Connect with us

Masukkan kata pencarian...

Pojokan

Sisi Unik Bung Karno

Tommy Leonardus Sinaga*

PIRAMIDA.ID- Siapa lagi di antara kita yang tidak kenal dengan Soekarno? Iya, beliau merupakan Presiden pertama di Republik ini. Beliau sangat disegani oleh banyak orang – termasuk penjajah pada masa itu – karena kepribadiannya yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pemikiran-pemikiran brilian yang datang dari dirinya dan beliau juga merupakan seorang orator ulung serta pemimpin revolusi. Meskipun sangat disegani karena memiliki kecerdasan di atas rata-rata, ternyata beliau juga memiliki sisi unik dan lucu.

Maka dari itu penulis akan mencoba mengulas mengenai sisi unik dari Presiden pertama Indonesia ini.

Soekarno pada saat kecil tergolong anak yang bandal, pemberani, dan suka berkelahi. Ketiga hal itu sangat melekat dalam diri Soekarno kecil. Selain itu beliau juga memiliki sense of art (jiwa seni) yang tinggi. Sifat suka berkelahinya juga ditunjukkan dengan seringnya Soekarno kecil “menghajar” dan berkelahi dengan anak-anak Belanda.

Bahkan Soekarno kecil selalu menang dan menganggap anak-anak Belanda cengeng dan manja.

Karena karakternya yang suka berkelahi itulah Soekarno kecil dijuluki “jagoan” oleh teman-temannya. Dan karakter itulah yang melekat dalam diri Soekarno hingga dewasa sehingga beliau tidak kenal takut dan menjadi Proklamator bangsa ini.

Soekarno juga memiliki kebiasaan yang unik dalam hal makan, ia terkenal cepat ketika makan. Kebiasaan makan cepat ini sudah ditanamkan Bung Karno sejak muda, yakni ketika ia keluar masuk penjara karena dianggap melakukan perlawanan. Selama dipenjara beliau dipaksa cepat makan dalam kurun waktu 5 menit. Sejak saat itulah  beliau terbiasa makan cepat. Bahkan ketika beliau sudah menjadi Presiden sekalipun, kebiasaan makan cepat itu tetap melekat.

Semasa menjadi Presiden, Bung Karno juga pernah mengalami kejadian yang sangat lucu, di mana pada saat pulang dari Jepang, Bung Karno bersama rekannya (termasuk Bung Hatta) terpaksa menumpang pesawat pengebom yang sudah tua dan penuh dengan lubang peluru. Dalam pesawat itu tidak ada tempat duduk sehingga membuat Bung Karno dan rekannya terpaksa berdiri.

Di saat kondisi berdiri tiba-tiba Bung Karno ingin buang air kecil, dan sialnya pesawat itu tidak memiliki toilet. Hal ini tidak mematahkan keinginannya untuk buang air kecil, beliau kemudian pergi menuju belakang pesawat untuk buang air kecil.

Ternyata Bung Karno tidak menyadari bahwa angin begitu kencang menerbangkan air seninya ke seluruh ruangan lewat lubang bekas peluru tempat ia buang hajat, sehingga membuat Bung Hatta beserta rekannya yang lain  basah terkena air seni Bung Karno.

Dalam keadaan setengah basah itulah para pejuang bangsa itu mendarat dan kejadian itu membuat rekan Bung Karno ketawa terpingkal-pingkal.

Meskipun memiliki pergaulan skala internasional dan sering melakukan kunjungan ke berbagai negara tidak membuat Soekarno menjadi penggemar minuman beralkohol, ini karena beliau memegang teguh prinsip “tidak minum alkohol di mana pun dan kapan pun”.

Namun sebaliknya, Bung Karno justru sangat gemar terhadap seni tari (dansa), seni musik dan seni lukis. Ternyata prinsip yang dipegang teguh oleh Bung Karno sangat dihormati temannya, di mana suatu ketika Bung Karno diundang dalam acara reuni di suatu negara, dalam acara  tersebut hidangan yang tersedia berbagai macam minuman beralkohol namun beliau hanya memesan air jeruk. Dan karena terkenal sebagai sosok yang anti alkohol, di beberapa pertemuan Soekarno tidak pernah disuguhkan alkohol melainkan air jeruk.

Selain itu, Bung Karno juga terkenal dengan kata-kata nya yang memukau. Ya, setiap beliau berpidato atau di dalam tulisannya pasti selalu terdapat kata-kata yang mengandung makna yang mendalam. Contoh kata-kata memukaunya, yaitu “Jadikanlah deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden pun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat, dan di atas segalanya itu adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”

Dari kebiasaan ini ternyata cukup banyak para lawan-lawan Soekarno yang sudah takut duluan mendengar nama beliau ketimbang berhadapan langsung dengannya. Karena bagi mereka untaian kata yang dikeluarkan Bung Karno bagaikan petir yang menakutkan, dan bagaikan raungan singa yang langsung membuat para musuhnya gentar.

Selain memiliki kepribadian yang tegas, cerdas, dihormati banyak orang serta memiliki jiwa humor, di mata keluarga terkhusus di mata para istrinya Bung Karno, beliau dikenal memiliki jiwa yang romantis. Sisi romantik Bung Karno terlihat ketika beliau berkirim surat kepada istrinya di kala posisinya jauh maupun ketika beliau berada dekat dengan istrinya.

Bukti romantisme Bung Karno terlihat dalam surat yang ia tujukan kepada salah satu istrinya, yaitu Ratna Sari Dewi.

“Dari ribuan dara di dunia, kumuliakan engkau sebagai Dewi ku. Ku puja engkau dengan nyanyian mulia, kembang dan setanggi dupa hatiku.” Iya, begitulah cara Bung Karno membesarkan hati para istrinya, ia mencintai mereka dengan cara jantan dan juga sangat santun.

Sifat Bung Karno yang pemberani dan juga sedikit “usil” ketika kecil ternyata pernah diperlihatkannya terhadap Amerika ketika beliau menjadi presiden. Di mana pada masa itu Amerika “dikerjain” habis-habisan oleh beliau. Ceritanya begini, saat itu pesawat tempur milik Amerika mengudara di kawasan Indonesia. Sadar bahwa negerinya sedang dimata-matai, kemudian Soekarno memerintahkan untuk menembak jatuh pesawat milik Amerika tersebut.

Akhirnya pilot dari pesawat itu ditahan oleh pemerintah Indonesia. Penahanan pilot itu bukan tanpa alasan. Bung Karno menahan pilot itu karena dianggap memiliki informasi penting tentang Amerika, terlebih saat itu sedang “panas” melihat Indonesia. Amerika kocar-kacir dan memohon agar pilot tersebut dibebaskan, namun tidak semudah itu untuk bernegosiasi dengan Bung Karno.

Penahanan pilot itu berlangsung selama 3 tahun lamanya. Singkat cerita, akhirnya Bung Karno mulai mengerjai Amerika dengan cara ia membebaskan pilot tersebut, namun harus dibayar mahal oleh Amerika, karena tidak punya pilihan lain akhirnya Amerika melayani permainan Bung Karno dan menyanggupi permintaannya.

Salah satu kesepakatan dari pelepasan pilot itu adalah Amerika harus memberikan 10 pesawat Hercules keluaran terbaru secara gratis kepada Indonesia. Selain mendapat keuntungan dari pemberian Amerika, ternyata Bung Karno juga mendapat keuntungan informasi mengenai Amerika dari pilot tersebut dan mengantongi kartu AS dari pemerintahan Amerika pada saat itu.

Selain terkenal mahir dalam percaturan politik serta memiliki pribadi yang cerdas secara akademik, banyak kalangan masyarakat yang beranggapan bahwa Bung Karno memiliki “kesaktian” dalam dirinya. Ada yang menyebut bahwa tongkat komando yang selalu menemani aktifitas kenegaraannya memiliki daya “magis”, namun ini belum terbukti kebenarannya.

Selain itu salah satu bukti kesaktian Bung Karno, yaitu pada saat ia selamat dari percobaan pembunuhan yang dilakukan terhadapnya, di mana seseorang tiba-tiba berusaha menembak Bung Karno dengan jarak yang cukup dekat (sekitar 3-4 meter). Menurut pengakuan pelaku – yang setelah kejadian ditahan dan diadili – saat dia melakukan aksinya tiba-tiba dirinya menjadi linglung dan menurut pandangannya, Bung Karno membelah diri menjadi 5 bagian.

Hal itulah yang membuat pelurunya meleset tidak mengenai Bung Karno.

Namun yang jadi pertanyaan, mengapa Bung Karno terkenal memiliki “kesaktian”?

Hal ini tidak terlepas karena beliau sering melakukan kontemplasi dan selain itu masyarakat juga percaya bahwa leluhur Bung Karno diyakini ialah orang yang sakti –Bung Karno lahir bukan dari golongan orang biasa – yang menyebabkan Bung Karno diyakini memiliki “kesaktian”.

Sebenarnya masih banyak sisi unik dan lucu dari Bung Karno, tapi penulis memutuskan untuk mengulasnya sampai di sini saja. Penulis mengulas sisi unik Bung Karno bertujuan untuk mengenang kepribadian beliau semasa hidupnya, di mana pada saat ini (06 Juni) merupakan hari lahir Bung Karno.

Dirgahayu Bung!!

Semoga tidur abadimu nyenyak dan semoga api semangat perjuanganmu tetap hidup meski raga mu telah tiada.

Salam.


Penulis merupakan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum Universitas Simalungun. Aktif di organisasi GMNI Cab. Pematangsiantar.

Click to comment

Tinggalkan Komentar

Baca juga...

Sorot Publik

PIRAMIDA.ID- Veronica Koman lahir di Medan, 14 Juni 1988; umur 31 tahun adalah seorang pengacara dan pegiat hak asasi manusia (HAM) asal Indonesia yang...

Pojokan

Tia Lestari Sidabutar* PIRAMIDA.ID- Dua bulan sudah aku berada di sini. Rasanya aku telah menyatu dengan segala hal di desa ini dan nama Tiga...

Dialektika

Zaprulkhan* PIRAMIDA.ID- Apakah makna cinta sejati? Menurut Thich Nhat Hanh, dalam karya cemerlangnya “True Love”, dalam perspektif Buddisme, harus ada empat unsur untuk memenuhi...

Sopolitika

 Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- “Sejumlah kecil orang yang memiliki energi lebih besar dari masyarakatnya yang letih. Memiliki kejernihan di tengah lautan kekeruhan pikiran di sekitarnya,...

Dialektika

Yudhie Haryono* PIRAMIDA.ID- Dalam salah satu tulisan yang sangat menyentuh, (almarhum) Arief Budiman menulis, ”Seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian. Mula-mula...

Dialektika

May Luther Dewanto Sinaga* PIRAMIDA.ID- Coronakrasi? Mungkin beberapa orang akan bertanya-tanya terkait kata itu. Apa maknanya? Kenapa muncul? Dan apa pentingnya membahas kata itu?...

Pojokan

PIRAMIDA.ID– Beberapa waktu lalu, jagat laman facebook, khususnya Sumatera Utara, digegerkan dengan viralnya video (dugaan) persekusi disertai pengrusakan yang dilakukan segerombolan orang dari FPI...

Dialektika

Fitzerald Kennedy Sitorus* PIRAMIDA.ID- Saya sedang menulis buku tentang metafisika pada Kant dan Hegel. Saya mengawali bagian tentang Kant dengan cerita tentang gaya hidupnya....