Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Sabtu, September 19, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

KOKASI Gelar Webinar Peringatan Hari Kartini

byRedaksi
22/04/2021
inBerita
110
SHARES
786
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Rabu, 21 April, KOKASI (Komunitas Kartini Indonesia) menggelar webinar yang diselenggarakan melalui zoom dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2021. Kegiatan webinar yang dimoderatori oleh Asrida Sigiro yang merupakan salah satu founder KOKASI ini berlangsung sejak pukul 19.00 WIB.

Dalam webinar tersebut KOKASI menghadirkan narasumber-narasumber cantik dan inspiratif di kalangan perempuan, yang mengulas topik tentang “Perempuan Sebagai Agen Pembangunan Sosial di Pedesaan”. Sebelum kegiatan, webinar dibuka oleh Friska Liska Sihombing yang merupakan salah satu founder KOKASI.

Emi Lidia Nadeak yang juga merupakan salah satu founder KOKASI melantunkan sebuah puisi sebagai bentuk rasa cinta dan hormat atas jasa-jasa Ibu Raden Ajeng Kartini, yang merupakan pahlawan nasional yang berjuang sebagai pelopor kebangkitan perempuan.

Friska yang juga merupakan narasumber dalam kegiatan ini menyatakan bahwa topik diskusi ini berangkat dari kegelisahan perempuan dengan realitas kota di mana kehidupan perkotaan dipandang sebagai cita-cita daripada kembali melihat potensi yang ada di desa.

Perempuan sebagai agen pembangunan di desa bukan tidak mungkin bisa dilakukan asal mendapatkan dukungan dari stake holder dan faham patriarkis harus sudah mulai dikikis. Memahami semua gender bisa berperan membangun desa dengan kesamaan pandang dan kerjasama semua pihak. Poin pembangunan desa ini sendiri adalah untuk memajukan masyarakat dan memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat kesejahteraan daripada pembangunan yang dimaksud.

Ibu Rukmini Paata Toheke yang dikenal sebagai Perempuan Adat sekaligus Dewan AMAN Nasional yang juga merupakan narasumber pada kegiatan ini menyatakan, bahwa perempuan harus terlibat dan ikut serta dalam memahami tentang desa, perkembangan desa, demi kemajuan desa. Perempuan harus terlibat dalam tata kelola desa, menjaga habitat dan kearifan local desa, seperti ikut serta menerapkan ritual adat yang menjadi khas dari suatu desa dengan adat yang diturunkan oleh para leluhurnya.

Namun di samping itu, desa dengan adatnya juga harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini, “bukan berarti harus mengikut arus jaman”.

Demi kemajuan, masyarakat adat desa harus terbuka untuk melakukan revitalisasi dengan kebiasaan-kebiasaan ataupun mindset masyarakat yang dinilai menyimpang atau adanya perlakuan deskriminasi terhadap kaum perempuan (pada umumnya).

Seperti contoh, pada suatu daerah dengan adat yang menganggap bahwa mahar perempuan itu adalah nilai dari seorang perempuan. Masyarakat adat harus mengubah mindset masyarakatnya bahwa perempuan itu bukan dibeli dan tidak bisa dinilai dari maharnya, akan tetapi mahar itu adalah penghormatan bagi perempuan untuk menjadi ibu.

Selain itu, perempuan-perempuan desa juga harus hadir dan bersinergi dalam membangun komunitas-komunitas yang dimungkinkan dapat menjadi wadah untuk para kaum perempuan yang masih memperoleh deskriminasi. Melalui wadah tersebut, akan semakin memperluasan pergerakan perempuan untuk terlibat serta dalam pembangunan untuk perkembangan dan kemajuan suatu desa.

Ibu Dewi Kanti yang merupakan komisioner KOMNAS Perempuan, juga merupakan narasumber dalam webinar ini menyatakan, desa sebagai kekuatan bangsa memiliki peranan penting untuk kemajuan suatu bangsa dan meningkatkan kesadaran publik termasuk juga menginisiasi ruang-ruang terbuka bagi masyarakat untuk kemudian menampung aspirasi mereka terutama perempuan di desa dan mengupayakan isu itu sampai ke presiden.

Desa-desa yang menjadi kekuatan bangsa itulah yang memiliki peranan penting. Ada ratusan desa di Indonesia, yang menjadi akar-akar yang menopang perkembangan dan kemajuan negara. Bahwa di dalam pengalaman kami sebagai salah satu perempuan adat menjaga, mempertahankan ruang hidup, dan kebudayaan itu sebagai bagian dari tanggung jawab perempuan menjaga karakter bangsa.

Ibu Dewi menyatakan, Komnas Perempuan bersedia menjadi ruang pergerakan perempuan-perempuan di Indonesia demi kemajuan desa dan negara Indonesia.

Tia Lestari Sidabutar yang dikenal dengan sapaan Molly Moores yang merupakan narasumber dalam webinar tersebut, menyatakan untuk terlibat dalam kemajuan bangsa dan negara, perempuan bisa berkarya dimulai dari desa, tidak harus ke kota-kota besar. Perempuan bisa membawa perubahan dari desa.

Seperti yang Tia lakukan, mendedikasi anak-anak yang ada di desa, seperti membuka les belajar dan membimbing anak-anak untuk memahami pentingnya mengemban pendidikan. Namun hal tersebut tidak mudah dan menjadi tantangan bagi kaum perempuan yang memilih berkarya dari desa, sebab masyarat yang ada di desa notabenya adalah petani.

Orang tua masyarakat desa memiliki mindset, ikut serta membantu orang tua ke ladang (ke kebun) adalah hal yang lumrah bagi anak-anak di desa. Molly yang merupakan pencipta lagu “Rade Do Au” dengan 35 lagu lainnya, sekaligus penulis novel “Diary Cinta” dan 2 novel lainnya menyatakan, adalah perjalanan panjang untuk mengajak dan mendongkrak mindset orang tua masyarakat desa untuk memberikan kesempatan yang lebih leluasa untuk anak-anak memperoleh pendidikan, sebab anak-anak desa jugalah yang terlibat untuk kemajuan di masa mendatang.

KOKASI yang merupakan komunitas yang berdiri sejak beberapa tahun yang lalu itu, menaruh harapan, melalui webinar yang mereka selenggarakan dalam memperingati Hari Kartini tersebut, menjadi Hari Kartini yang indah untuk seluruh perempuan di Indonesia.

Hari yang mengingatkan bahwa hakikatnya masyarakat Indonesia itu setara, apapun jenis gendernya. Dan melalui webinar tersebut, pengakuan atas kesamaan hak semua gender, membuka ruang yang luas untuk perempuan-perempuan desa, untuk bisa ikut serta berkontribusi dalam membangun desa dengan pendekatan social. Sehingga perempuan-perempuan desa dengan potensinya dapat menggerakkan dirinya dan masyarakat menuju desa berdaulat dan berkeadilan.

Dukungan pemerintah desa dan lingkungan setempat dalam membangun desa dengan pendekatan sosio-humanis dengan memberdayakan perempuan desa dari hal-hal yang kecil dimungkinkan akan menciptakan desa yang maju dan berkembang. Sehingga tidak sia-sialah perjuangan Ibu Raden Ajeng Kartini dahulu dalam memperjuangkan hak-hak sosial wanita.(*)

Tags:#kokasi#Perempuan#webinarDesa
Share44SendShare

Related Posts

Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun priode 2024-2025 : Robert Hidayat Pardosi Tantang Kapolres Simalungun komitmen terkait pemberantasan judi dan narkoba 

14/09/2026

PIRAMIDA.ID- SIMALUNGUN — Demisioner Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun periode 2024–2025, Robert Hidayat Pardosi, meminta sekaligus menantang...

PMKRI Pematangsiantar Serukan Rekonsiliasi Nasional, Tegaskan Organisasi Terlalu Besar untuk Dikorbankan dalam Dualisme

10/09/2026

PIRAMIDA.ID- PEMATANGSIANTAR — Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi menyerukan penghentian eskalasi...

DITENGAH ANCAMAN KARHUTLA, DPD GMNI SOROTI DUGAAN PELANGGARAN LAHAN HCV PT LONSUM ! SERUKAN KEBERLANJUTAN EKOLOGIS SUMATERA UTARA.

08/09/2026

PIRAMIDA.ID- MEDAN — Pergerakan mahasiswa Sumatera Utara kembali membara. DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Utara menyampaikan kecaman keras...

PMKRI Cabang Pematangsiantar Gelar Camping Rohani 2026: Perkuat Iman Orang Muda dan Komitmen Ekowisata Melalui Penanaman Pohon

08/09/2026

PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar, 8 September 2026 — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi sukses menyelenggarakan...

4 Terdakwa Pembunuh Calon LC dituntut Hukuman Mati, Utusan Sarumaha Kaget dan Sebut Kliennya Tidak Sejajar dengan Terdakwa lain

07/09/2026

PIRAMIDA.ID-  Sidang pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap 4 terdakwa dalam perkara pembunuhan yaitu; Wilson Lukman alias Koko,...

Think Talk: RUU Perampasan Aset Jangan Hanya Dikejar untuk Disahkan

07/09/2026

PIRAMIDA.ID- JAKARTA — Grup Diskusi Think Talk membahas perkembangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dalam diskusi yang digelar secara daring...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun priode 2024-2025 : Robert Hidayat Pardosi Tantang Kapolres Simalungun komitmen terkait pemberantasan judi dan narkoba 

14/09/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Serukan Rekonsiliasi Nasional, Tegaskan Organisasi Terlalu Besar untuk Dikorbankan dalam Dualisme

10/09/2026
Berita

DITENGAH ANCAMAN KARHUTLA, DPD GMNI SOROTI DUGAAN PELANGGARAN LAHAN HCV PT LONSUM ! SERUKAN KEBERLANJUTAN EKOLOGIS SUMATERA UTARA.

08/09/2026
Berita

PMKRI Cabang Pematangsiantar Gelar Camping Rohani 2026: Perkuat Iman Orang Muda dan Komitmen Ekowisata Melalui Penanaman Pohon

08/09/2026
Berita

4 Terdakwa Pembunuh Calon LC dituntut Hukuman Mati, Utusan Sarumaha Kaget dan Sebut Kliennya Tidak Sejajar dengan Terdakwa lain

07/09/2026
Berita

Think Talk: RUU Perampasan Aset Jangan Hanya Dikejar untuk Disahkan

07/09/2026

Populer

Berita

Diduga Terjadi Tindakan Represif terhadap Warga; Mahasiswa Kecam Keras Sikap Subkontraktor BP Batam

07/09/2026
Edukasi

Kamus Digital Bahasa Batak ke Dalam Bahasa Indonesia

20/11/2022
ilustrasi: tirto.id/Gery
Sains

Apa itu Teori Evolusi Darwin?

27/01/2023
Berita

Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun priode 2024-2025 : Robert Hidayat Pardosi Tantang Kapolres Simalungun komitmen terkait pemberantasan judi dan narkoba 

14/09/2026
Dialektika

Pane, Keluarga Maestro dari Sipirok

20/03/2022
Berita

4 Terdakwa Pembunuh Calon LC dituntut Hukuman Mati, Utusan Sarumaha Kaget dan Sebut Kliennya Tidak Sejajar dengan Terdakwa lain

07/09/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber