan orang dari FPI...

Dialektika

Fitzerald Kennedy Sitorus* PIRAMIDA.ID- Saya sedang menulis buku tentang metafisika pada Kant dan Hegel. Saya mengawali bagian tentang Kant dengan cerita tentang gaya hidupnya....