Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, November 3, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Pernyataan Prabowo Soal “Londo Ireng”, Ketua ILAJ: Wartawan dan LSM Bagian Penting Perjalanan NKRI, Tak Mungkin Presiden Merendahkan Mereka

byPiramida.id
25/07/2026
inBerita
98
SHARES
700
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

JAKARTA – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, mengajak masyarakat untuk memahami secara utuh pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai istilah “londo ireng” yang disampaikan dalam pidatonya pada Puncak Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis (23/7/2026). Menurutnya, polemik yang berkembang tidak boleh dilepaskan dari konteks pidato secara keseluruhan.

Fawer menegaskan bahwa wartawan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) merupakan bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia dan pembangunan demokrasi. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi, insan pers dan masyarakat sipil telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga kebebasan, mengawal jalannya pemerintahan, serta memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Wartawan dan LSM adalah elemen penting dalam perjalanan NKRI. Pers merupakan pilar demokrasi, sementara LSM menjalankan fungsi kontrol sosial yang sangat dibutuhkan dalam negara hukum. Tidak boleh ada siapa pun yang merendahkan martabat wartawan maupun LSM,” ujar Fawer, Sabtu (25/7/2026).

Namun demikian, Fawer berpandangan bahwa pernyataan Presiden Prabowo tidak dimaksudkan untuk merendahkan wartawan ataupun LSM. Menurutnya, apabila pidato tersebut dipahami secara utuh, Presiden sedang menggunakan istilah yang memiliki konteks sejarah untuk menyampaikan kritik terhadap pihak-pihak tertentu, bukan melakukan generalisasi terhadap profesi wartawan ataupun organisasi masyarakat sipil.

“Istilah *’londo ireng’* merupakan istilah yang dikenal sejak masa kolonial untuk menggambarkan orang-orang pribumi yang berpihak kepada kepentingan penjajah Belanda. Karena itu, makna istilah tersebut harus dipahami dalam konteks sejarah dan keseluruhan pidato Presiden, bukan dipotong-potong sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda dari maksud yang ingin disampaikan,” jelasnya.

Fawer juga mengajak publik untuk melihat rekam jejak Presiden Prabowo dalam membangun komunikasi dengan media. Menurutnya, selama menjabat sebagai Presiden, Prabowo menunjukkan sikap terbuka terhadap insan pers dengan memberikan ruang dialog, konferensi pers, serta kesempatan kepada wartawan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung mengenai berbagai kebijakan pemerintah.

“Kalau kita melihat rekam jejaknya, Presiden Prabowo justru termasuk kepala negara yang terbuka berdialog dengan wartawan. Beliau berkali-kali memberikan kesempatan kepada insan pers untuk bertanya secara langsung mengenai berbagai isu nasional. Hal tersebut menunjukkan penghormatan terhadap kebebasan pers dan pentingnya media dalam kehidupan demokrasi,” katanya.

Menurut Fawer, rekam jejak tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia tidak melihat adanya maksud Presiden untuk merendahkan profesi wartawan maupun keberadaan LSM.

Ia menambahkan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi. Pers dan LSM memiliki hak sekaligus tanggung jawab untuk menyampaikan kritik yang konstruktif, sementara pemerintah juga berhak memberikan pandangan maupun kritik terhadap berbagai fenomena yang berkembang di masyarakat. Seluruh proses tersebut harus berlangsung dalam koridor saling menghormati dan berlandaskan nilai-nilai demokrasi.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam negara demokrasi. Yang terpenting adalah semua pihak mengedepankan etika, menghormati satu sama lain, dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa memahami konteks secara utuh. Saya meyakini Presiden Prabowo tetap menghormati wartawan dan LSM sebagai mitra penting dalam membangun bangsa,” tutup Fawer. (TIM)

Share39SendShare

Related Posts

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026

PIRAMIDA.ID | JAKARTA – Langkah Polda Jawa Tengah dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul...

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026

PIRAMIDA.ID - Minimnya kegiatan kepemudaan di Kabupaten Simalungun menjadi sorotan. Sekretaris KNPI Kabupaten Simalungun, Edis Galingging, mengkritik kinerja Dinas Pemuda...

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026

PIRAMIDA.ID — Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, mendesak Bupati...

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026

MPIRAMIDA.ID-Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet. Istilah ini tidak sekadar...

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026

PIRAMIDA.ID- Gading Simangunsong, Alumni Diklat Antikorupsi Nasional 2025, menolak wacana Ketua DEN Luhut Binsar Panjaitan yang hendak me-redefinisi tindak pidana...

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS., meminta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026
Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026

Populer

Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Ilustrasi: dw.com
Dialektika

Zoroaster, Agama Pertama Yang Menyembah Satu Tuhan

15/06/2020
Pojokan

Mengenal Perasa Rokok dalam Kretek

03/02/2021
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus