Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Olimpiade Tokyo menjadi Olimpiade Bersejarah bagi Para Ibu

byRedaksi
01/08/2021
inDialektika
98
SHARES
703
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Pada Maret lalu, Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Komite Penyenggara Olimpiade Tokyo 2020 mengumumkan bahwa Olimpiade Tokyo akan menjadi “Olimpiade pertama yang berimbang secara gender dalam sejarah.”

Ketimpangan gender dalam olahraga sudah lama terjadi. Para laki-laki secara historis mendominasi olahraga papan atas selama berabad-abad, tapi sebagian berkat advokasi organisasi seperti IOC Women in Sport Commission, representasi perempuan global dalam olahraga kini lebih besar dibanding sebelumnya.

Pusat dari gerakan ini adalah peningkatan visibilitas atlet perempuan papan atas yang bersaing dan berhasil di Olimpiade, menginspirasi atlet Olimpiade perempuan masa depan di seluruh dunia. Namun, hambatan utama masih tetap ada, terutama yang dihadapi oleh para atlet yang juga menjadi ibu.

Menyusui di Olimpiade

Para ibu telah berkompetisi di Olimpiade sejak Olimpiade Paris 1900 ketika atlet perempuan pertama kali berpartisipasi. Tapi Olimpiade Tokyo 2020 telah menonjolkan hambatan yang dihadapi oleh para ibu dan para calon ibu saat mereka bersaing untuk mendapatkan tempat yang didambakan dalam daftar Olimpiade.

Informasi akurat dan kredibel bagaikan oksigen yang menyehatkan kita.

Pemain basket veteran Kanada Kim Boucher baru-baru ini membuat permohonan melalui media sosial agar diizinkan membawa putrinya yang berusia tiga bulan (yang masih menyusui) ke Tokyo. Jawaban awal panitia penyelenggara adalah tidak, mengingat pembatasan pandemi. Ketika tekanan media internasional meningkat, sikap komite berubah.

Dalam sebuah pernyataan kepada CBC, panitia mengatakan: kami memahami bahwa tidak ada anak-anak yang tinggal di Desa Olimpiade (pusat penginapan para atlet) selama Olimpiade sebelumnya. Namun demikian, mungkin ada keadaan khusus, terutama yang berkaitan dengan anak-anak bayi.“

Dengan keputusan itu, Boucher dan putrinya akan menghadiri Olimpiade bersama-sama.

Pertarungan menuju kualifikasi

Pada 2018, impian petinju Olimpiade Kanada Mandy Bujold untuk memulai sebuah keluarga menjadi kenyataan ketika putrinya lahir.

Mengetahui dia ingin bersaing di Olimpiade lainnya, Bujold mengarahkan pandangannya ke Tokyo 2020. Rencananya hampir tertunda ketika gugus tugas tinju Komite Olimpiade Internasional mengumumkan bahwa kriteria kualifikasi untuk Olimpiade Tokyo akan didasarkan pada peringkat di tiga turnamen, yang Bujold tidak berkompetisi karena kehamilannya.

Bujold melawan, membawa kasusnya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga, yang memutuskan pada 30 Juni bahwa akomodasi atau penyesuaian harus dibuat untuk perempuan yang sedang hamil atau setelah melahirkan selama periode kualifikasi.

Para ibu menciptakan gelombang

Setelah hampir dua dekade karir yang berhasil meraih enam medali emas Olimpiade selama empat Olimpiade dan kemenangan kejuaraan dunia yang tak terhitung jumlahnya, sprinter Amerika Allyson Felix bisa saja pensiun dengan warisan yang tak tertandingi di trek dan lapangan ketika dia hamil pada 2019.

Tapi dia tidak melakukannya. Sebaliknya, pemegang banyak medali emas Olimpiade ini kembali ke Tokyo untuk Olimpiade kelimanya — dan yang pertama sebagai seorang ibu.

Setelah putus dengan sponsor lama Nike, advokasi vokal Felix telah memaksa perusahaan besar untuk mempertimbangkan kembali bagaimana mereka mendukung atlet perempuan sebelum dan sesudah kehamilan.

Tak lama setelah menghadapi reaksi publik terkait perlakuannya terhadap atlet hamil seperti Felix, Nike mengumumkan kebijakan bersalin baru untuk atlet yang disponsori pada Agustus 2019. Kebijakan baru tersebut memperpanjang jumlah waktu gaji dan bonus atlet hamil tidak dapat dipotong, dari 12 menjadi 18 bulan.

Ibu lain yang membuat gebrakan dalam olahraga papan atas adalah Helen Glover, yang menjadi ibu pertama dimasukkan ke dalam tim dayung Olimpiade Inggris bulan lalu.

Yang luar biasa dari kisah Glover bukan hanya dukungan yang baru sekarang tersedia untuknya, tapi juga butuh waktu lama bagi salah satu tim nasional paling produktif dan cabang olahraga yang mendapat dana terbesar untuk mencapai tonggak sejarah ini.

Risetnya cukup jelas

Sementara partisipasi dalam olahraga elit biasanya menurun pada atlet hamil, atlet perempuan mendorong perlawanan terhadap narasi masyarakat bahwa mereka harusnya “santai” selama dan setelah kehamilan dengan memecahkan stereotip dan terus bersaing.

Karena partisipasi perempuan dalam olahraga elit telah tumbuh selama kehamilan dan periode pascapersalinan, demikian juga pemahaman kita tentang dampak kesehatan dari partisipasi olahraga elit selama ini. Penelitian ekstensif telah menunjukkan keamanan dan manfaat melakukan aktivitas fisik selama kehamilan untuk ibu dan anak.

Penelitian cukup jelas: dari pengurangan komplikasi kehamilan besar dari diabetes gestasional hingga pre-eklampsia, hingga peningkatan kesehatan mental dan hasil persalinan. Saran terbaik untuk sebagian besar individu hamil adalah agar berolahraga secara teratur.

Penelitian kami tentang dampak partisipasi olahraga elit selama dan setelah kehamilan pada hasil kesehatan dan kembali ke olahraga baru-baru ini dipublikasikan. Data ini memberikan bukti yang meyakinkan tentang keamanan partisipasi olahraga elit selama kehamilan: atlet papan atas yang menjalani kehamilan, persalinan, dan kelahiran memiliki kebugaran serupa dengan atlet papan tengah dan olahragawan, dan ada beberapa bukti pengurangan penyakit kehamilan umum, seperti nyeri punggung bawah, karena olahraga.

Sekarang kehamilan tidak lagi menandai akhir karir seorang atlet, banyak atlet elit tidak hanya kembali ke olahraga, tapi terus memecahkan rekor pribadi dan dunia sebagai ibu baru. Karena semakin banyak atlet perempuan berlatih dan bersaing di tingkat elit selama tahun-tahun reproduksi, kebijakan olahraga penting dikembangkan untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan semua atlet.(*)


The Conversation

Tags:#olahraga#olimpiade#Perempuan#sejarah
Share39SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026
Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026
Berita

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Minta DLH Pematangsiantar Periksa Penggunaan Bahan Kimia PT Bumi Sari Prima, Dorong Transparansi dan Jaminan Keamanan Produk Tepung

12/10/2026

Populer

Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Pojokan

Profesi Apoteker: Perannya Besar dan tak Sekedar Menunggui Apotek

27/09/2020
Berita

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026
Pojokan

Musik Disco, Bagaimana Asal Mula Terbentuknya?

17/05/2022
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
Ilustrasi/Akun Twitter @Nobodycorp
Pojokan

Cerpen: 1998

24/08/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus