Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, September 2, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEdukasi

Pendidikan Berkarakter, Karakter Pendidikan dan Wajah Peserta didik di Masa Pandemi

byRedaksi
15/12/2021
inEdukasi
101
SHARES
719
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Novita Anggelin Siagian*

PIRAMIDA.ID- Saat ini, bangsa dan negara tengah menghadapi masalah dan persoalan yang tidak kunjung selesai masalah yang sangat serius, yakni pandemi Covid-19. Di tengah kondisi pandemi saat ini, di satu sisi lain dunia pandemi juga sedang mengalami masalah dan persoalan yang tak berkesudahan.

Rencana pembelajaran tatap muka yang tidak kunjung terwujud adalah rencana-rencana yang hanya tumpang tindih tanpa tahu kapan akan benar-benar terealisasi.

Pendidikan berkarakter adalah harapan dan satu-satunya jalan untuk mendapatkan hasil belajar yang tidak hanya berdasarkan pada ilmu pengetahuan semata, akan tetapi juga pendidikan yang akan membangun etika, moral, dan sopan-santun di mana ini akan menjadi penyeimbang seorang peserta didik di dalam proses pembelajarannya. Dan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berbudi luhur.

Tentunya pendidikan berkarakter ini adalah pendidikan yang akan 100% berhasil keetika diaplikasikan secara langsung (sekolah). Akan tetapi karakter pendidikan di masa pandemi saat ini, di mana akan menjadi kerikil-kerikil tajam bagi dunia pendidikan, tentunya tidak akan pernah bisa sejalan dengan tujuan pendidikan berkarakter itu sendiri.

Wajah peserta didik di masa pandemi saat ini adalah jawaban atau karakter pendidikan yang berlangsung selama hampir 2 tahun. Tidak semua guru adalah guru milenial, dan dapat mudah memahami bagaimana penggunaan teknologi di era 4.0. Tidak semua orang tua dapat menjadi guru dan pendidik yang tepat untuk seorang anak. Dan tidak semua anak adalah peserta didik yang baik tanpa seorang guru dalam proses pembelajarannya.

Lalu apakah untuk tetap melanjutkan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) adalah jalan dan jawaban yang tepat, dan apakah pendidikan berkarakter akan bisa didapat dari karakter pendidikan saat ini, dan dapatkah karakter pendidikan saat ini memberikan pendidikan berkarakter untuk mengubah wajah peserta didik selama hampir 2 tahun melakukan pembelajaran jarak jauh?

Tentunya kita dan semua pihak mengharapkan solusi dan jalan keluar yang dapat juga terbaik yang tidak hanya untuk satu pihak melainkan semua pihak.

Pada masa pandemi saat ini, tidak dapat dipungkiri jika belajar dari rumah adalah tantangan terbesar dalam dunia pendidikan. Guna memutus mata rantai penyebaran virus, maka belajar dari rumah adalah satu-satunya jalan yang dipilih menteri pendidikan sekiranya pendidikan tidak terputus akibat Covid-19. Tidak dapat dikatakan sulit, akan tetapi tidak pula dapat dikatakan mudah.

Belajar dari rumah, menuntut semua pihak untuk ikut berperan di dalamnya. Tidak hanya sebatas guru dan siswa saja, akan tetapi peran orang tua juga sangat dibutuhkan dalam hal ini. Orang tua, adalah guru yang nyata bagi setiap siswa di rumah ketika sedang belajar. Akan tetapi tidak semua orang tua tahu dan mengerti bagaimana cara menjadi guru dan pendidik untuk anak mereka sendiri.

Belum lagi penggunaan media sosial. Media sosial sendiri berperan sebagai alat bagi para guru untuk mengirimkan bahan dan materi pembelajaran untuk para siswa, dan begitu juga sebaliknya siswa akan mengirim kembali tugas mereka kepada guru melalaui aplikasi belajar tersebut.

Tapi yang menjadi masalahnya adalah, di mana tidak semua orang tua dan juga siswa dapat memahami apa dan bagaimana cara penggunaan aplikasi belajar tersebut. Yang di mana aplikasi ini berbasis online, yang memiliki segudang masalah yang tidak dapat dibuang begitu saja.

Masalah-masalah itulah yang menjadi momok dan pengaruh buruk yang berdampak pada semangat dan hasil belajar siswa. Sebut saja mulai dari gangguan jaringan, memori penyimpanan yang penuh, belum lagi godaan dari notifikasi-notifikasi aplikasi lain.

Memang jika niat dan termotivasi untuk belajar tidak akan pernah menjadi masalah apapun itu halangan dan cobaannya. Tapi kembali lagi pada diri dan pribadi masing-masing siswa, yang tentu saja niat dan motivasi mereka tidak sama satu sama lain.

Pengaruh-pengaruh tersebut yang berdampak buruk memang akan sangat sulit untuk diatasi. Mengingat siswa sendirilah yang mengontrol apa dan bagaimana mereka belajar, bisa saja karena mereka merasa bosan dengan pelajaran mereka dan merasa jenuh dengan gangguan-gangguan dunia online tentunya media sosial membuat mereka beralih dari pelajaran mereka meninggalkannya dan memilih untuk bermain dengan media sosial mereka.

Hal-hal yang seperti inilah yang menjadi masalah dan berdampak pada hasil belajar siswa.(*)


Penulis merupakan Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

Tags:#karakter#pandemi#pendidikan
Share40SendShare

Related Posts

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie Adriansyah, Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

28/07/2026

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie...

Budaya Adat di Lingkungan Masyarakat Era Modern saat ini

15/11/2025

PIRAMIDA.ID-Dalam kehidupan Masyarakat era modern, budaya adat sering kali terpinggirkan oleh pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi pada saat ini....

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita

15/07/2025

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita Oleh: Edis Galingging Geliat sektor pariwisata pacu terus pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tampaknya...

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia

20/04/2025

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th.,S.H.,MAPS 1. Menghadapi Perang Dagang Global Perang...

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global

14/04/2025

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th., S.H., MAPS Kunjungan...

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

11/04/2025

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Refleksi Mahasiswa Kristen dalam Perspektif Alkitabiah Ditulis Oleh: Fawer...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026
Berita

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026
Berita

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026
Berita

Bank Mandiri Jangan Berlindung di Balik “Permintaan Aparat”, Publik Berhak Tahu Dasar Hukumnya

25/08/2026
Berita

Jalin Sinergi Pendidikan, PCM Siantar Utara Studi Tiru ke Perguruan Muhammadiyah Aekkanopan

25/08/2026
Berita

KUA Siantar Utara Gercep Amankan Wakaf ummat yang belum terselesaikan

24/08/2026

Populer

Berita

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026
Berita

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026
Berita

Bank Mandiri Jangan Berlindung di Balik “Permintaan Aparat”, Publik Berhak Tahu Dasar Hukumnya

25/08/2026
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
Berita

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026
Berita

Eks Ketum GMKI Batam Apresiasi untuk Kapolda Kepri dan Bareskrim Polri: Tertibkan Pelanggaran, Lindungi Dunia Usaha yang Patuh

22/08/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber