Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, November 30, 2025
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
Home Pojokan

Pesan Tersembunyi Ki Narto Sabdo Dalam Lagu Kelinci Ucul

by Redaksi
23/09/2020
in Pojokan
416
SHARES
3k
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Pra Noto*

PIRAMIDA.ID- “La jebulane grusa grusu, keburu nafsu. Wekasane montang manting, ragate akeh, aku dewe kang kebanting” (Ah ternyata, tergesa-gesa terburu nafsu. Akhirnya pontang-panting biaya banyak. Aku sendiri yang rugi).

Demikianlah sepenggal bait akhir dari lirik lagu Kelinci Ucul, ciptaan Alm Ki Narto Sabdo.

Raja Dalang Nusantara itu tentu saja menitipkan sebuah pesan tersembunyi yang multitafsir. Berbagai penafsiran mungkin dapat dikerucutkan pada 1 titik, yakni jati diri.

Bahwa nafsu tidak akan hilang dari diri manusia, ia akan terus liar bagai kelinci yang lepas di hutan. Sebagian besar menuduh nafsu selalu membawa malapetaka, padahal tanpa nafsu, gairah hidup akan hampa.

Tidaklah sia-sia apa yang diciptakan-Nya, begitupun nafsu.

Hanya saja, pengembaraan manusia memang dipenuhi dinamika yang membuatnya akan terus bergulat dengan kenyataan dan harapan.

Ki Narto Sabdo begitu arif dalam menyampaikan gagasan intelektualnya; bahwa dengan sikap waspada, manusia dapat menemui kesejatian dalam pengembaraannya di dunia. Bukankah kita kerap kali lebih mengedepankan keinginan lahiriah?

Segala daya upaya kita lakukan demi mewujudkannya, bahkan terkadang melalui jalan pintas yang kemudian kita anggap menjadi sebuah “kepantasan”. Keinginan berlebihan itulah yang pada akhirnya membuat jiwa seseorang menemui kebingungan, kegelisahan, merasa kehilangan, dan cenderung materialistis.

Kajian kritis Ki Narto Sabdo dalam lagu ini masih relevan dengan apa yang terjadi dalam pembangunan kultur masyarakat modern kini. Kebanyakan dari informasi perlahan menjerumuskan manusia ke dalam lembah kebingungan. Alih-alih informasi itu bermanfaat, ia justru kian menuntun seseorang menuju kegelapan.

Sejatinya, manusia adalah makhluk yang tersesat, maka ia sangat membutuhkan petunjuk cahaya dalam hatinya. Ini penting, agar manusia eling lan waspodo (ingat dan waspada) terhadap perjanjian dirinya dengan Tuhan-nya. Puncaknya, proses pencarian diri atas petunjuk cahaya firman, akan menghidarkan manusia dari kerugian.

Almarhum Ki Narto Sabdo, pria Jawa kelahiran 25 Agustus 1925, adalah seorang dalang terbaik yang pernah dimiliki bumi nusantara, di mana ia tak lupa juga ‘menciptakan ‘seniman-seniman wayang kulit terbaik yang kini mewarisinya, yakni sosok Ki Manteb Sudarsono.

Bahwa esensi seni dan musik bukan berhenti pada hiburan semata, melainkan apakah penciptanya dan penikmatnya dapat saling berdialektika dan berdiskusi dalam hanyut alunan musik dan syair.


Penulis merupakan praktisi hukum. Memiliki minat dalam jurnalistik dan tema kebudayaan.

Tags: #Budaya#dalang#jawa#nusantara#refleksi
Share166SendShare

Related Posts

Asal-usul Permainan Tradisional Anak-anak

12/07/2023

PIRAMIDA.ID- Anda merasa jenuh dengan bermain dengan gim di ponsel dan laptop? Terlalu lama bermain gim bisa menyebabkan kerusakan mata akibat...

Mengapa ada Tujuh Hari dalam Seminggu?

11/07/2023

PIRAMIDA.ID- Akhir pekan selalu tak kunjung tiba, kita harus menunggu enam hari penuh antara Senin dan Sabtu. Satu minggu itu...

Ini Medan, Bung!

05/03/2023

Supriadi Harja* PIRAMIDA.ID- Aku lupa, kapan aku pernah mengenal orang ini. Begitu melihatku, ia memperkenalkan diri. Namanya Pak Sukri. Namun...

Seperti Apa Sistem Absensi yang Banyak Digunakan di Indonesia?

20/12/2022

PIRAMIDA.ID- Aset terbesar perusahaan adalah karyawan. Tanpa karyawan, perusahaan tidak akan dapat mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai tujuannya, human resources...

Mimpi

07/12/2022

Billie Gregorine* PIRAMIDA.ID- Semua orang sekiranya pastilah pernah bermimpi. Sambil rebahan, sayup-sayup kudengar lagu dari Nadin Hamizah yang judulnya 'Rumpang'....

Mengantongi Ragam Cerita dari Tanah Papua

04/09/2022

Oleh: Roberto Duma Buladja* PIRAMIDA.ID- Konsultasi Nasional (Konas) GMKI berlangsung pada 23–27 Agustus 2022 di Jayapura, tanah Papua. Kurang lebih...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

GMKI Wilayah II: Keracunan MBG dan Krisis Pendidikan Sumsel Adalah Alarm Darurat bagi Negara

27/11/2025
Berita

Tokoh Pemuda Simalungun, Andro Saragih: Minta Kapolres Usut Aksi Demo yang Diduga Sengaja Ganggu Pesta Rakyat Tuan Rondahaim

26/11/2025
Berita

Viral Kritik Sumbangan Natal Ke Palestina: Langkah Maruarar Sirait Adalah Dukungan Kemanusiaan Dan Kebangsaan Bagi Palestina

26/11/2025
Berita

KNPI Simalungun Apresiasi Acara Pesta Rakyat Tuan Rondahaim, Sabaruddin: Terimakasih Pak JR. Saragih dan Bungaran Saragih

26/11/2025
Berita

Edis Galingging Desak Kejaksaan Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah KNPI Simalungun Palsu

26/11/2025
Berita

Dorong Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang inklusif untuk Penyandang Disabilitas, IRMI dan FRM Gelar Ruang Dialog Bersama BPJS Ketenagakerjaan

25/11/2025

Populer

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini berita bola danau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini berita bola danau tobasumber

xnxx
xnxx
xnxx
xnxx