Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Juli 21, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDunia

Siapa yang Bertanggung Jawab Atas Hilangnya Perpustakaan Alexandria?

byRedaksi
02/08/2021
inDunia
101
SHARES
718
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- “Ketika kamu ragu akan sesuatu, carilah di perpustakaan.” Sebuah saran dan juga kata bijak yang berasal dari J.K Rowling, seorang penulis mega best seller.

Perpustakaan menjadi pusat pengetahuan dari berbagai belahan dunia. Tetapi bagaimana bila sebuah perpustakaan besar yang terkenal hilang tanpa ada jejak sedikit pun? Bahkan siapa yang bertanggung jawab menghilangkan perpustakaan besar tersebut masih menjadi misteri hingga kini. Perpustakaan tersebut adalah PerpustakaanAlexandria.

Seperti namanya, perpustakaan besar ini berada di salah satu kota terbesar dunia kuno, yaitu Alexandria. Pada 332 SM, Alexander Agung berhasil menaklukan kota Alexandria dan merintis berdirinya PerpustakaanAlexandria. Namun, belum sempat membangun PerpustakaanAlexandria, Alexander Agung menemui ajalnya di Babel pada 323 SM. Kekuasaan kemudian jatuh ke tangan Ptolemeus I dan berhasil mengalihkan kota Alexandria sebagai ibu kota Mesir.

PerpustakaanAlexandria mulai dibangun pada pemerintahan Ptolemeus II sekitar 282 SM dan 246 SM. PerpustakaanAlexandria dibangun dengan tiang besar Hellenistik yang menggambarkan pengaruh dari Mesir. Ptolemeus II dibantu oleh seorang negarawan Athena yaitu Demetrius dari Phaleron. Tata letak PerpustakaanAlexandria tidak diketahui secara pasti, tetapi terdapat sebuah taman tempat perjamuan, ruang untuk membaca, balai ceramah, dan ruang pertemuan di gedung Mouseion.

Berdasarkan Youtube channel TEDed dengan judul What Really Happened to the Library of Alexandria yang ditayangkan pada 14 Agustus 2018, kehancuran PerpustakaanAlexandria pada 48 SM menjadi salah satu kerugian terbesar dalam sejarah dunia kuno.

PerpustakaanAlexandria menjadi bagian dari sebuah lembaga penelitian yang lebih besar, Mouseion yang dipersembahkan untuk para Musai (sembilan dewi yang melambangkan seni). Tujuan utama dibangun PerpustakaanAlexandria adalah untuk mengumpulkan semua buku yang ditulis dalam bahasa Yunani dan buku karya bangsa lain, menyunting karya-karya penyair, dan dramawan Yunani Klaksik dalam bentuk asli, serta mendirikan perpustakaan penelitian untuk para ahli dari segala bidang.

Banyak tokoh terkenal yang menghasilkan karya dari PerpustakaanAlexandria, seperti matematikawan Euclid yang menciptakan konsep geometri. Selain dia, perpustakaan ini melahirkan Heron dari Alexandria yang menciptakan mesin uap pertama di dunia. Heron juga membuat buku Pinakes atau suatu katalog pertama usulan Kallimakhos dari Kirene yang berisi 120 volume tentang isi perpustakaan. Pinakes merupakan katalog pertama yang ada. 

Perpustakaan Alexandria menyimpan hampir 1.000.000 dokumen penting dari seluruh Asyur, Yunani, Persia, Mesir, India, hingga peradaban lainnya. Kategori buku-buku yang terdapat di Perpustakaan Alexandria mulai dari retorika, hukum, tragedi, komedi, puisi, sejarah, kedokteran, matematika, hingga ilmu pengetahuan alam.

Pada pemerintahan Ptolemeus III, berbagai buku dan manuskrip dari berbagai belahan dunia berhasil dikumpulkan. Hal ini dikarena kota Alexandria merupakan pusat bagi kapal yang melalui laut Mediterania,. Ptolomeus III menetapkan kebijakan bagi setiap kapal yang singgah untuk menyerahkan buku dan disalin. Tetapi, mereka justru menyimpan buku asli dan mengembalikan salinan ke kapal.

“Perpustakaan itu mungkin masih yang terbesar hingga kini.” Jelas tokoh Islam Indonesia, Profesor Ahmad Syafi’I Maarif.

Bahkan dalam Historia Universal de la destruction de libros (Penghancur Buku dari Masa ke Masa) yang ditulis oleh Fernando Baez, Perpustakaan Alexandria tidak hanya menjadi tempat menyimpan manuskrip tetapi juga tempat yang selalu ramai dengan diskusi para intelektual.

Namun, kejadian mengejutkan terjadi, Perpustakaan Alexandria hilang dan menjadi tragedi luar biasa di dunia akademis. Meskipun sampai saat ini masih sulit menentukan bagaimana Perpustakaan Alexandria dihancurkan, terdapat tiga teori tentang siapa yang bertanggung jawab akan kehilangan ini.

Teori pertama mengatakan bahwa Perpustakaan Alexandria terbakar saat kota diduduki Penguasa Romawi, Julius Caesar, pada 48 SM. Julius Caesar terperangkap di istana kerajaan karena kapal-kapal Mesir menghalangi jalan keluar di pelabuhan. Julius Caesar memerintah anak buahnya untuk membakar kapal-kapal Mesir demi melarikan diri. Tetapi api membakar dengan tidak terkendali. Banyak bangunan di pantai terbakar, termasuk gudang senjata.

“Bencana-bencana yang menimpa Perpustakaan Alexandria disebabkan api yang berkobar tanpa sengaja pada saat Caesar mempertahankan dirinya.” Ungkap seorang cendekiawan Barat, Gustave Le Bone.

Akan tetapi, perkiraan Julius Caesar yang bertanggung jawab atas hilangnya Perpustakaan Alexandria masih meragukan. Strabo, seorang geographer filsuf Yunani, mengatakan bahwa ia pernah mengunjungi Mouseion pada 20 SM, beberapa dasawarsa setelah kebakaran yang dipicu oleh Julius Caesar.

Hal ini menyiratkan bahwa perpustakaan selamat dari kebakaran. Strabo mengatakan bahwa Mouseion sudah tidak semasyhur seperti sebelumnya. Strabo memang membicarakan tentang Mouseion tetapi tidak Perpustakaan Alexandria. Selain itu, dikatakan bahwa gudang tempat menyimpan manuskrip yang dihancurkan oleh Julius Caesar bukan Perpustakaan Alexandria.

Ketika teori paling dipercaya adalah Julius Caesar yang bertanggung jawab atas hancurnya Perpustakaan Alexandria, muncul teori lain. Teori tersebut adalah orang-orang Kristen-lah yang bertanggung jawab.

Orang-orang Kristen pada abad ke-4 Masehi yang berhasil menduduki kota Alexandria diduga menjadi salah satu penghancur Perpustakaan Alexandria. Pada 391 M, Kaisar Theodosius mengeluarkan dekrit yang secara resmi melarang praktik paganisme. Berdasarkan dekrit tersebut, Serapeum mendapatkan nasib buruk. Serapeum yang merupakan cabang dari Perpustakaan Alexandria dan berfungsi sebagai kuil dihancurkan. Serapeum diganti menjadi Gereja Kristen.

Demi mendukung dekrit Kaisar Theodosius banyak dokumen yang dihancurkan. Namun, dokumen-dokumen tersebut bukan berasal dari Perpustakaan Alexandria melainkan perpustakaan lain. Perpustakaan tersebut diyakini menampung sekitar sepuluh persen dokumen Alexandria.

Namun, lagi-lagi teori kedua ini diragukan karena tidak ada sumber kuno yang menyebutkan penghancuran perpustakaan selama periode ini. Oleh karena itu, tidak ada bukti bahwa orang-orang Kristen yang menghancurkan Perpustakaan Alexandria.

Teori ketiga pun muncul. Dalam laman resmi E-history, The Ohio State University, orang terakhir yang disalahkan atas kehancuran Perpustakaan Alexandria adalah Khalifah Umar. Pada tahun 640 M, kaum Muslim berhasil merebut kota Alexandria.

Menurut cerita yang beredar, Jenderal Amr diminta tolong oleh Johannes Philoponus, seorang cendekiawan neoplatonism, untuk menyelamatkan jutaan manuskrip di Perpustakaan Alexandria. Amr ibn Ash meminta saran kepada Khalifah Umar ibn Khattab. Lalu Umar menjawab:

“Jika buku-buku itu sesuai dengan Al-Qur’an, untuk apa diselamatkan? Tetapi jika bertentangan dengan Al-Qur’an, maka hancurkan saja.”

Dalam sebuah karya The History of Dynasties yang ditulis oleh seorang Uskup Agung Gereja Siryani bernama Gregorius Caronus, ia menuduh pasukan Arab Islam pimpinan Jenderal Amr ibn Ash yang memusnahkan jutaan naskah tua koleksi Perpustakaan Alexandria.

Maka, dikumpulkan-lah jutaan naskah tua dan dibagikan ke 4.000 pemandian air panas di penginapan sepanjang Alexandria. Banyaknya gulungan dari Perpustakaan Alexandria,  membuat pemandian Alexandria tetap hangat selama enam bulan.

Cerita dari Gregorius Caronus dianggap sebagai omong kosong oleh sejarawan Barat, Edward Gibbon pada abad ke-18. Gibbon menyebut isu pembakaran jutaan manuskrip tua Perpustakaan Alexandria merupakan strategi politik kubu Kristen Barat untuk menjelek-jelekan kubu Arab Islam.

Kritikan tersebut didukung oleh fakta bahwa selama lebih dari lima abad setelah penaklukan, tidak ada penyebutan dan referensi tentang kecelakaan yang terkait dengan perpustakaan Alexandria di bawah orang-orang Arab. Cerita tersebut benar-benar memiliki cita rasa fiktif dan mendapatkan kritikan berulang kali.

Namun, sayangnya sampai saat ini para arkeolog belum mampu meneliti lebih jauh tentang misteri hilangnya Perpustakaan Alexandria. Ada banyak faktor yang menyebabkan keterbatasan tersebut.

Pertama, jarang sekali ditemukan papirus di Alexandria, hal ini dikarenakan kondisi iklim yang tidak mendukung untuk pelestarian bahan organik. Kedua, sisa-sisa peninggalan Perpustakaan Alexandria belum ditemukan. Para arkeolog terhambat karena saat ini penggalian hanya boleh dilakukan untuk penyelamatan.(*)


National Geographic Indonesia

Tags:#alexandria#perpustakaan#sejarah
Share40SendShare

Related Posts

KOMRAD : Jakarta Buktikan Diri, Dari Kota Rawan Jadi Salah Satu Kota Teraman Di ASEAN

09/04/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta, 8 April 2026 - Koordinator Nasional Komrad Pancasila, Antony Yudha Benusu, menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan bahwa Jakarta...

Perang Israel-Iran Menunjukkan Pentingnya STEM, Fawer Sihite: Dukung Sikap Presiden Prabowo

22/06/2025

PIRAMIDA.ID - Dalam sebuah wawancara eksklusif yang berlangsung di Mall Atrium Senen, Jakarta Pusat, Fawer Sihite menegaskan bahwa perang antara...

Kebahagiaan Berasal dari Keyakinan dalam Diri

10/07/2023

PIRAMIDA.ID- Pernahkah Anda berkata pada diri sendiri saat marah, ‘Saya tidak boleh marah?' Atau mungkin ketika Anda merasa sedikit sedih,...

Mengapa Orang Terlihat Serius dan Tidak Tersenyum di Foto-foto Kuno?

30/04/2023

PIRAMIDA.ID- Foto-foto pertama diambil pada akhir tahun 1820-an. Tetapi sampai tahun 1920-an, tampaknya orang-orang mulai “belajar” tersenyum saat di foto....

Bagaimana Asal Usul Jabat Tangan?

02/04/2023

PIRAMIDA.ID- Kita sudah begitu terbiasa berjabat tangan dengan orang lain, kita hampir tidak memikirkan bagaimana, di mana, dan mengapa kebiasaan...

Marcus Aurelius: Kaisar Romawi Baik Hati yang Juga Seorang Filsuf

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Marcus Aurelius lahir pada 26 April 121 Masehi di Roma dengan nama lahir Marcus Annius Verus. Perjalanan hidupnya membuat...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Ketua ILAJ: Mengapa Narasi yang Menyerang Febrie Dibiarkan, Sementara Pembelaan Berdasarkan Hukum Dipersoalkan?

21/07/2026
Berita

ILAJ Desak PWI Pusat: Wujudkan Keberpihakan Nyata dengan Tegur Perusahaan Media yang Abaikan Hak Jurnalis

21/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Seluruh Jajaran Satgas PKH Layak Dianugerahi Bintang Mahaputera atas Jasa Luar Biasa Memulihkan Keuangan dan Aset Negara

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Apresiasi Kepemimpinan Satgas PKH: Sjafrie Sjamsoeddin, ST Burhanuddin, dan Febrie Adriansyah Berhasil Selamatkan Aset Negara Senilai Rp402,4 Triliun

18/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026

Populer

Berita

Tak Mau Bahas LKPD, Aktivis ingatkan Anggota DPRD bisa dilaporkan

15/07/2026
Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026
Berita

Potensi Rugikan Negara ± Rp 90–100 Miliar/Tahun, ILAJ Menduga Bea Cukai Pematangsiantar Lindungi Oknum NS Mafia Rokok Ilegal

28/03/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber