Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Sabtu, Juni 27, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDunia

Robert Koch dan Awal Penelitian Mikrobiologi

byRedaksi
07/04/2021
inDunia
104
SHARES
745
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Semasa pandemi setahun belakangan, ada satu nama institusi yang paling sering terdengar di Jerman, yakni Robert Koch Institut (RKI). Institusi tersebut bertanggung jawab atas pengendalian penyakit menular di negara ini. Namun, siapakah Robert Koch – orang yang namanya kemudian didapuk menjadi nama sebuah lembaga yang cukup dihormati ini?

Dunia di abad ke-19 tampaknya banyak dilanda perang dan berbagai infeksi penyakit menular. Tuberkolosis, kolera, difteri, dan infeksi pada luka menjadi beberapa penyebab utama kematian para warganya. Dan saat itu, masih minim pengetahuan tentang kenapa penyakit tertentu mudah sekali mewabah.

Di abad tersebut, lahir Robert Koch pada tanggal 11 Desember 1843, sebagai anak ketiga dari total tiga belas bersaudara dari keluarga penambang di Clausthal, Jerman. Tahun 1862 pemuda Robert Koch yang masih berusia 19 tahun dan baru saja lulus sekolah menengah datang ke Universitas Göttingen dengan penuh semangat belajar. Ia awalnya mendaftar untuk belajar matematika, fisika dan botani. Niatnya ingin jadi ahli matematika, namun ternyata di jurusan itu ia hanya bertahan dua bulan.

Robert Koch segera menemukan kecintaannya pada ilmu medis dan beralih ke fakultas kedokteran. Kecemerlangannya tidak lagi terbendung. Mahasiswa itu segera menulis artikel ilmiah pertamanya pada usia yang terbilang muda. Setelah menyelesaikan studi, ia bekerja di rumah sakit di Berlin dan Hamburg.

Berawal dari penelitian antraks

Dari tahun 1870 hingga 1871 Robert Koch bekerja sebagai dokter dalam Perang Perancis-Prusia. Sekembalinya dari medan perang, ia bekerja sebagai petugas kesehatan masyarakat di Wollstein (kini termasuk wilayah Polandia). Di sanalah dia mulai mendalami biologi bakteri.

Di luar medan perang, antraks merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti di Eropa pada saat itu. Seluruh kawanan ternak bisa dengan mudah mati karena penyakit ini. Antraks juga dapat menyebabkan kematian pada manusia.

Banyak orang pada zaman itu menduga bahwa penyakit di sekitar Wollstein ini disebabkan oleh suatu zat misterius, atau bahkan hal aneh yang tidak dapat dijelaskan. Namun, Koch tidak puas dengan penjelasan ini dan mulai meneliti tentang antraks.

Berdasarkan penelitiannya, ia menemukan jawaban mengapa ternak di padang rumput tertentu dapat berulang kali terjangkit antraks: bangkai hewan yang mati tidak cukup dalam dikubur di dalam tanah. Dia juga menemukan bakteri antraks dapat membentuk spora yang bisa bertahan dalam jangka waktu lama di lingkungan yang berbeda.

Hidup di era penemuan

Hasil kerja kerasnya tidak sia-sia. Robert Koch adalah orang pertama yang membuktikan bahwa penyakit menular disebabkan oleh mikroorganisme. Pada tahun 1878 ia menerbitkan buku On the Aetiology of Wound Infection Diseases, di mana ia menjelaskan agen penyebab infeksi pada luka.

Temuan ini diterima dengan sangat baik sehingga dia dipanggil ke Berlin untuk bekerja sebagai Kepala Kantor Kesehatan Kekaisaran. Di sana, dia berhasil mengisolasi bakteri penyebab tuberkulosis.

Tapi dokter muda itu tidak cepat puas dan ingin tahu bagaimana cara memerangi penyakit di tubuh manusia. Hidup di era yang penuh penemuan ilmu pengetahuan, dia pun berkeliling dunia untuk mencari patogen penyebab penyakit.

Di Mesir dan India ia menemukan bakteri yang bertanggung jawab atas sebaran penyakit kolera, di Rhodesia (sekarang Zimbabwe) ia meneliti wabah ternak dan penyakit kuku dan mulut. Sementara di Italia, Afrika bagian timur, dan Papua Nugini, ia meneliti malaria.

Hadiah Nobel dan Robert Koch Institut

Hasil pengamatan Koch telah memungkinkan ilmuwan dalam waktu singkat mengembangkan cara untuk memerangi penyakit, yang sampai saat itu manusia sama sekali tidak berdaya. Untuk pertama kalinya dalam dunia kedokteran, penyebab penularan suatu penyakit dapat dibuktikan dengan jelas.

Robert Koch pun menjadi orang pertama yang dicatat sejarah berhasil mengidentifikasi mikroorganisme penyebab penyakit. Temuannya ini telah membantu memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kesehatan manusia di seluruh dunia. Ini adalah dua hal yang menjadi kekuatan pendorong di balik disiplin ilmu mikrobiologi modern.

Atas kerja keras dan karyanya inilah, ia diganjar Hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 1905. Dalam karirnya, Robert Koch sendiri berhubungan erat dengan ahli patologi Jerman, Julius Friedrich Cohnheim, dan ahli imunologi Paul Ehrlich.

Begitu besarnya berpengaruh Robert Koch hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa pun mendeklarasikan 24 Maret sebagai Hari Tuberkulosis Internasional. Ini adalah hari ketika Koch mempresentasikan temuannya tentang bakteri tuberkulosis dan bagaimana dia menemukannya.

Kini namanya menjadi lembaga federal Jerman yang bertanggung jawab atas pengendalian dan pencegahan penyakit menular. Lembaga yang awalnya bernama Royal Prussian Institute for Infectious Diseases ini didirikan tahun 1891 dan diketuai oleh Robert Koch hingga tahun 1904. Sekitar 50 tahun sejak pertama kali didirikan, nama organisasi tersebut secara resmi diubah menjadi Robert Koch Institut.(*)


DW Indonesia

Tags:#ilmuwan#jerman#mikrobiologi#robertkoch
Share42SendShare

Related Posts

KOMRAD : Jakarta Buktikan Diri, Dari Kota Rawan Jadi Salah Satu Kota Teraman Di ASEAN

09/04/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta, 8 April 2026 - Koordinator Nasional Komrad Pancasila, Antony Yudha Benusu, menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan bahwa Jakarta...

Perang Israel-Iran Menunjukkan Pentingnya STEM, Fawer Sihite: Dukung Sikap Presiden Prabowo

22/06/2025

PIRAMIDA.ID - Dalam sebuah wawancara eksklusif yang berlangsung di Mall Atrium Senen, Jakarta Pusat, Fawer Sihite menegaskan bahwa perang antara...

Kebahagiaan Berasal dari Keyakinan dalam Diri

10/07/2023

PIRAMIDA.ID- Pernahkah Anda berkata pada diri sendiri saat marah, ‘Saya tidak boleh marah?' Atau mungkin ketika Anda merasa sedikit sedih,...

Mengapa Orang Terlihat Serius dan Tidak Tersenyum di Foto-foto Kuno?

30/04/2023

PIRAMIDA.ID- Foto-foto pertama diambil pada akhir tahun 1820-an. Tetapi sampai tahun 1920-an, tampaknya orang-orang mulai “belajar” tersenyum saat di foto....

Bagaimana Asal Usul Jabat Tangan?

02/04/2023

PIRAMIDA.ID- Kita sudah begitu terbiasa berjabat tangan dengan orang lain, kita hampir tidak memikirkan bagaimana, di mana, dan mengapa kebiasaan...

Marcus Aurelius: Kaisar Romawi Baik Hati yang Juga Seorang Filsuf

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Marcus Aurelius lahir pada 26 April 121 Masehi di Roma dengan nama lahir Marcus Annius Verus. Perjalanan hidupnya membuat...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Bentrok Warga VS PT Bridgestone Pemerintah Wajib Hadir, APH Tidak Boleh Absen

26/06/2026
Berita

TKSK Simalungun Berduka, Kepergian Suhendra Mengejutkan Para Sahabat

25/06/2026
Berita

Edis Galingging: Justice Delayed is Justice Denied, Propam Polri Harus Periksa Kapolres Pematangsiantar

21/06/2026
Berita

663 Lulusan USI Diwisuda, Rektor USI: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

20/06/2026
Berita

Di Demo Puluhan Massa,!Hotbinson Damanik dan Mhd Ali Damanik Akan di Periksa? Kejatisu Akan Bentuk Tim Penelaa Penelaahan

17/06/2026
Berita

Masa Perkenalan (MAPER) Gel. III 2026 GMKI Pematangsiantar-Simalungun Sukses Terlaksana

16/06/2026

Populer

Berita

TKSK Simalungun Berduka, Kepergian Suhendra Mengejutkan Para Sahabat

25/06/2026
Berita

Bentrok Warga VS PT Bridgestone Pemerintah Wajib Hadir, APH Tidak Boleh Absen

26/06/2026
Berita

Edis Galingging: Justice Delayed is Justice Denied, Propam Polri Harus Periksa Kapolres Pematangsiantar

21/06/2026
Edukasi

Surat Cinta untuk Kristina

29/11/2022
ilustrasi/getty images
Pojokan

Sejarah Tai

03/08/2020
Sorot Publik

6 Fungsi Inspektorat Tidak Optimal, Bupati Diminta Copot Roganda dari Kepala Inspektorat Simalungun

23/03/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber