Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Agustus 23, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeSorot Publik

Apa yang Perlu Kita Waspadai saat Membaca Berita?

byRedaksi
29/03/2022
inSorot Publik
101
SHARES
723
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Media sosial maupun media konvensional punya peran penting dalam menyebarluaskan terobosan ilmiah ke publik.

Namun, sebagai pembaca, kita juga harus hati-hati saat mengkonsumsi informasi dari berbagai sumber tersebut.

Mulai dari berbagai klaim tentang efek berbahaya vaksin sampai riset yang meragukan krisis iklim, kita bisa lihat bahwa di balik berbagai judul berita atau artikel seringkali ada temuan riset yang meragukan, dilebih-lebihkan, atau disalahartikan.

Jadi, apa yang harus pembaca waspadai ketika membaca berita yang mengandung klaim ilmiah?

Banyak penelitian yang hasilnya gagal direplikasi

Hal pertama yang pembaca perlu ketahui sebelum mengambil kesimpulan usai membaca berita yang mengandung klaim riset adalah memahami bahwa selama ini ada ‘krisis replikasi’ dalam dunia riset.

Artinya, banyak riset yang kita baca di berita gagal membuahkan hasil yang serupa saat peneliti lain mencoba untuk melakukan verifikasi dengan mengulangi eksperimennya.

Jurnal ilmah ternama Nature, misalnya, menunjukkan lebih dari 70% peneliti gagal memproduksi ulang hasil temuan peneliti lain, dan lebih dari 40% bahkan gagal memproduksi ulang hasil temuan mereka sendiri.

Senada dengan itu, sebuah riset tahun 2012 melaporkan hanya terdapat 11% dari 53 metode baru perawatan kanker dalam satu dekade sebelumnya yang bisa direplikasi. Sementara itu, riset lain yang mengukur 159 penelitian ekonomi kuantitatif menunjukkan bahwa 80% dari publikasi ilmiah tersebut hasilnya dilebih-lebihkan.

Terdapat berbagai alasan yang bisa menjadi penyebabnya, termasuk kesalahan manusia (human-error), pengambilan sampel yang kurang baik, sengaja hanya memilih hasil yang positif, dan pada beberapa kasus langka manipulasi data.

Sebuah survei oleh University of Melbourne di Australia yang melibatkan 800 ahli ekologi dan biologi, misalnya, menunjukkan bahwa 64% dari mereka yang disurvei pernah tidak melaporkan hasil penelitian mereka karena tidak “signifikan” secara statistik – artinya temuan eksperimennya tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.

Media seringkali memanfaatkan kebutuhan kita akan “kabar baik”

Meskipun secara umum penelitian yang terbit di publikasi terkemuka dapat dipercaya, tetap saja ada potensi eror, kecurangan, atau penemuan yang dilebih-lebihkan.

Namun, terkadang media mengabaikan berbagai kekurangan tersebut – sengaja ataupun tidak – terutama ketika membahas riset medis yang kerap memberikan harapan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Coba kita kembali ke tahun 2009, saat ada sebuah berita tentang peneliti asal Italia, Paolo Zamboni yang mengklaim bisa menyembuhkan penyakit yang diidap istrinya, yakni multiple sclerosis (MS) dengan cara “melegakan” pembuluh darah di lehernya.

Dia menantang kepercayaan umum tentang MS sebagai gangguan sistem kekebalan, dan sebaliknya, berteori bahwa MS adalah penyakit vaskular – yang dapat disembuhkan dengan membersihkan pembuluh darah.

Tapi, bagi media, hal yang paling menarik dari riset ini adalah kisah seorang laki-laki yang ingin menyelamatkan istrinya yang tercinta. Capaian medis yang dibalut kisah asmara ini – sesuatu yang sangat populer dalam berita kesehatan – nampaknya memulihkan harapan banyak pasien di seluruh dunia.

Sayangnya, penelitian Zamboni memiliki jumlah sampel yang sangat kecil dan desain eksperimennya memiliki beberapa kekurangan. Hal yang membuat pembaca heboh adalah kisahnya yang romantis, alih-alih riset yang saat itu bisa jadi adalah terobosan ilmiah.

Sejak saat itu, berbagai peneliti yang mencoba mereplikasi penemuannya tidak berhasil dan memunculkan berbagai insiden. Bahkan, terdapat banyak insiden yang melaporkan komplikasi pada pasien dan penyakit yang kambuh.

Kasus Zamboni hanyalah bagian kecil dari fenomena di mana media bisa menyalahartikan atau melebihkan suatu temuan riset. Riset kesehatan yang menjanjikan, yang awalnya dipromosikan di media, bahkan seringkali gagal direplikasi dan dan tidak jadi diterapkan secara klinis.

Riset tahun 2003 yang diterbitkan dalam American Journal of Medicine mengamati 101 publikasi ilmiah yang di enam jurnal sains ternama yang menawarkan janji pengobatan baru. Namun, hanya lima yang diberi izin untuk penggunaan klinis setelah 20 tahun, dan hanya satu yang terbukti memiliki dampak kesehatan yang signifikan.

Banyak dorongan bagi peneliti untuk tidak melaporkan riset secara jujur

Di seluruh dunia, target pekerjaan, pendapatan, bonus, dan promosi kerja peneliti sering berhubungan erat dengan publikasi mereka.

Di sisi lain, media maupun jurnal ilmiah ternama bisa jadi juga lebih tertarik dengan penelitian dengan hasil yang “signifikan” atau positif. Padahal, hasil penelitian yang tidak “signifikan” dan replikasi ilmiah yang gagal pun memberikan kontribusi besar bagi ilmu pengetahuan.

Tim peneliti dari Universitas California Davis di Amerika Serikat pernah mengkaji 359 riset yang diterbitkan di jurnal imliah terkemuka pada tahun 1990an. Mereka mengungkap bahwa sebagian besar dari riset tersebut “dilaporkan dengan cara yang berpotensi menyesatkan, dengan statistik yang dirancang untuk membuat hasilnya menjadi lebih positif dibandingkan dengan jika menggunakan uji statistik lain”.

Banyak staf pengajar di universitas juga mendengar laporan tentang peneliti dan mahasiswa S3 yang membingkai ulang data atau penemuan mereka untuk mendukung hipotesis yang mereka buat, atau sebaliknya. Mereka juga bisa saja menghapus, menambah, atau mengubah data mereka supaya karya penelitian mereka lebih menarik untuk diterbitkan jurnal ilmiah maupun diliput media.

Sesekali komunitas ilmiah menangkap studi dan jurnal yang dimanipulasi tersebut, kemudian jurnal ilmiah mencabutnya dari penerbitan.

Kita perlu kritis saat membaca berita

Setiap riset berpotensi untuk memperluas pemahaman kita tentang cara kerja dunia ini.

Namun, kita harus waspada atas temuan yang dilebih-lebihkan, studi yang belum direplikasi, atau penelitian yang belum diterbitkan dalam publikasi berbasis peer-review (telaah sejawat) yang kredibel.

Ini memang butuh usaha lebih, tapi pembaca perlu lebih hati-hati terutama pada riset tunggal, dan sebaliknya berusaha untuk melihat apa yang diyakini oleh komunitas ilmuwan secara umum terkait bidang ilmiah tersebut.

Pandemi COVID-19 memperlihatkan bahaya dari misinformasi dan bagaimana misinformasi bisa tersebar lebih cepat dari virus di udara. Jika penemuan yang kita baca terdengar terlalu bombastis, kemungkinan besar memang demikian!(*)


The Conversation

Tags:#berita#filter#hoax
Share40SendShare

Related Posts

Tak Tanggung-tanggung, Masyarakat Serbalawan Perbaiki Tribun Lapangan Dobana

03/07/2026

PIRAMIDA.ID- Setelah memperbaiki lokasi Tiang Bendera, saat ini masyarakat kelurahan Serbalawan, kecamatan Dolok Batu Nanggar (Dobana) kembali memperbaiki Atap Tribun...

PMKRI Pematangsiantar Sukses Gelar MPAB 2026: Momentum Penguatan Kaderisasi Baru

25/05/2026

PIRAMIDA.ID-​SIMALUNGUN – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi sukses menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru...

Ketua ILAJ Soroti Jalan Rusak di Pagagan Hilir, Bupati Dairi: “Kenapa Disebut Tutup Mata?”

10/05/2026

PIRAMIDA.ID - Kecamatan Pagagan Hilir kembali menjadi sorotan akibat kondisi jalan rusak yang dinilai membahayakan masyarakat. Kerusakan terjadi di sejumlah ruas...

Komjen Pol Ridwan Zulkarnaen Panca Putra Jadi Kalemdiklat Polri, Ketua ILAJ: Dimana Saja Beliau Pasti Cemerlang

10/05/2026

PIRAMIDA.ID - Ketua Institute Law And Justice (ILAJ) Fawer Full Fander Sihite memberikan apresiasi atas pelantikan Komjen Pol Drs Ridwan...

Refleksi 800 Tahun Santo Fransiskus: PMKRI Pematangsiantar Ajak Generasi Muda Hidupi Kesederhanaan dan Cinta Lingkungan

10/05/2026

PIRAMIDA.ID-PEMATANGSIANTAR — Dalam semangat memperingati 800 tahun perjalanan spiritual Santo Fransiskus dari Assisi, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang...

ILAJ Desak Dirut PTPN IV PalmCo Copot Regional Head Budi Susanto, Dinilai Lindungi Oknum VAN

04/05/2026

PIRAMIDA.ID — Institute Law and Justice (ILAJ) mendesak Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, untuk mencopot Budi Susanto...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Eks Ketum GMKI Batam Apresiasi untuk Kapolda Kepri dan Bareskrim Polri: Tertibkan Pelanggaran, Lindungi Dunia Usaha yang Patuh

22/08/2026
Berita

Sekretaris KNPI Simalungun Minta Bupati Evaluasi dan Copot Camat Hutabayu Raja

21/08/2026
Berita

HMI BATAM; TPPU Jadi Gerbang Membongkar Gerbong Kerajaan Gelap Ini, Selidiki Aliran Keuangannya Dan Tangkap Pemodalnya.

20/08/2026
Berita

Sekretaris HMI Kota Batam; Tantang Kapolda Kepri Ungkap Oknum Aparat Yang Melindungi Perjudian Dan Narkoba Di Kota Batam

18/08/2026
Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

ILAJ Nilai Pernyataan Bupati Karo Tentang Ratusan Siswa Keracunan Langgar Etika Pemerintahan, Mendagri Diminta Proses Pemberhentian Antonius Ginting

14/08/2026

Populer

Berita

Sekretaris HMI Kota Batam; Tantang Kapolda Kepri Ungkap Oknum Aparat Yang Melindungi Perjudian Dan Narkoba Di Kota Batam

18/08/2026
Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

HMI BATAM; TPPU Jadi Gerbang Membongkar Gerbong Kerajaan Gelap Ini, Selidiki Aliran Keuangannya Dan Tangkap Pemodalnya.

20/08/2026
Berita

Eks Ketum GMKI Batam Apresiasi untuk Kapolda Kepri dan Bareskrim Polri: Tertibkan Pelanggaran, Lindungi Dunia Usaha yang Patuh

22/08/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH): Penegakan Hukum atau Alibi Militerisasi Atas Nama Konservasi?

09/05/2025
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber