Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, November 3, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Kejaksaan Agung Jangan Takut terhadap Tekanan Buzzer yang Memiliki Kepentingan, Menempatkan Febrie Adriansyah sebagai Saksi Merupakan Langkah yang Tepat

byPiramida.id
15/07/2026
inBerita
99
SHARES
704
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru terhadap tiga perkara dugaan tindak pidana korupsi yang sebelumnya ditangani Kepolisian Republik Indonesia, termasuk perkara yang berkaitan dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. 15 Juli 2026

Menurut Fawer, keputusan penyidik Kejaksaan Agung untuk memeriksa Febrie Adriansyah sebagai saksi pada tahap penyidikan merupakan langkah hukum yang tepat dan mencerminkan penghormatan terhadap prinsip due process of law sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Kami mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung. Penyidik tidak boleh bekerja berdasarkan tekanan buzzer yang memiliki kepentingan tertentu, tetapi harus bekerja berdasarkan fakta hukum dan alat bukti yang sah. Menempatkan Febrie Adriansyah sebagai saksi terlebih dahulu merupakan keputusan yang tepat apabila penyidik masih melakukan pendalaman terhadap konstruksi perkara,” tegas Fawer.

Fawer menegaskan bahwa dalam negara hukum, kewenangan menentukan siapa yang diperiksa sebagai saksi maupun siapa yang ditetapkan sebagai tersangka sepenuhnya berada pada penyidik berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh.

Kejaksaan Agung Jangan Takut terhadap Tekanan Buzzer

Menurut Fawer, belakangan ini muncul berbagai tekanan di ruang publik yang disertai narasi dan kampanye melalui media sosial yang mendesak agar seseorang segera ditetapkan sebagai tersangka. Menurutnya, tekanan seperti itu tidak boleh memengaruhi independensi penyidik.

“Kejaksaan Agung harus berani. Jangan takut terhadap tekanan buzzer yang memiliki kepentingan tertentu. Penegakan hukum tidak boleh dikendalikan oleh narasi yang dibangun untuk memengaruhi proses penyidikan. Penyidik hanya boleh tunduk kepada hukum, bukan kepada tekanan media sosial ataupun kepentingan kelompok tertentu.”

Ia menegaskan bahwa hukum acara pidana tidak mengenal mekanisme penetapan tersangka berdasarkan desakan buzzer ataupun isu yang sedang viral.

“Penegakan hukum bukan kompetisi popularitas. Penyidik tidak bekerja untuk memuaskan buzzer ataupun opini publik, tetapi bekerja untuk menemukan kebenaran materiil berdasarkan alat bukti yang sah.”

KUHAP Baru Mengutamakan Pembuktian

Fawer menjelaskan bahwa Pasal 90 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP menegaskan bahwa penetapan tersangka hanya dapat dilakukan apabila penyidik telah memperoleh paling sedikit dua alat bukti yang sah.
Artinya, seseorang tidak dapat ditetapkan sebagai tersangka hanya berdasarkan dugaan, persepsi, tekanan buzzer, ataupun opini yang berkembang di media sosial.

Selain itu, Pasal 89 KUHAP menempatkan penetapan tersangka sebagai bagian dari upaya paksa yang harus dilakukan secara hati-hati, profesional, proporsional, dan sesuai dengan ketentuan hukum.

Karena itu, apabila penyidik masih memerlukan pendalaman terhadap fakta-fakta perkara, maka pemeriksaan seseorang sebagai saksi merupakan langkah hukum yang rasional dan sesuai dengan tahapan penyidikan.

Hormati Independensi Penyidik

Institute Law and Justice (ILAJ) mengingatkan bahwa independensi penyidik merupakan syarat utama agar penegakan hukum tidak berubah menjadi alat kepentingan politik maupun kepentingan kelompok tertentu.

“Hari ini mungkin yang ditekan adalah penyidik Kejaksaan. Besok bisa saja penyidik Kepolisian atau aparat penegak hukum lainnya. Jika aparat penegak hukum bekerja karena tekanan buzzer, maka negara hukum akan bergeser menjadi negara yang dikendalikan oleh opini, bukan oleh hukum.”

Fawer menegaskan bahwa ILAJ akan terus mendukung Kejaksaan Agung dalam mengusut seluruh perkara secara objektif, profesional, transparan, dan akuntabel.

“Kalau nanti dalam proses penyidikan ditemukan paling sedikit dua alat bukti yang sah terhadap siapa pun, silakan tetapkan sebagai tersangka. Tetapi apabila alat bukti itu masih terus didalami, maka memeriksa sebagai saksi adalah langkah yang benar sesuai KUHAP. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati proses hukum dan memberikan ruang kepada Kejaksaan Agung bekerja secara independen, profesional, tanpa intimidasi, tanpa intervensi, dan tanpa tekanan buzzer maupun pihak mana pun.”

Menutup pernyataannya, Fawer menegaskan bahwa keberanian aparat penegak hukum bukan diukur dari seberapa cepat menetapkan seseorang sebagai tersangka, melainkan dari keberaniannya menegakkan hukum berdasarkan fakta, alat bukti yang sah, dan ketentuan peraturan perundang-undangan, meskipun menghadapi tekanan buzzer maupun berbagai kepentingan yang berusaha memengaruhi proses penegakan hukum. (TIM)

 

Share40SendShare

Related Posts

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, menyindir keras dugaan penguasaan kawasan Hutan Register 18...

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, melontarkan desakan keras kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera...

Ketua ILAJ Desak Dinas Kehutanan Sumut dan Satgas PKH Selamatkan Register 18 Simalungun

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, mendesak Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara segera berkoordinasi...

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026

PIRAMIDA.ID | JAKARTA – Langkah Polda Jawa Tengah dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul...

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026

PIRAMIDA.ID - Minimnya kegiatan kepemudaan di Kabupaten Simalungun menjadi sorotan. Sekretaris KNPI Kabupaten Simalungun, Edis Galingging, mengkritik kinerja Dinas Pemuda...

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026

PIRAMIDA.ID — Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, mendesak Bupati...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026
Berita

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dinas Kehutanan Sumut dan Satgas PKH Selamatkan Register 18 Simalungun

03/11/2026
Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026

Populer

Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Ilustrasi: dw.com
Dialektika

Zoroaster, Agama Pertama Yang Menyembah Satu Tuhan

15/06/2020
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

SMP Cinta Rakyat 2 Sukses Gelar Olimpiade Tingkat SD

04/04/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus