Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Apakah Orang Religius lebih Bahagia ketimbang Orang Tidak Religius?

byRedaksi
15/04/2022
inDialektika
106
SHARES
756
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Apa yang membuat orang bahagia? Pertanyaan ini mungkin sulit dijawab. Kebahagiaan telah dibicarakan sepanjang sejarah.

Para filsuf, pemikir, dan aktivis, seperti Aristippus, Aristoteles, Zhuangzi, Jean Jacques Rousseau, Jeremy Benthan, dan Bertrand Russel, telah menganggap bahwa kebahagiaan dan kepuasan hidup merupakan salah satu tujuan tertinggi dari motivasi manusia.

Namun kebahagiaan dan kepuasan hidup bisa sulit didefinisikan. Sementara keduanya merupakan bagian dari kesejahteraan seseorang, kebahagiaan merujuk pada emosi individu, perasaan, atau suasana hati. Sebaliknya, kepuasan hidup lebih berkaitan dengan cara orang memikirkan kehidupan mereka secara kesatuan utuh — termasuk hubungan mereka.

Riset sebelumnya menunjukkan bahwa “orang yang bahagia” itu yang muda, sehat, berpendidikan baik, bergaji bagus, optimistik, dan ekstrovert. Riset yang sama menemukan orang yang paling bahagia cenderung religius, menikah, dengan kepercayaan diri dan moral pekerjaan tinggi, serta aspirasi sederhana.

Tampaknya jenis kelamin dan tingkat kecerdasan Anda belum tentu termasuk variabel yang diperhitungkan.

Riset menunjukkan bahwa di seluruh dunia, lebih dari 84% orang tergabung dalam kelompok keagamaan atau terkoneksi dengannya. Dan riset kami baru-baru ini melihat apakah agama berbeda mengalami tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup berbeda.

Temuannya menunjukkan bahwa religiositas individu dan tingkat perkembangan negara mereka mempengaruhi kebahagiaan dan kepuasan hidup orang.

Riset kebahagiaan

Studi kami meneliti sejumlah besar kelompok agama berbeda di 100 negara—dari 1981 hingga 2014 — menggunakan data dari World Value Survey.

Penemuan kami menunjukkan bahwa orang Protestan, Buddha, dan Katolik Roma lebih bahagia dan lebih puas dengan hidup mereka, dibandingkan dengan kelompok lain. Orang Yahudi, Hindu, Muslim, dan tidak religius berada di antaranya, sedangkan Kristen Ortodok ditemukan memiliki tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup paling rendah.

Dalam riset kami, kami menemukan bahwa banyak faktor yang diasosiasikan secara positif dengan kebahagiaan dan kepuasan hidup. Ini antara lain mencakup Protestan, perempuan, menikah, dan usia lebih muda (16 sampai 24 tahun). Situasi finansial keluarga juga termasuk, seperti juga kondisi kesehatan seseorang dan kebebasan memilih.

Kami menemukan bahwa kebanggaan nasional dan kepercayaan itu penting dalam hal tingkat kebahagiaan, seperti halnya memiliki teman, keluarga, dan waktu luang. Menghadiri praktik keagamaan mingguan juga ditemukan sebagai faktor penting.

Di sisi lain, menganggur dan memiliki penghasilan rendah diasosiakan secara negatif dengan kebahagiaan dan kepuasan hidup.

Pengamatan yang lebih dekat pada besarnya hubungan antara faktor-faktor ini serta kebahagiaan dan kepuasan hidup mengungkapkan bahwa kesehatan, stabilitas finansial dan kebebasan memilih, atau kendali atas hidup seseorang merupakan faktor-faktor yang paling penting.

Namun perlu dilakukan riset untuk memahami mengapa beberapa kelompok religius lebih bahagia dan lebih puas ketimbang yang lain.

Tujuan global

Dalam beberapa tahun terakhir, minat pada riset kesejahteraan telah bergelora—dengan ahli ekonomi seperti penerima Nobel Joseph Stiglitz yang setuju inilah saatnya untuk menggeser perhatian dari mengukur produksi ekonomi, jadi mengukur kebahagiaan dan kepuasaan hidup orang.

Namun untuk menjadikan kebahagiaan manusia sebagai panduan menyeluruh terhadap kemajuan manusia membutuhkan data yang baik soal kualitas hidup manusia—dan ini sesuatu yang sayangnya masih tertinggal di sebagian besar negara.

Sementara ini, mungkin layak bagi individu maupun pemerintah untuk terlibat dalam psikologi positif. Riset baru menunjukkan bahwa sekolah yang mengajarkan psikologi positif benar-benar memperbaiki kebahagiaan anak-anak di negara berbeda: Peru, Cina, Bhutan, dan Australia.

Maka, jelas bahwa meski kebahagiaan bisa berarti hal berbeda bagi orang berbeda, ada beberapa prinsip penyatuan mendasar yang membuat kita lebih mungkin merasa bahagia atau tidak bahagia.

Dan seperti yang diperlihatkan penemuan kami, dengan memperbaiki akses pada perawatan kesehatan dan mendukung kebutuhan finansial mereka, pemerintah bisa berbuat banyak untuk meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan hidup orang-orang.


Artikel ini merupakan republikasi dari The Conversation. Ditulis oleh Kayonda Hubert Ngamaba.

Tags:#ateis#kebahagiaan#moral
Share42SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Hakim PN Batam, Meneik Latuputty Anjurkan Pemohon Dan Termohon Gunakan Toga Advokat Dalam Sidang Praperadilan

03/08/2026
Berita

Kasat Resnarkoba Polres Pematangsiantar Disorot, Dugaan Bandar Narkoba Masih Bebas Beroperasi

02/08/2026
Berita

MUSYRAN DAN PEMILU PERTAMA KETUA UMUM IPM kids SD Muhammadiyah 03 pematangasiantar

02/08/2026
Berita

Korban Penganiayaan Dari Seorang Istri Bhayangkara Polda Kepri Merasa Kecewa dan sebut ada privillage pada Terdakwa yang Dituntut 2 Bulan Penjara. Pricilla; Sepertinya Ada Keistimewaan Khusus, Mungkin Karena Suaminya Polisi?

31/07/2026
Berita

Traffic Light Parluasan Padam Berlarut, PMKRI Pematangsiantar Desak Dishub Percepat Perbaikan

29/07/2026
Berita

Penggelapan Esra Angelina di PT RMI, JPU tidak menahan aset milik terdakwa

28/07/2026

Populer

Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

MUSYRAN DAN PEMILU PERTAMA KETUA UMUM IPM kids SD Muhammadiyah 03 pematangasiantar

02/08/2026
Berita

Penggelapan Esra Angelina di PT RMI, JPU tidak menahan aset milik terdakwa

28/07/2026
Berita

Kasat Resnarkoba Polres Pematangsiantar Disorot, Dugaan Bandar Narkoba Masih Bebas Beroperasi

02/08/2026
Berita

Hakim PN Batam, Meneik Latuputty Anjurkan Pemohon Dan Termohon Gunakan Toga Advokat Dalam Sidang Praperadilan

03/08/2026
Berita

Advokat Korban Pengeroyokan sebut dua oknum polisi terlibat hingga TODONG PISTOL ke kliennya

27/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber