Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Oktober 29, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

BBM: Bukan Bahan Mainan

byRedaksi
04/09/2022
inDialektika
100
SHARES
715
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Febri Firsandi Putra*

PIRAMIDA.ID- Rakyat Indonesia mendapat kado indah dari Pak Presiden. Kado telat buat rakyat yang baru saja memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-77. Kado ini menjadi kejutan tak terduga di tengah pontang-pantingnya rakyat untuk pulih dari pandemi.

Slogan perayaan kemerdekaan pun bukan main, yakni ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’. Dari frasa itu saya sebagai rakyat yakin benar bahwa bangsa ini memang bangsa yang hebat. Ya, hebat bikin slogan.

Pertanyaannya, bagaimana kita bisa bangkit lebih cepat? Pulih lebih kuat? Sementara, beban rakyat justru ditambah semakin berat.

Harga BBM naik itu bukan hal baru. Dan sudah barang tentu semua tahu, apa dan bagaimana dampaknya. Saya yakin, para pejabat yang terhormat pun sangat paham. Tapi, paham belum tentu peduli.

Sekira 14 tahun lalu, saya sedang duduk bersama teman. Waktu itu presidennya masih pak SBY. Kami duduk di pelataran sekolah menunggu pengumuman kelulusan. Saat itu hal yang sama terjadi. Harga BBM naik. Alasannya pun serupa lah, soal subsidi. Teman saya pada waktu itu mengumpat kasar.

“Wai, makin saro ni kagek (Wah, semakin sengsara nih nanti),” ujar teman saya waktu itu.

Seingat saya waktu itu harga bensin (premium) adalah Rp 6.000 dari sebelumnya Rp 4.500. Dan benar saja, akibat kenaikan harga BBM itu harga barang-barang hamper merata naik. Rakyat menjadi bingung, harga-harga melambung.

Setelah naik menjadi enam ribu rupiah, pemerintah pun menurunkan harganya beberapa kali. Rakyat sempat senang, tapi ternyata harga barang yang naik enggan turun lagi.

Lebih lucu lagi, setahun kemudian kebijakan yang tak bijak itu dijadikan bahan mainan politik. Tahun 2009, keputusan menurunkan harga BBM dan bagi-bagi BLT dijadikan pencitraan. Bagaimana dengan sekarang? Apakah akan menjadi bahan kampanye atau “tabungan” di tahun politik 2024? Entahlah.

Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya, apa iya kita selama ini subsidi? Masa Negara yang kaya akan minyak, mau itu di bawah atau di atas tanah malah subsidi minyak? Apa benar minyak yang berjuta liter terus disedot dari perut bumi itu butuh duit subsidi? Memangnya berapa ongkos produksi sampai harus subsidi?

Apakah subsidi itu cuma alibi? Rakyat jangan terus-terusan dikelabui. Rakyat berhak tahu, apa yang sebenarnya terjadi. Jika bukan alibi, lantas mengapa disebut subsidi? Apa karena Negara ini gagal kelola sehingga bikin Negara ini menyedot minyak mentah, mengekspornya lantas mengimpor kembali minyak siap pakainya?

Nanti, pembelaan yang muncul adalah, harga bbm Indonesia itu murah kalau dibandingkan luar negeri. Komparasinya tak seimbang sih. Jadi teringat sebuah lagu yang bikin istana bergoyang. “Ojo Dibandingke” (Jangan Dibandingkan). Lagu itu bikin seisi istana bergoyang. Atau setidaknya, yang jaim-jaim cuma goyang jempolnya. Rakyat dibuat senang dengan bergoyang. Setelahnya? Selamat, anda kena Prank.

Rakyat punya hak untuk bertanya-tanya, sebab mereka sengsara tak berdaya. Sudah 77 tahun Negara ini merdeka, tapi rakyat masih saja merasa terjajah di atas negerinya sendiri. Harga sembako naik, pajak naik, BBM pun naik. Padahal kita semua tahu, rakyat sempat tak boleh keluar cari makan lantaran pandemi. Pakailah sedikit nurani! Nasib rakyat, bukan bahan mainan.(*)


Penulis merupakan jurnalis di Jambi.

Tags:#gagasan#kritik#opini#rakyat
Share40SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026
Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026

Populer

Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Ilustrasi: dw.com
Dialektika

Zoroaster, Agama Pertama Yang Menyembah Satu Tuhan

15/06/2020
Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Edukasi

Aksi Demo Mahasiswa dan Buruh dalam Perumusan UU Cipta Kerja dilihat dari Pandangan Sosiologi Konflik

25/10/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus