Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, September 2, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

KN-LWF Indonesia, GMKI PSS, AMAN Tano Batak Gelar Diskusi: “Pemuda Untuk Hutan, Hutan Untuk Masa Depan

byCFT
01/04/2026
inBerita, Ekologi
98
SHARES
702
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID | Pematangsiantar – KN-LWF Indonesia bersama GMKI Pematangsiantar-Simalungun dan AMAN Wilayah Tano Batak menggelar diskusi (Ngopi & Nalar) dengan topik “Pemuda Untuk Hutan, Hutan Untuk Masa Depan” kegiatan ini merupakan salah satu langkah dalam menjawab kekhawatiran terkait Pentingnya pemuda dan mahasiswa dalam menjaga hutan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 31 Maret 2026 di Pematangsiantar dengan menghadirkan berbagai elemen, mulai dari Organisasi Kepemudaan dan kemahasiswaan Kota Pematangsiantar, BEM Mahasiswa di Pematangsiantar, aktivis lingkungan, dan Pemuda/I Gereja hingga masyarakat sipil yang memiliki perhatian terhadap isu keberlanjutan hutan.

Diskusi berlangsung secara interaktif dan reflektif, menjadi ruang bertukar gagasan, pengalaman, serta strategi dalam merespons berbagai persoalan kehutanan yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, perwakilan KN-LWF Indonesia ‘Mangisi Erlinda’ Peace & Justice Program Officer
KN-LWF Indonesia menegaskan bahwa “Hutan bukan sekadar sumber daya ekonomi, melainkan ruang hidup yang memiliki nilai ekologis, sosial, bahkan spiritual.”

Selanjutnya Ketua Pengurus Harian Wilayah Tano Batak ‘Jhonntoni Tarihoran’ dalam sambutannya “Hutan berfungsi sebagai penyangga kehidupan, menjaga keseimbangan iklim, serta menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat terutama masyarakat adat. Namun, realitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa hutan terus mengalami tekanan akibat eksploitasi berlebihan, alih fungsi lahan, dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada keberlanjutan.”

Terakhir, ‘Yova Ivo Cordiaz Purba’ Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun dalam sambutannya menyampaikan
“Mahasiswa/I dan pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Kesadaran ekologis harus dibangun sejak dini, dan kita sebagai generasi muda harus tampil di garis depan dalam menjaga hutan sebagai warisan kehidupan,”

Dalam sesi diskusi ‘Ketua Pengurus Harian AMAN Tano Batak sebagai pemantik pertama penyampaikan pemaparannya
“Penting hubungan erat antara hutan dan kehidupan masyarakat adat. Hutan bagi masyarakat adat bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang budaya, identitas, dan spiritualitas. Kerusakan hutan berarti hilangnya ruang hidup sekaligus ancaman terhadap eksistensi masyarakat adat itu sendiri.”

Dilanjut pemantik kedua oleh perwakilan dari KN-LWF Indonesia menyampaikan
“Hutan bukan sekadar sumber daya alam, melainkan bagian dari ciptaan Tuhan yang harus dilindungi dari segala bentuk kerusakan dan eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. Di tengah meningkatnya ancaman deforestasi, kebakaran hutan, dan krisis iklim, pemuda gereja tidak boleh bersikap diam. Pemuda harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu membangun kesadaran ekologis, menggerakkan aksi nyata, serta menjadi suara kritis terhadap berbagai kebijakan dan praktik yang merusak lingkungan.”

Pemantik terakhir Ketua GMKI-PSS menyampaikan
“Pentingnya peran mahasiswa dan pemuda sebagai kelompok intelektual yang tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga bertindak nyata. Dalam konteks krisis lingkungan, mahasiswa dan pemuda diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan melalui edukasi, advokasi, serta keterlibatan langsung dalam aksi-aksi pelestarian lingkungan.”

“Isu hutan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan keadilan sosial. Ketika hutan rusak, yang paling terdampak adalah masyarakat kecil Oleh karena itu, pemuda harus berani bersuara dan mengambil sikap,”

Dalam diskusi ini, di buka ruang sesi tanya jawab bagi peserta terkait tantangan nyata yang dihadapi dalam upaya pelestarian hutan, akibat maraknya praktik penebangan liar, ekspansi industri ekstraktif, konflik agraria, serta lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan. Agar dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dan keterlibatan generasi muda untuk menjaga hutan. Dalam sesi diskusi interaktif para peserta sepakat bahwa persoalan kehutanan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, serta komunitas adat harus bersinergi dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Diskusi ini juga menjadi momentum untuk mendorong lahirnya gerakan pemuda yang lebih terorganisir dan berkelanjutan dalam menjaga hutan. Pemuda tidak hanya didorong untuk memahami isu, tetapi juga mengambil peran konkret melalui berbagai aksi, seperti kampanye lingkungan, penanaman pohon, pengawasan terhadap praktik perusakan hutan, serta advokasi kebijakan publik.

Sebagai bagian dari komitmen bersama, kegiatan ini menghasilkan beberapa poin penting, antara lain:

  1. Mendorong peningkatan kesadaran ekologis di kalangan pemuda dan mahasiswa.
  2. Memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam isu lingkungan.
  3. Mendorong kolaborasi lintas sektor dalam upaya pelestarian hutan.
  4. Menginisiasi gerakan nyata berbasis komunitas atau personal untuk menjaga keberlanjutan hutan melalui penanaman pohon.

Kegiatan ini ditutup dengan seruan bersama bahwa masa depan hutan sangat ditentukan oleh kesadaran dan tindakan generasi muda hari ini. Hutan bukan hanya warisan dari masa lalu, tetapi juga titipan untuk generasi mendatang yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Dengan mengusung semangat “Pemuda Untuk Hutan, Hutan Untuk Masa Depan”, diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun gerakan kolektif yang lebih luas dan berdampak nyata dalam menjaga kelestarian hutan.

Share39SendShare

Related Posts

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026

PIRAMIDA.ID – Direktur Pro-Public Institute, Goklif Manurung, meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026

PIRAMIDA.ID-Tim penyidik Polda Kepri yang dipimpin oleh Iptu Yanti Harefa mendatangi lingkungan Djuwita Play Group dan memeriksa sejumlah titik yang...

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026

PIRAMIDA.ID- BATAM, Sejumlah mahasiswa di Kota Batam yang tergabung dalam Koalisi Angkatan Muda Bersatu Kota Batam akan menggelar aksi unjuk...

Bank Mandiri Jangan Berlindung di Balik “Permintaan Aparat”, Publik Berhak Tahu Dasar Hukumnya

25/08/2026

PIRAMIDA.ID- MEDAN, 25 Agustus 2026 — Polemik penundaan transaksi rekening milik Supriyono alias Botok, koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB),...

Jalin Sinergi Pendidikan, PCM Siantar Utara Studi Tiru ke Perguruan Muhammadiyah Aekkanopan

25/08/2026

PIRAMIDA.ID- AEKKANOPAN, LABURA — Senin, 24 Agustus 2026 — PCM Siantar Utara bersama Majelis Dikdasmen Siantar Utara, jajaran kepala sekolah...

KUA Siantar Utara Gercep Amankan Wakaf ummat yang belum terselesaikan

24/08/2026

PIRAMIDA.ID- Senin,24 Agustus 2026 Dalam sebuah perjalanan sejarah tentu banyak cerita dan alur yang bertambah yang terkadang menutup nilai dari sejarah...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026
Berita

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026
Berita

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026
Berita

Bank Mandiri Jangan Berlindung di Balik “Permintaan Aparat”, Publik Berhak Tahu Dasar Hukumnya

25/08/2026
Berita

Jalin Sinergi Pendidikan, PCM Siantar Utara Studi Tiru ke Perguruan Muhammadiyah Aekkanopan

25/08/2026
Berita

KUA Siantar Utara Gercep Amankan Wakaf ummat yang belum terselesaikan

24/08/2026

Populer

Berita

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026
Berita

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026
Berita

Bank Mandiri Jangan Berlindung di Balik “Permintaan Aparat”, Publik Berhak Tahu Dasar Hukumnya

25/08/2026
Berita

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
Berita

Eks Ketum GMKI Batam Apresiasi untuk Kapolda Kepri dan Bareskrim Polri: Tertibkan Pelanggaran, Lindungi Dunia Usaha yang Patuh

22/08/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber