Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Senin, Juni 8, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEdukasi

Kesehatan Mental di Ruang Kelas

byRedaksi
27/10/2022
inEdukasi
103
SHARES
738
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Agi Purba*

PIRAMIDA.ID- Masih ingat dengan pertanyaan yang sempat saya tanyakan di pagi hari kala membuka kegiatan belajar di kelas? Hari ini masalah mental sedang dibahas di mana-mana. Insecure, overthinking, dan rasa rendah diri. Sebenarnya kehidupan ini yang semakin sulit? Atau orang-orangnya yang semakin lembek?

Semua dari kita memiliki perjalanan hidup yang beragam. Katakanlah sesederhana, ada yang bangun tidur harus mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, menyapu, mengepel, memasak nasi dan lain sebagainya. Di lain sisi, mungkin ada yang baru bangun tidur dan segala sesuatunya sudah beres dan tinggal berangkat sekolah.

Di sekolah, sukar untuk diketahui mana yang menanggung beban berat dan mana yang hidupnya sudah dijamin oleh keluarga. Tidak ada yang salah. Nasib saja yang kadang belum memihak. Beberapa kesempatan ada beberapa siswa yang membuat hati saya tersentuh, bukan karena kecerdasannya namun karena apa yang dia dapati dalam hidupnya.

Ditinggal orang tua, diabaikan keluarga, bahkan dibanding-bandingkan dengan sanak saudaranya. Bagaimana anak-anak mau dapat belajar dengan baik di sekolah, jika sumber pendidikan nomor 1 dan terdekatnya saja memperlakukannya seperti itu? Akibatnya sekolah dijadikan sebagai tempat penghapus lara dan ratapan. Pergaulan di sekolah dijadikan pelampiasan kesedihannya, dan takutnya kenakalan yang disebabkannya adalah bungkus dari penderitaannya.

Sebagai seorang guru, saya selalu mencoba untuk berkata pada diri sendiri bahwa saya tidak hanya sedang mentransfer ilmu pengetahuan, namun sedang memanusiakan manusia. Di beberapa kesempatan, saya gagal dan tersulut emosi. Di hari-hari berikutnya saya terus menyadari bahwa memahami siswa adalah proses yang sangat Panjang, namun sebenarnya begitu berarti baginya.

Keadaan yang terjadi dalam hidup mereka, mutlak berada diluar kendalinya. Ayolah, tidak ada anak yang ingin ditinggal orangtua, yang melihat bapak ibunya berpisah, atau diabaikan keluh kesahnya, Mereka tak mau! Tapi apa daya, manusia ada batas untuk berkehendak. Mari bayangkan, mungkin ada siswa kita yang lewatkan malamnya dengan aliran air mata di bantal kesayangannya.

Saat di mana dia lampiaskan sedih dan luka batinnya, yang tak terceritakan kepada siapa pun, kecuali pada malam dingin dan kesendirian. Hebatnya, besok di sekolah dia adalah orang yang berbeda penuh dengan senyum dan berlagak kuat.

Namun sekali lagi, tak bisa mengendarai motor dengan hanya menggunakan gas tanpa rem. Celaka. Permasalahan mental anak hari ini juga adalah tanggung jawab guru unuk mencoba memahaminya dengan baik melalui pendekatan-pendekatan yang diperlukan oleh anak tersebut.

Tidak muluk-muluk, hanya terus mengajar dan mengesampingkan persoalan-persoalan anak diluar pembelajaran yang sedikit banyaknya mempengaruhi performanya di kelas.

Anak, yang berperan sebagai siswa di sekolah juga tidak boleh menyalahgunakan pemahaman-pemahaman yang diberikan sebagai sebuah tameng untuk berlindung dari kesalahan-kesalahan yang mungkin sengaja diperbuat. Hal ini tekankan untuk mencegah, persoalan mental tadi dijadikan sebuah alasan-alasan untuk menutupi kemalasan atau ketidakmautahuannya terkait pembelajaran.

Niscaya, jika guru dan siswa dapat bekerjasama dengan baik di sekolah dengan menajlankan perannya sebaik-baiknya, akan tercapai proses pembelajaran yang baik dan memanusiakan manusia. Saya yakin bahwa pendidikan tidak hanya ditujukan untuk melahirkan siswa/i yang cerdas, namun sebagai sebuah wadah yang memanusiakan manusia. Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia! (10 Okober 2022)


Penulis merupakan Tenaga Pendidik di Tanjung Morawa.

Tags:#anak#kesehatanmental#pendidikan#sekolah
Share41SendShare

Related Posts

Budaya Adat di Lingkungan Masyarakat Era Modern saat ini

15/11/2025

PIRAMIDA.ID-Dalam kehidupan Masyarakat era modern, budaya adat sering kali terpinggirkan oleh pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi pada saat ini....

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita

15/07/2025

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita Oleh: Edis Galingging Geliat sektor pariwisata pacu terus pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tampaknya...

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia

20/04/2025

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th.,S.H.,MAPS 1. Menghadapi Perang Dagang Global Perang...

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global

14/04/2025

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th., S.H., MAPS Kunjungan...

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

11/04/2025

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Refleksi Mahasiswa Kristen dalam Perspektif Alkitabiah Ditulis Oleh: Fawer...

Ekonomi Indonesia di Tengah Perang Dagang Global: Perspektif Alkitabiah dan Peran Mahasiswa Kristen

01/04/2025

Ekonomi Indonesia di Tengah Perang Dagang Global: Perspektif Alkitabiah dan Peran Mahasiswa Kristen Oleh: Fawer Full Fander Sihite.,S.Th.,S.H.,MAPS Perang dagang...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

PA Simalungun dan Posbakum Perkuat Komitmen Berikan Akses Keadilan Masyarakat.

06/06/2026
Berita

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026
Berita

Jakarta Bisa Kalahkan Sampah! Komrad Pancasila Puji Gebrakan Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta Lewat Gerakan Pilah Sampah

03/06/2026
Berita

Pancasila Bukan Hanya Seremonial: Saatnya Menjadi Etika Kekuasaan dan Jalan Keadilan Rakyat

01/06/2026
Berita

KNPI Simalungun Apresiasi Pemkab Simalungun Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

31/05/2026
Berita

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026

Populer

Berita

PA Simalungun dan Posbakum Perkuat Komitmen Berikan Akses Keadilan Masyarakat.

06/06/2026
Pojokan

Asal Usul Kata Rokok di Indonesia

05/08/2022
Berita

Penyidik Polsek Bandar Huluan Dinilai Lambat” PH Tegaskan: BAP Tersangka Adalah Hak, Bukan Pemberian

29/05/2026
Berita

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026
Berita

Ketua ILAJ Fawer Sihite Minta Kapolres Simalungun & Kasat Reskrim Serius Tangani Dugaan Pungli PDAM Totap Majawa

26/05/2026
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber