Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, November 1, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

GMKI dan SCM Australia Gelar Webinar Internasional: The Myanmar Coup And The Threat To Democracy

byRedaksi
07/03/2021
inBerita
100
SHARES
712
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Webinar internasional yang diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia dan Australia dibanjiri banyak pujian dan dukungan dari banyak negara yang hadir, umumnya berasal dari Negara-negara Asia Pasifik.

Antusias peserta webinar sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari keaktifan para peserta webinar dalam menanggapi dan memberikan ide untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di  negara Myanmar.

Webinar ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Maret 2021, pukul 14.00 WIB. Diskusi yang mengambil tema: The Myanmar Coup and the Threat To Democracy” (Kudeta Myanmar dan Ancaman Demokrasi).

Acara ini dipandu oleh Lusida Fontana Rumsory (Indonesia) dan doa pembuka dibawa oleh Dr. Alexander Yule (Mantan Ketua SCM Australia di tahun 70-an).

Adapun pemateri pada diskusi tersebut, yakni Mr. Rekson Silaban (Tokoh Aktivis Internasional – Indonesia), Shein Thet Nyunt – Executive Secretary & friends ( Myanmar), dan Ms. Fanny Hiu-Fan Chung (Interim Regional Coordinator Word Student Christian Federation Asia-Pasifik China).

Pada pemaparannya, Rekson Silaban menjelaskan bahwa sebetulnya ada masalah di ASEAN, karena tidak bisa menjatuhkan sanksi dan kutukan kepada junta militer, karena ada kesepakatan bersama untuk tidak intervensi masalah dalam negeri.

Flyer kegiatan webinar internasional/domain publik

Namun Rekson berharap kepada dunia internasional, semoga tidak terdampak pada perusahaan yang dimiliki dan terkait dengan militer Myanmar, serta hati-hati untuk menjatuhkan sanksi internasional karena akan banyak buruh akan kehilangan pekerjaan.

Selain itu, Fanny dalam posisinya sebagai Sekretaris Jendral Asia-Pasifik (WSCF-AP) mengatakan bahwa gerakan-gerakan protes bisa dimulai dari gerakan-gerakan kecil yang dipelopori oleh anak-anak muda seperti kegiatan protes yang kreatif melalui penggunaan media sosial (internet).

Hal ini berkaca pada pengalaman yang ikut terlibat dalam demo-demo di Hongkong, Taiwan, dan Thailand beberapa tahun yang lalu.

Sementara itu dari Gerakan Mahasiswa Kristen (SCM) Myanmar yang dari awal menolak kudeta militer, meminta kepada seluruh teman-teman gerakan mahasiswa atau internasional untuk membantu menyuarakan kepada pemerintah setempat untuk menggagalkan rencana militer dan jangan memberikan bantuan dana kepada militer.

Mereka juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Indonesia (GMKI) dan Australia menjadi pelopor acara ini.

John Biswas dari Australian mengatakan bahwa semua orang dilahirkan sederajat dan bebas, oleh karena itu demokrasi adalah satu-satunya sistem pemerintahan yang tersedia yang menjanjikan emansipasi kepada semua orang tanpa terkecuali.

Andika Mongilala (Australia) bersama dengan Rekson Silaban setuju harus ada gerakan solidaritas dipelopori oleh mahasiswa kristen di setiap negara dan segera membuat petisi online dan mengajak teman-teman yang lain untuk melakukan protes secara damai di setiap depan perwakilan kantor Kedutaan Myanmar atau online dan World Student Christian Movement membantu membuka paypal account untuk pencarian dana dan membantu gerakan-gerakan solidaritas di Myanmar.

Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI melalui Novelin Silalahi sebagai Bendahara Umum mengatakan bahwa posisi militer nasional dalam sebuah negara pastinya mempunyai peran yang sangat penting sebagai pelindung negara dari berbagai macam ancaman, terutama ancaman militer.

Militer mempunyai peran sebagai pertahanan suatu negara, dengan kata lain, militer mempunyai tugas di bidang pertahanan (defense). Dalam hubungan militer dengan sipil dapat diasumsikan bahwa militer dibentuk guna membantu serta menopang dalam pemerintahan sipil. Namun, dengan tujuan utamanya adalah untuk bertempur sebagai alat pertahanan negara.

Militer tidak boleh ikut campur dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan sipil (non-militer) tidak boleh juga ikut campur mengenai urusan militer. Dari paparan di atas, itulah gambaran bagaimana militer menjadi salah satu badan yang otonom dan bisa disebut profesional.

Adapun tujuan dari kegiatan webinar ini adalah sebagai berikut:

1. Menghimpun informasi terkait kudeta Myanmar dan ancaman demokrasi yang terjadi;

2. Membangun kerja sama lintas pemuda Kristen di Asia-Pasifik dan menyerukan kebebasan demokrasi di Negara Myanmar;

3. Melihat, mengamati setiap persoalan dan serta mencari win-win solution di Myanmar;

4. Mensosialisasikan solusi yang akan ditawarkan oleh pemuda Kristen Asia-Pasifik kepada pemerintahan Negara Myanmar;

5. Sebagai referensi bagi negara dan instansi yang memerlukan serta menambah wawasan masyarakat global terkait kudeta Myanmar.

Sebagai penutup, solidaritas dan dukungan dunia internasional bagi saudara-saudari kita di Myanmar sangatlah penting. Untuk itu, kita semua perlu memperkuat hubungan, komunikasi, serta bersama-sama memikirkan solusi dalam menyikapi masalah ini.

“Jangan lupa, bahwa tugas kita adalah membawa perdamaian di dunia,” ujar Lusida Fontana Rumsory yang juga sebagai pemandu acara diskusi tersebut.(*)

Tags:#GMKI#kudeta#militer#myanmar#wscf
Share40SendShare

Related Posts

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026

PIRAMIDA.ID | JAKARTA – Langkah Polda Jawa Tengah dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul...

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026

PIRAMIDA.ID - Minimnya kegiatan kepemudaan di Kabupaten Simalungun menjadi sorotan. Sekretaris KNPI Kabupaten Simalungun, Edis Galingging, mengkritik kinerja Dinas Pemuda...

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026

PIRAMIDA.ID — Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, mendesak Bupati...

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026

MPIRAMIDA.ID-Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet. Istilah ini tidak sekadar...

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026

PIRAMIDA.ID- Gading Simangunsong, Alumni Diklat Antikorupsi Nasional 2025, menolak wacana Ketua DEN Luhut Binsar Panjaitan yang hendak me-redefinisi tindak pidana...

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS., meminta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026
Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026

Populer

Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Edukasi

Aksi Demo Mahasiswa dan Buruh dalam Perumusan UU Cipta Kerja dilihat dari Pandangan Sosiologi Konflik

25/10/2022
Ilustrasi: dw.com
Dialektika

Zoroaster, Agama Pertama Yang Menyembah Satu Tuhan

15/06/2020
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus