Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Juli 19, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeSorot Publik

Tanggung Jawab Etis di Tengah Derita Ibu Pertiwi

byRedaksi
19/01/2021
inSorot Publik
Ilustrasi: Bencana/Stefan Keller/Pixabay

Ilustrasi: Bencana/Stefan Keller/Pixabay

101
SHARES
718
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Defri Natan*

PIRAMIDA.ID- Belum usai bencana besar akibat pandemi Covid-19 melanda Indonesia sejak awal tahun 2020 lalu, kini ibu pertiwi kembali menanggung beban berat di pundaknya. Rentetan peristiwa di awal tahun 2021 tengah menguji mental bangsa ini.

Mulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, gempa bumi di Sulawesi Barat, banjir di Kalimantan Selatan, sampai longsor di beberapa wilayah lain membuat nyawa orang-orang tercinta melayang. Harta dan benda lenyap.

Berdasarkan data manifest, ada 62 orang yang terdaftar pada pesawat Sriwijaya Air SJ 182 penerbangan Jakarta-Pontianak yang jatuh pada Sabtu (9/1). Pada peristiwa lain, laporan Pusat Pengendali Operasi BNPB per-tanggal 16 Januari 2021, tercatat sebanyak empat puluh dua orang tewas akibat gempa di Sulbar yang berkekuatan 6,2 magnitudo itu (15/1) dan 189 orang harus dirawat.

Bersamaan dengan peristiwa itu, banjir melanda beberapa wilayah di Kalsel (15/1) juga menelan korban jiwa. Di mana ada tujuh orang yang meninggal dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang. Sederetan peristiwa itu, kemudian menimbulkan trauma yang dalam serta kerugian yang tak terhitung jumlahnya, yang kemudian mengundang simpati dan empati di antara sesama anak bangsa.

Tanpa dikomando, berbagai aksi penggalangan dana yang diinisiasi berbagai kalangan untuk disumbangkan bagi para korban selamat, mulai bermunculan dan meramaikan kanal-kanal media sosial, bahkan media mainstream. Semua dana yang terkumpul kemudian disumbangkan secara langsung atau melalui pemerintah maupun NGO (Non-Governmental Organisation) yang memiliki akses ke lokasi bencana.

Tak jarang, mereka melibatkan diri menjadi relawan yang tanpa kenal lelah membantu para korban di lokasi bencana. Sedangkan yang lainnya, melakukan koordinasi jarak jauh. Mereka melakukan itu semua tanpa pamrih. Bahkan mengabaikan keselamatan diri sendiri. Budaya tolong-menolong atau gotong royong seolah menjadi nadi bangsa ini. Sikap dan tindakan semacam itu merupakan sebuah tanggung jawab yang etis.

Tanggung jawab etis

Tanggung jawab etis merupakan tindakan untuk bertanggung jawab kepada orang lain. Emmanuel Levinas, seorang filsuf Prancis dalam filsafat etisnya mengatakan bahwa tindakan manusia yang etis adalah mau memberi diri untuk membantu orang lain keluar dari penderitaan mereka.

Bagi Levinas, setiap “wajah” manusia merupakan jejak dari “Yang Tak Terbatas” atau menurut Descartes, “Yang Tak Terbatas” itu adalah Tuhan (Lusi, 2020). Wajah di sini bukan lah rupa fisik yang selalu didambakan kaum lelaki atau perempuan yang sedang mencari teman kencan atau memandang orang lain karena status pekerjaannya, melainkan melampaui penginderaan manusia.

Wajah itu bersifat transenden. Wajah itu kemudian menghantui, merapuhkan batin dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Wajah itu “tergambar” pada para keluarga dari korban jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182, korban selamat dari gempa di Sulbar, banjir di Kalsel dan longsor di wilayah lain di tanah air. Kehadiran wajah-wajah itu seolah menuntut kita untuk mengambil tanggung jawab atas penderitaan mereka, yang pada akhirnya memungkinkan kita untuk menata dan menguatkan kembali kondisi batin kita yang sempat dibuat rapuh olehnya.

Namun sebaliknya, eksistensi kita akan terancam jika menghindari tanggung jawab tersebut. Kita bisa saja lari darinya, tetapi wajah itu akan terus menghantui dan menuntut tanggung jawab kita.

Membantu orang lain untuk keluar dari penderitaan yang mereka alami, sama halnya dengan menguatkan dan menata kembali batin kita. Kita seolah tidak bisa lari dan melupakan begitu saja “wajah” itu.

Maka tidak mengherankan, jika banyak orang yang tergerak hatinya dan mau terlibat dalam misi mulia itu. Mulai dari penggalangan dana sampai mendistribusikannya kepada korban melalui wadah-wadah dan sarana yang ada. Bahkan, tidak memperdulikan kondisi ekonomi dan keselamatan nyawanya sendiri demi keselamatan orang lain.

Meskipun demikian, tanggung jawab etis itu tidak selalu dimaknai dengan tindakan-tindakan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Di mana setiap orang harus menyumbang uang dan harta bendanya untuk para korban atau menjadi relawan yang stand by 24 jam di lokasi bencana. Hal itu janganlah dipaksakan bila kondisinya tidak memungkinkan.

Sebab, tanggung jawab etis itu juga ada pada mereka yang turut merasakan (empati) penderitaan orang lain atau wajah (jejak “Yang Tak Terbatas”) itu dan mendoakan mereka. Bukan saja pada para korban, tetapi bagi orang-orang yang ikut dalam “misi mulia” itu, meski tidak mengenal siapa mereka.

Indonesia adalah bangsa yang besar, tentu masalah yang dimilikinya besar pula. Di samping itu, sebagian besar wilayah Indonesia berada di daerah sabuk gempa pasifik (ring of fire) yang rentan mengalami bencana alam seperti gempa dan letusan gunung berapi.

Belum lagi, ulah orang-orang yang tidak bertanggung yang seenaknya merusak alam, korupsi, ujaran kebencian dan lain sebagainya. Tindakan yang kurang bertanggung jawab seperti itu membuat ibu pertiwi semakin sengsara.

Tindakan demikian tidaklah etis, bahkan jauh dari tanggung jawab etis. Tindakan demikian hanya mementingkan diri sendiri, tanpa memperdulikan nasib orang lain atau “wajah-wajah” yang akan menanggung dampak kerusakan alam kelak.

Tanggung jawab etis dapat dimulai dengan melakukan hal-hal yang kecil tetapi memberikan dampak yang berarti. Misalnya, turut merasakan penderitaan orang lain dan mendoakan mereka. Jika memungkinkan, kita juga bisa melakukan tindakan-tindakan yang jauh lagi, asal masih dapat kita jangkau.

Sedangkan, melakukan tindakan-tindakan yang hanya mementingkan diri sendiri dan tidak peduli dengan penderitaan orang lain, hanya menimbulkan kerapuhan pada batin kita. Sebab “wajah” itu akan terus menghantui dan menuntut tanggung jawab kita.

Oleh karenanya, budaya tolong-menolong atau gotong royong yang didasari oleh tanggung jawab etis, mestilah terus ada di negeri ini. Sehingga, ibu pertiwi tidak terus-terusan menangis menanggung beratnya beban yang ada di pundaknya. Ya, setidaknya dia bisa sedikit tersenyum.(*)

Daftar Pustaka:

Lusi, S., S. (2020). Memahami Filsafat Etis Emmanuel Levinas: bahan diskusi komunitas filsafat GMKI Salatiga. Salatiga: CCTD-UKSW.


Penulis merupakan mahasiswa program studi S1 Psikologi di UKSW Salatiga dan aktif di Komunitas FIlsafat GMKI cabang Salatiga.

Tags:#bencana#ibupertiwi#moral#tanggungjawab
Share40SendShare

Related Posts

Tak Tanggung-tanggung, Masyarakat Serbalawan Perbaiki Tribun Lapangan Dobana

03/07/2026

PIRAMIDA.ID- Setelah memperbaiki lokasi Tiang Bendera, saat ini masyarakat kelurahan Serbalawan, kecamatan Dolok Batu Nanggar (Dobana) kembali memperbaiki Atap Tribun...

PMKRI Pematangsiantar Sukses Gelar MPAB 2026: Momentum Penguatan Kaderisasi Baru

25/05/2026

PIRAMIDA.ID-​SIMALUNGUN – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi sukses menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru...

Ketua ILAJ Soroti Jalan Rusak di Pagagan Hilir, Bupati Dairi: “Kenapa Disebut Tutup Mata?”

10/05/2026

PIRAMIDA.ID - Kecamatan Pagagan Hilir kembali menjadi sorotan akibat kondisi jalan rusak yang dinilai membahayakan masyarakat. Kerusakan terjadi di sejumlah ruas...

Komjen Pol Ridwan Zulkarnaen Panca Putra Jadi Kalemdiklat Polri, Ketua ILAJ: Dimana Saja Beliau Pasti Cemerlang

10/05/2026

PIRAMIDA.ID - Ketua Institute Law And Justice (ILAJ) Fawer Full Fander Sihite memberikan apresiasi atas pelantikan Komjen Pol Drs Ridwan...

Refleksi 800 Tahun Santo Fransiskus: PMKRI Pematangsiantar Ajak Generasi Muda Hidupi Kesederhanaan dan Cinta Lingkungan

10/05/2026

PIRAMIDA.ID-PEMATANGSIANTAR — Dalam semangat memperingati 800 tahun perjalanan spiritual Santo Fransiskus dari Assisi, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang...

ILAJ Desak Dirut PTPN IV PalmCo Copot Regional Head Budi Susanto, Dinilai Lindungi Oknum VAN

04/05/2026

PIRAMIDA.ID — Institute Law and Justice (ILAJ) mendesak Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, untuk mencopot Budi Susanto...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Seluruh Jajaran Satgas PKH Layak Dianugerahi Bintang Mahaputera atas Jasa Luar Biasa Memulihkan Keuangan dan Aset Negara

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Apresiasi Kepemimpinan Satgas PKH: Sjafrie Sjamsoeddin, ST Burhanuddin, dan Febrie Adriansyah Berhasil Selamatkan Aset Negara Senilai Rp402,4 Triliun

18/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

Bupati Simalungun Terima Audensi Pimpinan BWI

17/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026

Populer

Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

Tak Mau Bahas LKPD, Aktivis ingatkan Anggota DPRD bisa dilaporkan

15/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Sebut Kita Harus Jujur Febrie dan ST Burhanuddin Paling Berani Lawan Koruptor dan Mafia, Dalam 4 Tahun Kejaksaan Agung Ungkap Kasus Korupsi Ribuan Triliun

12/07/2026
Berita

Hari Pertama Sekolah, TK ABA Serbalawan Dipadati Emak-emak

13/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber