Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Seabad Soeharto: Selain Kontroversinya, Ada Siasat Politik Cerdik

byRedaksi
19/06/2021
inDialektika
103
SHARES
737
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- 8 Juni satu abad lalu di Bantul, lahirlah sang jenderal yang suka tersenyum, atau biasa dikenal sebagai Soeharto. Ia mengawali karirnya dengan latar belakang militer, sehingga bidang politik bukanlah keahliannya.

Pada 1967 pun Soeharto enggan untuk menjadi presiden menggantikan Sukarno ketika ditawari MPRS.

Alasannya, ia merasa dekat dengan Sukarno, dan menganggapnya sebagai pelindung. Walau tak sepaham dengan PKI, Soeharto merasa jika dirinya menerima jabatan itu seolah menjadi lawan politik Sukarno. Walau demikian, Soeharto selanjutnya mengalihkan kemudinya untuk memangku jabatan sebagai presiden.

Selama menjabat presiden—terlepas dari kontroversinya terkait isu HAM—ia memiliki pemikiran gemilang untuk membangun struktur pemerintahannya. Hal itu diungkap oleh serjawan David Reeves dalam bukunya, GOLKAR, Sejarah yang Hilang: Akar Pemikiran & Dinamika.

Soeharto mengadopsi sistem Golongan Karya atau Golkar untuk memperkuat kuasanya sebagai presiden. Sistem ini sebenarnya sudah diwacanakan Sukarno.

Tatanan kepemerintahan Soeharto memanfaatkan Golkar (Golongan Karya) yang pada masanya bukan sebagai partai politik. Golkar, sesuai namanya, hanyalah golongan untuk menampung gagasan dan aspirasi masyarakat, yang kemudian dijadikan alat bagi Soeharto

Reeves menjelaskan lebih lanjut dalam webinar Evolusi Golkar dan Seabad Soeharto yang diadakan Karavan Cendikia dan Komunitas Bambu, Selasa (08/05/2021).

“Golkar adalah alat, Suhato bukan pendirinya dan penciptanya, Soeharto tidak begitu tertarik dengan konsep awal yang dicetuskan Supomo, Sukarno, dan lainnya,” ujarnya.

“Mungkin tidak begitu dihargainya. Saya untuk makan punya sendok garpu dan pisau. Saya kalau punya museum tidak akan memasukannya ke dalam museum. Bagi Soehartogolkar adalah alat, jadi tidak begitu penting untuk diingat,” tambahnya.

Golkar sendiri pada awalnya berdiri berkat pemikiran beberapa intelektual yang tidak menyukai sistem partai. Beberapa tokoh itu antara lain Sukarno, Ki Hajar Dewantara, dan A.H Nasution. Bahkan pada 1945, Supomo yang menciptakan konsep UUD tak menyebutkan partai melainkan golongan sebagai perwakilan rakyat.

Pada 1950-an, Sukarno mencetuskan konsep itu tentang golongan fungsionil atau golongan karya, untuk melemahkan partai-partai yang terbentuk sejak awal revolusi kemerdekaan. Tetapi TNI AD–dibawah AH Nasution,dengan cepat membangun organisasi-organisasi yang dipikirkan Sukarno.

“Untuk membela dirinya, Sukarno kembali pada partai-partai dengan konsep NASAKOM yang mengesahkan kembali sistem partai di Indonesia. Anehnya dia yang anti-partai berubah jadi pro partai,” terang Reeves.

Golongan karya ini selanjutnya menjadi kontrol para pekerja, salah satunya dengan SOKSI, untuk menandingi SOBSI yang berafiliasi kiri dan menentang pemilik modal. “Tentu saja ABRI sudah menjadi majikan besar sejak nasionalisasi perusahaan pada akhir 50-an,” kata Reeves.

Konsep melemahkan partai dan menggunakan golongan karya ini dilakukan oleh Soeharto yang berlatar militer. Banyak tokoh pemikir awal Orde Baru untuk menyarankan berbagai sistem politik lain, seperti membangun aliansi antara ABRI dengan masyarakat sipil maupun partai.

Langkah Soeharto mengadopsi konsep Golkar ini dianggap sebagai ide briilian oleh Reeves. Karena konsep ini tidak terpikir sebelumnya untuk menjaga stabilitas politik. Hal itu terbukti dengan kesuksesan Golkar pada pemilu 1971.

Reeves juga mengkritik mengenai adopsi konsep Golkar pada Soeharto ini. Pada masa sebelumnya saat ada pemilu, rakyat bisa memilih wakilnya dengan dwi-coblos. Coblos pertama adalah untuk partai, dan coblos kedua untuk memilih wakil kalangannya di golongan karya.

“aspek perwakilan tidak pernah diperhatikan oleh Soeharto. Tidak ada usahanya dalam pemilu. Pemilih [semestinya] bisa memilih golongannya untuk wakil tani, wakil buruh, dan sebagainya,” terang Reeves.

“Dalam Pemilu, orang langsung memilih Golkar sebagai kesatuan, bukan golongan-golongan karyanya. Mereka memilih daftar calon yang tentunya sudah ditentukan pusat Golkar dan pembinanya, Soeharto.”(*)


National Geographic Indonesia

Tags:#100tahun#soehartoPresiden
Share41SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Terdakwa Kim Dong Gyun Tidak Ditahan Dan Hanya Dituntut 1 Tahun 6 Bulan oleh JPU Kejari Batam, Dalam Kasus Ledakan Kapal di PT ASL

07/08/2026
Berita

Pasca RDPU Dengan DPRD Kota Batam, LBH No Viral No Justice Sebut Orang Kristen Mudah Pindah Agama

06/08/2026
Berita

Hakim PN Batam, Meneik Latuputty Anjurkan Pemohon Dan Termohon Gunakan Toga Advokat Dalam Sidang Praperadilan

03/08/2026
Berita

Kasat Resnarkoba Polres Pematangsiantar Disorot, Dugaan Bandar Narkoba Masih Bebas Beroperasi

02/08/2026
Berita

MUSYRAN DAN PEMILU PERTAMA KETUA UMUM IPM kids SD Muhammadiyah 03 pematangasiantar

02/08/2026
Berita

Korban Penganiayaan Dari Seorang Istri Bhayangkara Polda Kepri Merasa Kecewa dan sebut ada privillage pada Terdakwa yang Dituntut 2 Bulan Penjara. Pricilla; Sepertinya Ada Keistimewaan Khusus, Mungkin Karena Suaminya Polisi?

31/07/2026

Populer

Berita

Pasca RDPU Dengan DPRD Kota Batam, LBH No Viral No Justice Sebut Orang Kristen Mudah Pindah Agama

06/08/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

MUSYRAN DAN PEMILU PERTAMA KETUA UMUM IPM kids SD Muhammadiyah 03 pematangasiantar

02/08/2026
Berita

Hakim PN Batam, Meneik Latuputty Anjurkan Pemohon Dan Termohon Gunakan Toga Advokat Dalam Sidang Praperadilan

03/08/2026
Berita

Kasat Resnarkoba Polres Pematangsiantar Disorot, Dugaan Bandar Narkoba Masih Bebas Beroperasi

02/08/2026
Berita

Terdakwa Kim Dong Gyun Tidak Ditahan Dan Hanya Dituntut 1 Tahun 6 Bulan oleh JPU Kejari Batam, Dalam Kasus Ledakan Kapal di PT ASL

07/08/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber