Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, Juli 1, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Eksistensi ABRI Sebagai Aktor Kekuatan Politik Pasca Orde Baru

byRedaksi
16/11/2022
inDialektika
101
SHARES
721
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Aulia Sindi Pifua*

PIRAMIDA.ID- Berbicara mengenai politik merupakan satu hal yang sangat menarik, namun perlu digarisbawahi juga bahwa tidak semua orang tertarik dengan politik itu. Sejak Indonesia merdeka, sangat banyak sekali terjadi perubahan perubahan akan sistem perpolitikan di Indonesia, khususnya mengenai sistematika kekuatan politik itu sendiri.

Kemampuan suatu kelompok dalam mempengaruhi proses pembuatan dan perumusan keputusan keputusan politik yang menyangkut masyarakat umum merupakan defenisi dari kekuatan politik. Salah satu aktor kekuatan politik Indonesia pasca Orde Baru adalah ABRI.

Menurut berbagai sumber yang saya baca, sejarah perkembangan ABRI berawal dari lahirnya Badan Keamanan Rakyat (BKR) tanggal 22 Agustus 1945. Kemudian menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada tanggal 5 Oktober 1945, diubah lagi namanya menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Tanggal 26 Januari 1946, TKR diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dan tanggal 3 Juni 1947 TRI diubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Istilah ABRI lahir ketika penyatuan angkatan-angkatan dan kepolisian ke dalam satu wadah, dwifungsi ABRI diawali dengan banyaknya kekosongan dalam pemerintahan sipil pasca proklamasi kemerdekaan, sehingga dari inisiatif para pemimpin militer pada saat itu diusulkan untuk diisi oleh golongan militer.

Kemudian rapuhnya pemerintahan sipil di bawah Presiden Soekarno dalam menyikapi perubahan cara pandang golongan militer sehingga terjadi ketidaksesuaian pendapat antara golongan pemerintah dengan golongan militer.

Namun dapat kita lihat bersama, peran ABRI sebagai kekuatan sosial politik dapat dilaksanakan melalui berbagai cara dan bentuk, di antaranya adalah dengan mengemukakan konsepsi, tanggapan, pandangan, usul, di segala bidang kehidupan, di bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam yang menyangkut kepentingan masyarakat, baik dalam forum resmi maupun tidak resmi.

Peran ABRI sebagai kekuatan politik di Indonesia, menitikberatkan pada pemeliharaan dan pemantapan stabilitas politik dalam rangka menjamin kesinambungan pembangunan nasional.

Dalam catatan sejarah, peran Dwifungsi sudah terlihat nyata pada tahun 1946 akibat kegagalan peran politik sipil dalam membangun demokrasi dan modernisasi. Sehingga pada masa Orde Baru keterlibatan ABRI dalam kancah politik di Indonesia mulai dikembangkan baik dalam pemerintahan maupun kenegaraan. Hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa peran dalam kancah politik di Indonesia.

Beberapa eksistensi atau peran ABRI dalam politik pasca Orde Baru, yaitu: kemampuan ABRI untuk berkomunikasi dengan rakyat ,yang di mana ABRI secara langsung mendorong masyarakat untuk aktif dalam partisipasi maupun pembangunan politik. Kemudian kesadaran nasional yang tinggi oleh setiap prajurit ABRI, serta ABRI sebagai Golongan Karya (Golkar) dan sekaligus wakil rakyat, dan ABRI juga beperan dalam pemilihan umum.

Maka kesimpulan yang bisa saya tuliskan adalah peran ABRI dalam bidang politik di Indonesia pada masa Orde Baru ditujukan pada fungsi kekaryaan ABRI. Sasaran ABRI sebagai kekuatan politik di indonesia merupakan sasaran kekaryaan ABRI, yaitu: bidang ideologi salah satunya melalui terwujudnya Penghayatan dan Pengamalan Pancasila secara mantap di kalangan masyarakat. Bidang politik melalui ABRI sebagai dinamisator dan stabilisator diharapkan mampu menciptakan stabilitas nasional yang mantap dan dinamis guna menunjang suksesnya pembangunan nasional dan terpeliharanya ketahanan nasional.(*)


Penulis merupakan Mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi.

Tags:#abri#analisa#sejarah
Share40SendShare

Related Posts

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Dari Peristiwa Kanjuruhan Hingga Batalnya Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20

03/04/2023

Oleh: Edis Galingging* PIRAMIDA.ID- Dunia sepak bola tanah air sedang merasakan duka yang dalam. Kali ini, duka itu hadir bukan...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Sunat Gratis 41 Orang, KBG, Koin Dakwah, BKM Safinaatussalam Berkolaborasi di Bandar Huluan

28/06/2026
Berita

Warga Marteng Bangun dan Rawat Kampung Sendiri

28/06/2026
Berita

Areal Lapangan Bola Serbalawan, Mulai Diperbaiki Secara Swadaya

28/06/2026
Berita

Catat Sejarah 26 Santri Generasi Pertama SD Muhammadiyah Serbalawan di Wisuda

27/06/2026
Berita

Bentrok Warga VS PT Bridgestone Pemerintah Wajib Hadir, APH Tidak Boleh Absen

26/06/2026
Berita

TKSK Simalungun Berduka, Kepergian Suhendra Mengejutkan Para Sahabat

25/06/2026

Populer

Berita

TKSK Simalungun Berduka, Kepergian Suhendra Mengejutkan Para Sahabat

25/06/2026
Berita

Bentrok Warga VS PT Bridgestone Pemerintah Wajib Hadir, APH Tidak Boleh Absen

26/06/2026
Berita

Areal Lapangan Bola Serbalawan, Mulai Diperbaiki Secara Swadaya

28/06/2026
Berita

Catat Sejarah 26 Santri Generasi Pertama SD Muhammadiyah Serbalawan di Wisuda

27/06/2026
Berita

Warga Marteng Bangun dan Rawat Kampung Sendiri

28/06/2026
Berita

Sunat Gratis 41 Orang, KBG, Koin Dakwah, BKM Safinaatussalam Berkolaborasi di Bandar Huluan

28/06/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber