Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, Juli 15, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Belajar dari Guatemala, Italia hingga Rumania, Ketua ILAJ: Penegak Hukum Antikorupsi Kerap Menghadapi Serangan Balik, Negara Harus Menjamin Keadilan bagi Febrie

byPiramida.id
15/07/2026
inBerita
98
SHARES
700
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, menyatakan keprihatinannya atas perkembangan proses hukum yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang saat ini telah disangkakan dalam perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Fawer Sihite, sebagai negara hukum, seluruh proses penegakan hukum harus dihormati. Namun demikian, asas praduga tidak bersalah wajib dijunjung tinggi sehingga tidak boleh ada penghakiman publik sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Setiap orang memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Jika terdapat dugaan tindak pidana, tentu harus diproses secara profesional, independen, dan transparan. Namun pada saat yang sama, kita juga tidak boleh melupakan rekam jejak dan kontribusi seseorang terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia,” ujar Fawer.

Fawer menilai, selama memimpin penanganan perkara di Jampidsus, Febrie Adriansyah dikenal sebagai salah satu figur sentral dalam pengungkapan berbagai perkara korupsi bernilai besar yang menyita perhatian nasional. Di antaranya perkara dugaan korupsi tata niaga timah, korupsi fasilitas ekspor crude palm oil (CPO), proyek BTS Kominfo, pengembangan perkara PT Asabri dan PT Jiwasraya, dugaan korupsi pengelolaan perkebunan kelapa sawit, serta sejumlah perkara korupsi strategis di sektor sumber daya alam, keuangan negara, dan BUMN.
Menurutnya, penanganan perkara-perkara tersebut menunjukkan keberanian aparat penegak hukum dalam menyentuh kasus-kasus yang melibatkan kepentingan ekonomi dan politik yang sangat besar.

“Dalam sejarah pemberantasan korupsi di berbagai negara, tidak sedikit penegak hukum yang berani mengungkap korupsi kelas kakap kemudian menghadapi serangan balik, tekanan politik, kampanye untuk mendiskreditkan, bahkan proses hukum terhadap dirinya sendiri. Karena itu, setiap proses hukum harus benar-benar objektif, profesional, independen, dan bebas dari kepentingan apa pun,” tegas Fawer.

Belajar dari Pengalaman Internasional

Fawer mengatakan, fenomena penegak hukum yang menghadapi tekanan setelah menangani perkara besar bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga pernah terjadi di berbagai negara.

Pertama, Guatemala. Pada 2007–2019, Komisi Internasional Melawan Impunitas di Guatemala (CICIG) menjadi salah satu lembaga antikorupsi paling disegani di dunia. Salah satu tokoh utamanya adalah Iván Velásquez, yang menjabat Komisaris CICIG pada 2013–2019 dan berhasil membongkar berbagai jaringan korupsi yang melibatkan pejabat tinggi negara. Setelah meninggalkan Guatemala, pada 2023 Kejaksaan Guatemala mengajukan proses hukum terhadap Velásquez terkait penanganan perkara Odebrecht. Langkah tersebut menuai kritik dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, berbagai organisasi internasional, serta mendapat pembelaan terbuka dari Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang menilai proses tersebut perlu dilihat secara objektif dan tidak boleh menjadi bentuk pembalasan terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Kedua, Rumania. Pada 2013–2018, Laura Codruța Kövesi memimpin Direktorat Nasional Antikorupsi (DNA) Rumania dan berhasil membawa ratusan pejabat tinggi, menteri, anggota parlemen hingga hakim ke pengadilan dalam perkara korupsi. Setelah diberhentikan dari jabatannya pada 2018, Kövesi menghadapi penyelidikan pidana atas dugaan penyalahgunaan jabatan dan tindak pidana lainnya. Peristiwa tersebut memicu perhatian Uni Eropa serta memperoleh dukungan dari Presiden Rumania Klaus Iohannis, yang berkali-kali menegaskan pentingnya menjaga independensi lembaga antikorupsi. Pada 2019, Kövesi justru terpilih sebagai Kepala European Public Prosecutor’s Office (EPPO), lembaga penuntutan Uni Eropa.

Ketiga, Italia. Pada era 1980-an hingga 1992, dua hakim legendaris anti-mafia, Giovanni Falcone dan Paolo Borsellino, memimpin penyelidikan besar terhadap organisasi mafia Cosa Nostra. Selama bertahun-tahun mereka menghadapi ancaman pembunuhan, tekanan politik, dan upaya mendiskreditkan kredibilitas mereka. Pada 23 Mei 1992, Giovanni Falcone gugur akibat ledakan bom di Capaci, Sisilia. Hanya 57 hari kemudian, tepatnya 19 Juli 1992, Paolo Borsellino juga tewas akibat bom mobil di Palermo. Tragedi tersebut mengguncang Italia dan mendorong Presiden Italia bersama pemerintah memperkuat komitmen nasional melawan mafia. Hingga kini, Falcone dan Borsellino dikenang sebagai simbol keberanian penegakan hukum di Italia.

Menurut Fawer, berbagai pengalaman internasional tersebut memberikan pelajaran penting bahwa negara harus mampu menjaga independensi aparat penegak hukum, terutama ketika mereka menangani perkara-perkara besar yang menyangkut kepentingan kelompok kuat.

“Pengalaman di Guatemala, Rumania, maupun Italia menunjukkan bahwa negara harus hadir menjamin independensi aparat penegak hukum. Siapa pun yang sedang menjalani proses hukum tetap harus diperlakukan secara adil berdasarkan alat bukti dan proses peradilan yang independen, bukan dihakimi oleh opini publik,” katanya.

Sebagai Ketua Institute Law and Justice (ILAJ) sekaligus Ketua Umum Jaringan Pendukung Prabowo (Relawan JAGO), Fawer menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi sekaligus penghormatan terhadap prinsip negara hukum.

“Kami percaya Presiden Prabowo akan tetap berdiri di atas konstitusi, mendukung pemberantasan korupsi secara tegas, namun pada saat yang sama menjamin setiap warga negara memperoleh proses hukum yang adil. Tidak boleh ada impunitas bagi pelaku korupsi, tetapi juga tidak boleh ada penghakiman sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” tegasnya.

Fawer menambahkan bahwa pemberantasan korupsi merupakan salah satu agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo. Karena itu, menurutnya, menjaga integritas dan independensi aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem peradilan Indonesia.

ILAJ mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses hukum secara objektif, menghormati independensi aparat penegak hukum, serta mengedepankan asas praduga tidak bersalah demi menjaga marwah penegakan hukum dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Pemberantasan korupsi adalah amanat konstitusi. Negara harus memastikan penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu, tetapi juga tanpa mengabaikan prinsip keadilan, objektivitas, independensi, dan praduga tidak bersalah. Itulah esensi negara hukum yang sesungguhnya,” tutup Fawer Sihite. (TIM)

 

Share39SendShare

Related Posts

Tak Mau Bahas LKPD, Aktivis ingatkan Anggota DPRD bisa dilaporkan

15/07/2026

PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar 15 Juli 2025 Beredarnya isu sejumlah Anggota DPRD Kota Pematangsiantar yang enggan dan terkesan memperlambat pembahasan LKPD Pemko...

Ketua ILAJ Minta Presiden Prabowo Pertimbangkan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

14/07/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo...

Kejaksaan Krisis Kepercayaan Publik, Komrad Pancasila Desak Kasus Febrie Adriansyah Segera Dialihkan ke KPK

14/07/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta – Penanganan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak...

Ketua ILAJ: Jangan Hakimi Febrie Sebelum Ada Putusan Pengadilan, Serangan terhadap Pribadi dan Keluarga Sangat Memprihatinkan

14/07/2026

JAKARTA – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, menyampaikan keprihatinannya atas masifnya serangan...

Beberkan 15 Kejanggalan Penanganan Kasus Mantan Jampidsus, Ketua ILAJ: Jika Penegakan Hukum Tidak Objektif, Publik Bisa Beranggapan Ada Pihak yang Takut Febrie Adriansyah Menjadi Jaksa Agung

14/07/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, menyatakan bahwa ILAJ menghormati kewenangan...

Kejaksaan Hentikan Pengumpulan Data MBG, Ketua ILAJ: Ini Pukulan bagi Publik, Siapa Kini Berani Mengawal Dugaan Penyimpangan MBG?

14/07/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, menilai terbitnya Surat Kejaksaan Agung Nomor...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Tak Mau Bahas LKPD, Aktivis ingatkan Anggota DPRD bisa dilaporkan

15/07/2026
Berita

Belajar dari Guatemala, Italia hingga Rumania, Ketua ILAJ: Penegak Hukum Antikorupsi Kerap Menghadapi Serangan Balik, Negara Harus Menjamin Keadilan bagi Febrie

15/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Minta Presiden Prabowo Pertimbangkan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

14/07/2026
Berita

Kejaksaan Krisis Kepercayaan Publik, Komrad Pancasila Desak Kasus Febrie Adriansyah Segera Dialihkan ke KPK

14/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Jangan Hakimi Febrie Sebelum Ada Putusan Pengadilan, Serangan terhadap Pribadi dan Keluarga Sangat Memprihatinkan

14/07/2026
Berita

Beberkan 15 Kejanggalan Penanganan Kasus Mantan Jampidsus, Ketua ILAJ: Jika Penegakan Hukum Tidak Objektif, Publik Bisa Beranggapan Ada Pihak yang Takut Febrie Adriansyah Menjadi Jaksa Agung

14/07/2026

Populer

Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Sebut Kita Harus Jujur Febrie dan ST Burhanuddin Paling Berani Lawan Koruptor dan Mafia, Dalam 4 Tahun Kejaksaan Agung Ungkap Kasus Korupsi Ribuan Triliun

12/07/2026
Berita

Fawer Sihite Tegaskan ILAJ Berdiri Bersama Jampidsus Febrie Adriansyah demi Menjaga Semangat Pemberantasan Korupsi

09/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Fawer Sihite Minta Publik Tidak Menghakimi Jampidsus Febrie Adriansyah: Biarkan Proses Hukum Membuktikan

10/07/2026
Berita

Hari Pertama Sekolah, TK ABA Serbalawan Dipadati Emak-emak

13/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Penegakan Hukum Harus Melindungi Jampidsus Febrie Adriansyah dari Penghakiman Opini

09/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber