Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomePojokan

Mengapa Beberapa Jamur Beracun?

byRedaksi
30/07/2021
inPojokan
101
SHARES
720
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Kita mungkin telah memperhatikan bahwa jamur muncul di halaman belakang atau di taman tepat setelah hujan tapi mereka tidak bertahan lama.

Jamur adalah bagian dari sebuah fungi yang tumbuh di atas tanah. Seringkali jamur hidup sebagai struktur seperti benang yang disebut hifa di bawah tanah atau dalam bahan seperti kayu. Agar jamur dapat berkembang biak, jamur harus terbentuk di atas tanah.

Beberapa jamur beracun untuk alasan yang sama dengan beberapa tanaman beracun – untuk melindungi diri mereka agar tidak dimakan sehingga mereka dapat berkembang biak. Jamur lain menggunakan strategi yang berlawanan. Mereka membutuhkan hewan untuk memakannya dan menyebarkan spora melalui kotoran. Sementara jamur lain memiliki cara bertahan yang sama sekali berbeda.

Menyebarkan Spora

Jamur berkembang ketika mendapatkan suhu yang tepat dan memiliki cukup air. Mereka biasanya terdiri dari bagian tudung dan tangkai. Di bagian bawah tudungnya, jamur menghasilkan spora yang seperti biji tanaman akan menghasilkan jamur baru.

Jika Anda mengintip di bawah berbagai tudung jamur, Anda akan melihat mereka tidak semuanya sama.

Beberapa jamur memiliki insang yang terlihat seperti tumpukan kertas. Beberapa memiliki pori-pori yang terlihat seperti spons. Dan beberapa memiliki struktur seperti gigi. Semua permukaan ini menghasilkan spora. Untuk membuat generasi baru jamur, spora perlu sampai ke area baru – dan ada banyak cara menarik yang bisa dilakukan jamur untuk mencapainya.

Untuk beberapa jamur, spora jatuh begitu saja dari tudungnya dan dibawa ke rumah baru oleh arus udara.

Jamur lain menarik serangga dengan bersinar pada malam hari. Cahaya dari jamur di hutan pada malam hari bisa sangat kuat dan kadang-kadang disebut api rubah. Serangga, yang tertarik pada cahaya, secara tidak sengaja mengambil spora saat mereka menyelidiki cahaya dan membawanya ke tempat lain saat mereka bergerak.

Beberapa jamur tidak pernah membentuk struktur di atas tanah. Sebaliknya jamur tetap berada di bawah tanah dan dimakan oleh tupai dan tikus, yang menyebarkan spora dengan mengambil potongan kembali ke sarang mereka dan dengan buang air besar. Jamur seperti itu disebut truffle, dan terkadang orang akan membayar banyak uang untuk jamur itu.

Sebuah kesempatan singkat

Karena jamur tidak bertahan lama, penting untuk menyebarkan spora mereka dengan cepat. Di sinilah racun dan toksin bisa berperan.

Siput, beberapa serangga, kumbang, tupai, tupai, rusa, dan manusia cukup menyukai jamur. Jika seekor hewan memakan jamur, biasanya sporanya akan hilang – kecuali jika jamur tersebut adalah jenis yang terbungkus dalam pelindung yang bertujuan membawa spora ke lingkungan baru melewati kotoran.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa serangga dan siput menghindari makan jamur yang mengandung racun. Beberapa racun jamur mungkin membuat pemakan hanya cukup sakit untuk menghindari spesies itu pada masa depan, tapi beberapa bisa berakibat fatal.

Ada banyak racun jamur yang berbeda. Salah satu jenisnya termasuk dalam kelompok jamur yang sangat indah, yaitu amanitas, juga disebut “malaikat penghancur” karena keduanya cantik dan mematikan. Amanitas sering disalahartikan sebagai jamur yang bisa dimakan, dan mereka menyebabkan beberapa kematian di seluruh dunia setiap tahun.

Orang menggunakan beberapa racun dari jamur dalam pengobatan. Racun jamur ergot, misalnya, dikembangkan menjadi obat yang digunakan untuk mencegah sakit kepala migrain.

Sekitar 1%-2% jamur beracun bagi manusia. Istilah umum untuk jamur semacam itu adalah “kulat”, tapi tidak ada cara mudah untuk membedakan jamur beracun dari jamur yang dapat dimakan. Jadi bukanlah ide yang baik untuk memakan jamur yang kamu temukan, karena sulit untuk memastikan apakah jamur itu beracun atau tidak.

Banyak jamur yang sehat dan lezat. Pastikan kamu mendapatkannya dari toko atau dari seseorang yang ahli jamur.(*)


The Conversation

Tags:#beracun#jamur#spora
Share40SendShare

Related Posts

Asal-usul Permainan Tradisional Anak-anak

12/07/2023

PIRAMIDA.ID- Anda merasa jenuh dengan bermain dengan gim di ponsel dan laptop? Terlalu lama bermain gim bisa menyebabkan kerusakan mata akibat...

Mengapa ada Tujuh Hari dalam Seminggu?

11/07/2023

PIRAMIDA.ID- Akhir pekan selalu tak kunjung tiba, kita harus menunggu enam hari penuh antara Senin dan Sabtu. Satu minggu itu...

Ini Medan, Bung!

05/03/2023

Supriadi Harja* PIRAMIDA.ID- Aku lupa, kapan aku pernah mengenal orang ini. Begitu melihatku, ia memperkenalkan diri. Namanya Pak Sukri. Namun...

Seperti Apa Sistem Absensi yang Banyak Digunakan di Indonesia?

20/12/2022

PIRAMIDA.ID- Aset terbesar perusahaan adalah karyawan. Tanpa karyawan, perusahaan tidak akan dapat mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai tujuannya, human resources...

Mimpi

07/12/2022

Billie Gregorine* PIRAMIDA.ID- Semua orang sekiranya pastilah pernah bermimpi. Sambil rebahan, sayup-sayup kudengar lagu dari Nadin Hamizah yang judulnya 'Rumpang'....

Mengantongi Ragam Cerita dari Tanah Papua

04/09/2022

Oleh: Roberto Duma Buladja* PIRAMIDA.ID- Konsultasi Nasional (Konas) GMKI berlangsung pada 23–27 Agustus 2022 di Jayapura, tanah Papua. Kurang lebih...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026
Berita

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Minta DLH Pematangsiantar Periksa Penggunaan Bahan Kimia PT Bumi Sari Prima, Dorong Transparansi dan Jaminan Keamanan Produk Tepung

12/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Bayi 8 Bulan di Labura Diusut Tuntas

12/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Soroti Kasus Perundungan Siswi SD di Medan, Minta Polisi Usut Tuntas

12/10/2026

Populer

Berita

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026
Pojokan

Profesi Apoteker: Perannya Besar dan tak Sekedar Menunggui Apotek

27/09/2020
Ilustrasi/Akun Twitter @Nobodycorp
Pojokan

Cerpen: 1998

24/08/2020
Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Edukasi

Kamus Digital Bahasa Batak ke Dalam Bahasa Indonesia

20/11/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus