Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, September 30, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Kemerdekaan yang Sesungguhnya

byRedaksi
28/08/2022
inDialektika
105
SHARES
750
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Soly Deo Glorya Hutagalung*

PIRAMIDA.ID- Setelah lepas dari penjajahan, negara Indonesia merdeka sejak 17 Agustus 1945. Pada tahun ini, Indonesia memperingati kemerdekaannya yang ke-77.

Terlepas dari angka yang digambarkan tua untuk manusia, 77 tahun merupakan angka yang berarti, bahwa perjuangan bangsa ini belum usai. Seperti yang kita ketahui, perjuangan yang dilakukan oleh leluhur kita untuk mencapai ke titik 77 tahun sebagai bangsa merdeka ini tentu tidaklah mudah.

Banyak sekali yang telah mereka lakukan, mulai dari usaha-usaha hingga pertumpahan darah untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa kita. Untuk itu kita menjadi sangat penting untuk merefleksikan kemerdekaan sebagai bentuk penghargaan kita terhadap para pahlawan di masa lalu yang telah berjuang mati-matian demi kemerdekaan yang kita rasakan saat ini.

Bagi penulis, makna merdeka di masa lalu berarti bebas dan lepas dari penderitaan serta dapat berdiri pada kaki sendiri. Sementara makna merdeka di masa hari ini adalah bagaimana cara kita sebagai generasi penerus bangsa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif dan membangun bangsa ini lebih baik ke depannya.

Dilansir dari laman Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Kemensetneg) yang mempublikasikan Tema besar kemerdekaan RI ke-77 tahun, yaitu “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat” merupakan refleksi nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang mempersatukan Indonesia.

Dasar-dasar negara tersebut menuntun bangsa Indonesia untuk bersama pulih lebih cepat agar siap menghadapi tantangan global dan bangkit lebih kuat untuk siap membawa Indonesia maju.

Momentum kemerdekaan yang kita rayakan saat ini pun harus menjadi perenungan bagi diri kita ke depannya supaya kita merdeka dalam arti sesungguhnya. Merdeka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, merdeka didalam kebangkitan ekonomi, kesehatan, keadilan social dan juga berpolitik.

Apalagi sebagai generasi muda, kita harus merdeka dalam mengembangkan ide dan kreatifitas serta mendapatkan hak pendidikan akademik dan karakter untuk menjadi anak bangsa yang berwawasan, berkarakter dan memiliki idealisme serta rasa nasionalisme yang tinggi.

Kita harus mampu melepaskan diri kita dari tekanan dan kungkungan kejahatan yang tampak maupun yang tidak. Selain itu kedudukan kita sebagai ujung tombak dari perubahan harus kritis dan berani menegakkan keadilan serta memerangi kejahatan.

Selain memerdekakan diri sebagai generasi muda, kita juga perlu memerdekakan diri kita sebagai seorang perempuan. Ketika masa kolonialisme masih berkuasa di Indonesi kondisi kaum perempuan sangat memperihatinkan.

Para perempuan di masa itu tidak mendapatkan hak mereka sebagaimana mestinya. Mereka ditindas dan dianggap sebagai kaum yang sangat lemah. Sehingga tidak mengherankan lagi jika dalam status sosial di masyarakat kedudukan perempuan selalu lebih rendah daripada kaum laki-laki pada masa itu.

Di usia Indonesia yang ke-77 tahun ini, sebagai kaum perempuan kita juga harus mampu untuk terus maju supaya dapat sejajar dengan kaum adam. Perempuan harus menjadi manusia merdeka yang mampu menjadi seorang ibu, pengelola rumah tangga, dan juga dapat bekerja dan senantiasa berkarya. Kaum perempuan harus berani menyuarakan ketidakadilan, memberantas pelecehan, dan pengrusakan mental yang terjadi di dunia maya.

Kita juga harus mampu untuk mempertahankan martabat sebagai seorang perempuan supaya kita tidak lagi dianggap sebagai masyarakat kelas dua. Terakhir saya ingin menegaskan, jangan sampai pada momentum kemerdekaan Indonesia ke-77 tahun ini, kita gagal menjadi perempuan yang merdeka.

Kemerdekaan bukan sekedar euphoria belaka, namun juga mengenai bagaimana cara kita mengisi kemerdekaan itu. Hidup NKRI, Jayalah Indonesiaku, Hidup Perempuan Indonesia.
Merdeka!(*)


Penulis merupakan Fungsionaris Bidang Internal Departemen Organisasi, Informasi, dan Komunikasi Komisariat Absalom GMKI Jambi.

Tags:#Indonesia#kemerdekaan#refleksi
Share42SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

PMKRI Pematangsiantar Kota Pendidikan Tak Boleh Membiarkan Anak Belajar dalam Ketakutan

26/09/2026
Berita

Dugaan Perundungan di SMP Negeri 12 Siantar, Ketua ILAJ: Masalah Anak Tidak Boleh Dianggap Sepele

26/09/2026
Berita

Ketua ILAJ Fawer Sihite Optimis Suahasil Nazara Mampu Perkuat Tata Kelolah Keuangan Negara

25/09/2026
Berita

Bahas AI dan Manusia, Think Talk: Jangan Sampai Teknologi Mengambil Alih Cara Berpikir

23/09/2026
Berita

PIKI Peduli Hadir untuk Masyarakat Kalteng

22/09/2026
Berita

KEJAKSAAN NEGERI BATAM DORONG PENYELESAIAN TUNGGAKAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP)  SEWA PERAIRAN TERMINAL KHUSUS TAHUN 2021–2025 SEBESAR RP. 18 MILIAR

22/09/2026

Populer

Berita

PMKRI Pematangsiantar Kota Pendidikan Tak Boleh Membiarkan Anak Belajar dalam Ketakutan

26/09/2026
Pojokan

Seperti Apa Sistem Absensi yang Banyak Digunakan di Indonesia?

20/12/2022
Berita

Bahas AI dan Manusia, Think Talk: Jangan Sampai Teknologi Mengambil Alih Cara Berpikir

23/09/2026
Dialektika

Kesehatan Mental & Jiwa dalam Perspektif Sosiologi & Hukum

05/07/2022
Berita

4 Terdakwa Pembunuh Calon LC dituntut Hukuman Mati, Utusan Sarumaha Kaget dan Sebut Kliennya Tidak Sejajar dengan Terdakwa lain

07/09/2026
Berita

Hotel Patra Jasa Parapat Tidak Miliki Ijin Pengolahan Limbah

06/11/2023
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber