Connect with us

Masukkan kata pencarian...

Pojokan

Menjelajah Bantaeng Sulsel, Ini Berbagai Destinasi Wisatanya

Kalau mau berlibur ke Bira, Bulukumba, tidak ada salahnya mampir ke Bantaeng.

Menjelajah Bantaeng Sulsel, Ini Berbagai Destinasi Wisatanya

Kecantikan Sulawesi Selatan tak hanya ada di Toraja, Makassar, atau Bulukumba. Inilah kecantikan dari Bantaeng.

Di sini ada ragam destinasi wisata, mulai dari air terjun, pegunungan, kopi hingga Situs Purba Ejayya. Bantaeng punya pesonanya tersendiri.

Perjalanan Makassar-Bantaeng bisa ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam. Anda harus melewati kabupaten dan Kota Gowa, Takalar, dan Jeneponto.

Nah, sebelum sampai ke Bantaeng, tidak ada salahnya menepi di Ujung, kecamatan terakhir Jeneponto untuk menyantap kelapa muda sambil beristirahat di tepi pantai. Satu porsi hanya Rp 15.000 saja.

Menyusuri Bantaeng bisa dimulai dari Pantai Seruni. Lokasinya ada di tengah kota, berdekatan lapangan yang jadi pusat kegiatan masyarakatnya.

Di Pantai Seruni terdapat fasilitas lapangan bola basket, jogging track, pendopo untuk berlatih menari, tempat karaoke, dan taman. Ada ikon menarik, yakni tulisan Pantai Seruni yang bisa jadi objek foto dengan latar belakang pantai.

Sore atau pagi adalah waktu terbaik. Bahkan, saat malam hari, di sepanjang pantai Seruni berjajar kafe-kafe kekinian yang asyik untuk kongkow. Kalau mau lebih ekonomis, banyak juga penjaja kaki lima dengan tampilan lebih bersih dan modern.

Kopi Toraja memang terkenal, tapi di Bantaeng pun punya beberapa kopi andalan. Traveler bisa juga mampir ke Sentra Kopi Banyorang untuk mendapatkan produk sekaligus tur pengelolaan kopi. Beberapa kopi andalannya adalah Kopi Turaya, Garumba Coffee, Bonthain coffee, dan Kopi Karaeng.

Tidak ada salahnya mampir ke Daulu yang punya brand kopi Daulu. Lokasinya di sebelah Banyorang, kurang lebih satu jam menuju Desa Pattanateang, Kecamatan Tompobulu. Selain kopi, ada beberapa daya tarik yang sayang dilewatkan mulai dari Puncak Daulu, jembatan pelangi, dan air terjun Pattanateang.

Di Puncak Daulu, pemandangan gunung berbaris terlihat megah dan mengagumkan. Ada beberapa spot terbaik untuk foto. Masuk ke kawasan tidak dipungut biaya.

Di Puncak Daulu terdapat saung yang disediakan untuk beristirahat. Nah, tidak jauh dari situ, hanya sekitar 7-10 menit berkendara, traveler bisa turun ke jembatan pelangi untuk hunting foto menarik.

Dinamakan jembatan pelangi karena tiang-tiangnya dicat warna-warni untuk menarik wisatawan. Meski lengang, tapi tetap harus waspada saat berfoto.

Tepat di bawah jembatan pelangi, mengalir sungai indah dengan beberapa air terjun yang menggoda untuk mandi di dalamnya. Cukup menuruni jalanan lewat samping jembatan selama lima menit, Anda sudah sampai di air terjun pertama.

Airnya terlihat seperti batu berlian yang memantulkan sinar matahari. Karena berada di pegunungan, airnya pun sangat segar. Di pinggiran, cukup aman untuk berenang. Kalau Anda punya nyali, bisa lompat juga dari ketinggian sekitar 5 meter.

Di kecamatan berbeda, yakni Bissappu, ada beberapa tempat menarik untuk dikunjungi. Pertama, kawasan Cagar Alam Ejayya. Bebatuan dengan ukuran gigantis tersebut berdiri amat gagah menyongsong langit.

Traveler diperbolehkan naik ke puncak Ejayya dan menyaksikan pemandangan Kota Bantaeng hingga ke laut lepasnya. Tapi ingat untuk menjaga kelestariannya dengan tidak melakukan vandalism, memindahkan, memotong, atau menghancurkan bagiannya.

Ada satu tempat yang tak kalah menarik, sungai ini berlokasi di perbatasan Bantaeng dan Gowa yang seolah membelah dua bukit. Banyaknya batu keabu-abuan berukuran besar menambah daya tarik tersendiri. Seperti grand canyon dengan sungai mengalir jernih di bawahnya. Kalau mau mandi, Anda bisa turun ke sungai, dan berjalan sebentar ke arah hulu.

Selain itu, ada banyak kolam yang luas dengan air tenang dan aman untuk berenang. Namanya Sungai Erese, berlokasi di Desa Datara, Kecamatan Tompobulu, Bantaeng.

Nah, semua keindahan itu hanya berada di kota kecil Bantaeng. Sebenarnya masih banyak tempat lagi, air terjun saja ada sekitar 19 lokasi. Jadi, kalau mau berlibur ke Bira, Bulukumba, tidak ada salahnya mampir ke Bantaeng.


sumber: Detik.com

Click to comment

Tinggalkan Komentar

Baca juga...

Sorot Publik

PIRAMIDA.ID- Veronica Koman lahir di Medan, 14 Juni 1988; umur 31 tahun adalah seorang pengacara dan pegiat hak asasi manusia (HAM) asal Indonesia yang...

Pojokan

Tia Lestari Sidabutar* PIRAMIDA.ID- Dua bulan sudah aku berada di sini. Rasanya aku telah menyatu dengan segala hal di desa ini dan nama Tiga...

Dialektika

Zaprulkhan* PIRAMIDA.ID- Apakah makna cinta sejati? Menurut Thich Nhat Hanh, dalam karya cemerlangnya “True Love”, dalam perspektif Buddisme, harus ada empat unsur untuk memenuhi...

Sopolitika

 Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- “Sejumlah kecil orang yang memiliki energi lebih besar dari masyarakatnya yang letih. Memiliki kejernihan di tengah lautan kekeruhan pikiran di sekitarnya,...

Dialektika

Yudhie Haryono* PIRAMIDA.ID- Dalam salah satu tulisan yang sangat menyentuh, (almarhum) Arief Budiman menulis, ”Seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian. Mula-mula...

Dialektika

May Luther Dewanto Sinaga* PIRAMIDA.ID- Coronakrasi? Mungkin beberapa orang akan bertanya-tanya terkait kata itu. Apa maknanya? Kenapa muncul? Dan apa pentingnya membahas kata itu?...

Pojokan

PIRAMIDA.ID– Beberapa waktu lalu, jagat laman facebook, khususnya Sumatera Utara, digegerkan dengan viralnya video (dugaan) persekusi disertai pengrusakan yang dilakukan segerombolan orang dari FPI...

Dialektika

Fitzerald Kennedy Sitorus* PIRAMIDA.ID- Saya sedang menulis buku tentang metafisika pada Kant dan Hegel. Saya mengawali bagian tentang Kant dengan cerita tentang gaya hidupnya....