Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Juli 21, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Melampaui SARA

byRedaksi
28/09/2020
inDialektika
98
SHARES
700
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Yudhie Haryono*

PIRAMIDA.ID- Apa yang salah dari SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan)? Tentu saja tidak ada. Itulah identitas-identitas purba bawaan manusia. Tetapi, dalam konteks berindonesia, SARA tak cukup baik bagi modalitas kehidupan kita. Mengapa?

Dari isu SARA, orde baru memproduksi politik identitas. Dan, dari SARA pula, orde baru memasung pluralitas dan memproduksi homogenitas. Negeri didesain anti kebhinekaan (heterogenitas) sambil dijejali keikaan (kesatuan) yang dikunyah-kunyah.

Kita paham bahwa politik identitas adalah tindakan politis untuk mengedepankan kepentingan-kepentingan dari anggota-anggota suatu kelompok yang memiliki kesamaan identitas atau karakteristik, baik berbasiskan pada ras, etnisitas, jender, atau keagamaan. Singkatnya, politik identitas merupakan rumusan lain dari politik perbedaan; bekerja pada aras asal beda bukan pada pendalaman program dan meritokrasi.

Tentu saja, politik identitas lahir sebagai kebangkitan kelompok-kelompok identitas akibat represi yang memarjinalisasikan mereka di masa lalu. Identitas berubah menjadi politik identitas ketika menjadi basis kohesi dan argumentasi perjuangan kelompok. Di sini, identitas bukan hanya persoalan sosio-psikologis namun juga politis. Ada politisasi atas identitas dan sebaliknya.

Padahal, identitas dalam konteks kebangsaan seharusnya digunakan untuk merangkum kebinekaan bangsa kita. Bukan sebaliknya. Sebagai modal berkelompok secara sempit dan pariferal.

Identitas nasional yang menjadi dasar konsep kewarganegaraan (citizenship) adalah kesadaran atas kesetaraan manusia sebagai warganegara. Identitas sebagai warganegara ini menjadi bingkai politik untuk semua orang, terlepas dari identitas apapun yang dimilikinya seperti identitas suku, ras, kelamin dan agama.

Saat identitas nasional yang berdiri hebat di atas dan untuk semua identitas purba tak dipahami, gugurlah kita sebagai bangsa Indonesia.

Akibatnya, problema kita yg bertumpu pada 10K menjadi terabaikan. Padahal, sebagai negeri postkolonial, kita masih mengalami 10 kenyataan: 1)Keterjajahan baru; 2)Kemiskinan; 3)Kepengangguran; 4)Ketimpangan; 5)Ketergantungan; 6)Kebodohan; 7)Kesakitan; 8)Konflik; 9)Kepunahan; 10)Keterabaian.

Tentu saja, jika kita jenius berIndonesia, wajiblah membuat protokolnya dan realisasikan satu persatu demi manusia nusantara, insan pancasila. Sebaliknya, jika kita jahil, akan mudah tertipu dengan isu ecek-ecek: arabisme, LGBT, teroris dan lainnya, sebagai pengalihan persoalan subtantif.

Karena itu, hati-hatilah kalian kaum muda idealis dalam bernegara. Sebab, negara kalian kini sedang dicengkeram gerombolan neoliberalis bin fasis. Kalian harus paham bahwa neoliberalis bin fasis selalu berjanji membangun jembatan walau di negeri itu tak ada sungai. Mereka juga berjanji mencetak alkitab walau di negeri itu tak ada kaum beragama.

Janji adalah buah harapan yg menjadikan penikmatnya ketagihan. Hiperjanji adalah ontologi neoliberalisme: Benua baru, harapan baru. Pasar baru, masyarakat baru. Hemmm, neoliberalisme memang dahsyat sebagai opium kehidupan. Memabukkan dan menghancurkan.

Singkatnya, kita harus melampaui SARA. Dengan mengembangkan kurikulum pluralisme dan multikulturalisme. Pluralisme adalah kerangka di mana ada interaksi beberapa kelompok yang menunjukkan rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain. Mereka hidup bersama (koeksistensi) serta membuahkan hasil tanpa konflik asimilasi.

Pluralisme dan multikulturalisme niscaya menjadi ciri khas masyarakat dan negara modern. Ide ini juga menjadi kelompok sosial paling penting dan merupakan pengemudi utama kemajuan dalam ilmu pengetahuan, perkembangan ekonomi-politik kita: yang adil, beradab, sejahtera, mandiri, modern dan martabatif.

Terakhir, ada pesan dari Albert Einstien buat orang-orang seperti kita yang berjuang dalam nilai-nilai idealisme. Menurutnya, “kantong kosong tidak pernah menghambat kemajuan. Yang bisa menghambat hanyalah kepala kosong dan hati kosong.” Semoga hati dan pikiran kita berisi cita-cita, cinta dan kerja dalam keindonesiaan jenius yang nyata.


Penulis merupakan Direktur Eksekutif Nusantara Centre. Pendiri PKPK UMP (Pusat Kajian Pancasila dan Kepemimpinan Univ Muhammadiyah Purwokerto).

Tags:#kebhinekaan#negara#SARA
Share39SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Ketua ILAJ: Negara Hukum Harus Berani Mengoreksi Diri, Jangan Pertahankan Status Tersangka Tanpa Dasar Hukum yang Kuat

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Tantang Penegakan Hukum yang Objektif: Jika Bukti Tak Cukup, Mengapa SP3 Tidak Dipertimbangkan?

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Jangan Biarkan Due Process of Law Kalah oleh Trial by Opinion, Ini 8 Alasan Hukum Soal Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Tekanan Opini, Penyidik Harus Berani Evaluasi Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Sebut Ada 8 Alasan Mengapa Perkara Febrie Adriansyah Patut Dipertimbangkan untuk Dihentikan Penyidikannya

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Mengapa Narasi yang Menyerang Febrie Dibiarkan, Sementara Pembelaan Berdasarkan Hukum Dipersoalkan?

21/07/2026

Populer

Berita

Tak Mau Bahas LKPD, Aktivis ingatkan Anggota DPRD bisa dilaporkan

15/07/2026
Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Tekanan Opini, Penyidik Harus Berani Evaluasi Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber