Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Juli 14, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Kejaksaan Hentikan Pengumpulan Data MBG, Ketua ILAJ: Ini Pukulan bagi Publik, Siapa Kini Berani Mengawal Dugaan Penyimpangan MBG?

byPiramida.id
14/07/2026
inBerita
98
SHARES
700
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, menilai terbitnya Surat Kejaksaan Agung Nomor B-3256/F.2/Fd.2/07/2026 tentang penghentian pengumpulan data dan keterangan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan perkembangan yang patut menjadi perhatian serius masyarakat Indonesia.

Menurut Fawer, ILAJ menghormati keputusan Kejaksaan Agung beserta seluruh pertimbangan yang melatarbelakanginya. Namun, di mata publik, keputusan tersebut muncul setelah Kejaksaan Agung menghadapi gelombang serangan opini di media sosial, terutama sejak mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami melihat ini sebagai pukulan bagi publik. Ketika Kejaksaan terus dihantam di media sosial, yang berpotensi melemah bukan hanya institusinya, tetapi juga semangat pemberantasan korupsi yang sedang berjalan,” kata Fawer, Minggu (13/7/2026).

Fawer mengingatkan, sebelumnya Kejaksaan Agung menunjukkan komitmen untuk melakukan pengumpulan data dan keterangan terkait dugaan permasalahan dalam pelaksanaan Program MBG. Namun, setelah berbagai dinamika yang berkembang, justru terbit surat penghentian kegiatan tersebut.

Menurutnya, kondisi itu memunculkan pertanyaan yang wajar di tengah masyarakat.

“Sekarang publik bertanya, siapa yang akan mengawal apabila terdapat dugaan penyimpangan Program MBG? Apakah Polri akan mengambil langkah sesuai kewenangannya? Apakah KPK akan bertindak jika terdapat unsur tindak pidana korupsi? Atau bagaimana fungsi pengawasan Komisi III DPR RI akan dijalankan? Yang paling penting, jangan sampai ada kekosongan dalam pengawasan terhadap program yang menggunakan anggaran negara,” ujarnya.

ILAJ menilai fenomena ini menjadi pelajaran penting bahwa perang opini di media sosial dapat berdampak terhadap kepercayaan publik kepada institusi penegak hukum.

“Setiap hari Kejaksaan diserang, diframing, bahkan dihakimi di ruang digital. Padahal, Kejaksaan selama ini berada di garis depan menyelamatkan triliunan rupiah keuangan negara melalui penanganan berbagai perkara korupsi. Jangan sampai serangan yang terus-menerus justru mengurangi keberanian aparat penegak hukum dalam mengusut perkara-perkara besar,” tegasnya.

Fawer juga menyoroti berbagai narasi yang menyerang pribadi Febrie Adriansyah di media sosial.

Menurutnya, kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun setiap orang tetap memiliki hak untuk diperlakukan sesuai asas praduga tak bersalah.

“Kami menyaksikan bagaimana Febrie dihujat, dimaki, bahkan menjadi sasaran perundungan di media sosial, padahal proses hukumnya masih berjalan dan belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Bagaimana jika pada akhirnya ada putusan yang berbeda? Siapa yang akan memulihkan nama baiknya dan dampak yang dirasakan keluarganya? Karena itu, jangan menghakimi seseorang sebelum proses peradilan selesai,” kata Fawer.

Bagi ILAJ, lanjut Fawer, Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Febrie Adriansyah merupakan figur yang dikenal publik karena keberaniannya menangani berbagai perkara korupsi besar dan melawan mafia.

Karena itu, proses hukum terhadap Febrie harus dihormati, tetapi tidak boleh dijadikan alasan untuk mendegradasi kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun jangan sampai proses terhadap satu orang dijadikan pintu masuk untuk melemahkan Kejaksaan. Yang dirugikan nantinya bukan hanya institusi Kejaksaan, tetapi juga negara dan rakyat Indonesia yang membutuhkan penegakan hukum yang kuat,” ujarnya.

ILAJ juga memberikan perhatian terhadap peran Komisi III DPR RI sebagai mitra kerja aparat penegak hukum.

“Kami berharap Komisi III DPR RI menjalankan fungsi pengawasan secara objektif, proporsional, dan tetap memberikan dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi. Bangsa ini membutuhkan Kejaksaan yang kuat, profesional, independen, dan tidak mudah dilemahkan oleh perang opini,” kata Fawer.

Menutup pernyataannya, Fawer mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mendukung agenda pemberantasan korupsi dan menghormati proses hukum yang berlaku.

“Mari hentikan penghakiman di media sosial. Kritik boleh, pengawasan perlu, tetapi jangan sampai opini menggantikan proses hukum. Indonesia membutuhkan aparat penegak hukum yang berani, profesional, dan konsisten melawan koruptor serta mafia. Jangan sampai semangat pemberantasan korupsi ikut melemah karena perang opini di ruang digital,” tutup Fawer. (TIM)

Share39SendShare

Related Posts

Ketua ILAJ: Jangan Hakimi Febrie Sebelum Ada Putusan Pengadilan, Serangan terhadap Pribadi dan Keluarga Sangat Memprihatinkan

14/07/2026

JAKARTA – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, menyampaikan keprihatinannya atas masifnya serangan...

Beberkan 15 Kejanggalan Penanganan Kasus Mantan Jampidsus, Ketua ILAJ: Jika Penegakan Hukum Tidak Objektif, Publik Bisa Beranggapan Ada Pihak yang Takut Febrie Adriansyah Menjadi Jaksa Agung

14/07/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, menyatakan bahwa ILAJ menghormati kewenangan...

Usai Pertemuan Kapolri dan Jaksa Agung, Ketua ILAJ: Stop Mendegradasi Kepercayaan Publik terhadap Kejaksaan, Percayakan Sepenuhnya Proses Hukum

13/07/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, mengapresiasi pertemuan antara Kapolri Jenderal...

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026

PIRAMIDA.ID- Contoh nyata suksesnya Gerakan Ayah Mengantar Anak (GAMAS) di hari pertama sekolah, terlihat jelas pada sosok ayah bernama Adi...

Hari Pertama Sekolah, TK ABA Serbalawan Dipadati Emak-emak

13/07/2026

PIRAMIDA.ID- Hari pertama masuk ke sekolah pemandangan menarik terlihat di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Serbalawan. Ratusan emak-emak...

Ketua ILAJ: Kasus Febrie Adriansyah Bukan Semata Persoalan Individu, tetapi Menyangkut Pelemahan Kejaksaan RI dalam Pemberantasan Korupsi

12/07/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS, menyatakan bahwa perkembangan proses hukum...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Ketua ILAJ: Jangan Hakimi Febrie Sebelum Ada Putusan Pengadilan, Serangan terhadap Pribadi dan Keluarga Sangat Memprihatinkan

14/07/2026
Berita

Beberkan 15 Kejanggalan Penanganan Kasus Mantan Jampidsus, Ketua ILAJ: Jika Penegakan Hukum Tidak Objektif, Publik Bisa Beranggapan Ada Pihak yang Takut Febrie Adriansyah Menjadi Jaksa Agung

14/07/2026
Berita

Kejaksaan Hentikan Pengumpulan Data MBG, Ketua ILAJ: Ini Pukulan bagi Publik, Siapa Kini Berani Mengawal Dugaan Penyimpangan MBG?

14/07/2026
Berita

Usai Pertemuan Kapolri dan Jaksa Agung, Ketua ILAJ: Stop Mendegradasi Kepercayaan Publik terhadap Kejaksaan, Percayakan Sepenuhnya Proses Hukum

13/07/2026
Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

Hari Pertama Sekolah, TK ABA Serbalawan Dipadati Emak-emak

13/07/2026

Populer

Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Sebut Kita Harus Jujur Febrie dan ST Burhanuddin Paling Berani Lawan Koruptor dan Mafia, Dalam 4 Tahun Kejaksaan Agung Ungkap Kasus Korupsi Ribuan Triliun

12/07/2026
Berita

Fawer Sihite Tegaskan ILAJ Berdiri Bersama Jampidsus Febrie Adriansyah demi Menjaga Semangat Pemberantasan Korupsi

09/07/2026
Berita

Pimpinan Ranting Muhammadiyah Dolok Maraja Gelar Workshop Perangkat Pembelajaran

07/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Fawer Sihite Minta Publik Tidak Menghakimi Jampidsus Febrie Adriansyah: Biarkan Proses Hukum Membuktikan

10/07/2026
Berita

Hari Pertama Sekolah, TK ABA Serbalawan Dipadati Emak-emak

13/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber