Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Senin, Juli 20, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Abdoel Rivai, Anggota Pergerakan Nasional Penting yang Terlupakan

byRedaksi
25/03/2022
inDialektika
100
SHARES
716
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Abdoel Rivai dikenal sebagai salah satu yang pertama kali menuntaskan pendidikan di Eropa dari kalangan bumiputra. Usahanya mengenyam sekolah kedokteran itu bukan tanpa halangan, dia tidak mendapatkan izin dari Gubernur Jendral Hindia Belanda Rooseboom hingga 1904, meski sudah berada di Belanda.

Selama menunggu, dia mendirikan surat kabar Pewarta Wolanda yang mengenalkan negeri Hindia pada orang-orang Belanda di Eropa. Kemudian, bersama letnan KNIL H.C.C Clockener Brousson, membuat Surat Chabar Soldadoe, Bandera Wolanda, dan Bintang Hindia yang silih ganti terbit dan tutup.

Tiga media itu banyak memuat isi pemikiran mereka berdua yang tidak kalah kontroversial di kalangan pejabat Hindia Belanda dan mengkritik agamawan Katolik dan kelompok intoleran Islam. Hingga akhirnya, mereka berpisah ketika munculnya gagasan kebangsaan Rivai.

Ketika dia pulang ke Hindia Belanda 1910 setelah menikahi Bertha Anne Rautenberg. Sedikit yang diketahui apa yang diketahui tentang Abdoel Rivai setelah kepulangannya. Tetapi, beberapa dokumen Belanda dan Indonesia menunjukkan dia pernah bekerja untuk rumah sakit militer di Cimahi, setelah pindah ke Bandung dari Batavia.

Jurnalis Historiek Ronald Frisart mendapati bahwa setidaknya pernah ada janji pasien untuknya sebagai dokter militer di Padang, Sumatra Barat, dan beberapa laporan pergi ke Eropa.

“Sebagai contoh, di London ia mempelajari penyakit wakta untuk sementara waktu dan ia dikatakan telah tinggal di Berlin untuk sementara waktu,” tulisnya. “Kami juga mendapatkannya lagi di daftar penduduk Amsterdam (di Katstanjeweg 11, di mana ia pertama kali terdaftar pada tahun 1900).”

Mengutip Kamus Sejarah Indonesia Jilid I, Abdoel Rivai pernah mengambil bagian di pergerakan nasional dengan mendirikan cabang Indische Partij di Sumatra. Tetapi, karena organisasi yang didirikan tiga serangkai ini terlalu keras, dibubarkan paksa oleh pemerintah pada 1913. Sehingga, Rivai melanjutkan perjuangannya di Insulinde, organisasi penerus Indische Partij.

Keterlibatannya di Insulinde inilah yang membuatnya menjadi anggota Volksraad yang baru didirikan sebagai lembaga legislatif di negeri koloni. Dia menjadi anggota sejak 1918 hingga 1925.

Walau lembaga legislatif ini terbatas, Volksraad bisa jadi ajang penasehat yang terkadang dipenuhi debat politik untuk kebijakan pemerintah Hindia. Frisart pun menemui berkas yang berisi perdebatan dan kritik keras Rivai saat menjabat di Volksraad tentang pendanaan armada kapal perang. Rivai mengkritik bahwa pendanaan itu akan menyebabkan kehancuran ekonomi dan kemanusiaan.

Uang yang dihasilkan dari memerah rakyat jajahan digunakan membeli senjata yang akan digunakan menghancurkan bangsa penduduk asli di Hindia “yang menunjukkan tanda-tanda awal untuk bangkit kembali setelah berabad-abad eksploitasi untuk kebutuhan kekayaan Eropa,” ujar Rivai. Menurut Frisart, ujaran itu sangat pedas terutama ketika munculnya nasionalisme di Hindia Belanda.

Seusai pemberontakan PKI pada 1926-1927 di Banten dan Sumatra Barat, Centrale Inlichtingendienst (CID) atau lembaga intelegen milik Belanda melaporkan adanya rencana berbahaya pegerakan nasionalis-komunis Indonesia dari Perhimpoenan Indonesia.

Dikabarkan, ada pertemuan pergerakan politik dari Belanda dan Indonesia pada 1292 di Berlin, Jerman. Di antara perwakilan itu ada Mohammad Hatta yang merupakan anarkis dari Perhimpunan Indonesia, dan menyertakan Abdoel Rivai.

“Gerakan ini tidak dimpimpin dari Moskow, tetapi dari Berlin, oleh anggota komunis Jerman Reichstag Willy Münzenberg, yang dibantu oleh Dr. Rivai dan Mohamed Hatta,” tulis laporan itu, tetapi Frisart skeptis pada pernyataan itu.

“Rivai dan Hatta di tempat komunis? Kedengarannya tidak terlalu mungkin. Nyatanya, tidak ada pemberontakan komunis di Hindia pada tahun 1929,” tulisnya.

Meski demikian, hubungan Rivai dengan Hatta betul adanya. Diketahui, ketika dia sempat menetap di Belanda, ia pernah menjadi mentor untuk beberapa pemuda Indonesia yang kelak menjadi tokoh pergerakan seperti Mohammad Hatta dan Ali Sastroamidjojo, yang sedang studi di sana.

Rivai baru kembali ke tanah air pada 1932 di Batavia. Dia memiliki penyakit yang perlahan memakan fisiknya yang kian menua. Masa tuanya diisi dengan membuka praktik pengobatan di Tanah Abang, kemudian menyendiri di Bandung hingga wafat pada 16 Oktober 1937 pada usia 66 tahun.(*)


National Geographic Indonesia

Tags:#jurnalisme#kemerdekaan#pemuda#tokoh
Share40SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Seluruh Jajaran Satgas PKH Layak Dianugerahi Bintang Mahaputera atas Jasa Luar Biasa Memulihkan Keuangan dan Aset Negara

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Apresiasi Kepemimpinan Satgas PKH: Sjafrie Sjamsoeddin, ST Burhanuddin, dan Febrie Adriansyah Berhasil Selamatkan Aset Negara Senilai Rp402,4 Triliun

18/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

Bupati Simalungun Terima Audensi Pimpinan BWI

17/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026

Populer

Berita

Tak Mau Bahas LKPD, Aktivis ingatkan Anggota DPRD bisa dilaporkan

15/07/2026
Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026
Berita

Manado Laundry Supermarket Pusat Perlengkapan Laundry Pertama di Sulut

03/06/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber