Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Juli 21, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Suburnya Etnosentrisme dan Religiosentrisme di Masyarakat

byRedaksi
03/04/2021
inDialektika
103
SHARES
735
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Tulus Panggabean*

PIRAMIDA.ID- Secara umum kita telah mengetahui bahwa Indonesia terdiri dari berbagai macam latar belakang yang berbeda-beda. Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, ras yang cukup banyak.

Keunikan yang terdapat pada masing-masing suku, agama, ras tersebut justru seharusnya mampu menjadi kekuatan dan kekayaan bagi bangsa ini. Akan tetapi, pada dewasa ini, keragaman itu masih tetap saja memunculkan sikap-sikap yang fanatik terhadap keberagaman itu, di antaranya adalah sikap etnosentrisme dan religiosentrisme.

Sifat-sifat seperti ini masih kerap terjadi di kalangan masyarakat dan masih banyak di temukan dalam ruang-ruang publik yang kemudian memicu kesalahpahaman yang akan menimbulkan konflik antara satu identitas dengan indentitas lainya.

Etnosentrisme adalah penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai dan standar budaya sendiri. Etnosentrisme merupakan salah satu istilah yang menyatakan suatu pandangan atau persepsi yang di miliki seorang individu atau kelompok mengenai penilaian kebudayaan lain.

Individu atau kelompok tersebut menganggap bahwa kebudayaan miliknya diyakini lebih unggul dan baik daripada budaya lainya. Sifat ini merujuk pada sikap seorang individu atau kelompok kepada budayanya secara berlebihan.

Begitu juga dengan religiosentrisme, sifat individu ataupun kelompok yang menganggap bahwa aliran kepercayaannya lah yang paling baik dan yang paling benar dibandingkan aliran kepercayaan lainya secara berlebihan.

Hal seperti ini adalah awal benih memicu gesekan-gesekan horizontal di kalangan masyarakat yang akan menimbulkan sifat fanatisme di kalangan indivu dan kelompok masyarakat.

Etnosentrisme dan religiosentrisme tidak serta merta muncul dalam diri seseorang atau kelompok begitu saja, namun ada berbagai macam yang melatarbelakangi munculnya hal tersebut, yang pada umumnya sifat tersebut muncul karena faktor dari lingkungan sosial individu ataupun kelompoknya.

Jika dilihat kembali sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia yang disponsori oleh keberagaman atas agama, ras, mapun suku di berbagai pulau-pulau negeri yang bersatu melawan penjajah adalah hal yang patut kita refleksikan sekarang ini.

Konflik-konflik horizontal yang menjadi konsumsi kita sehari-hari yang tertuang dalam media-media cetak mapun online menjadi hal yang harus kita seriusi untuk kesatuan bangsa ini.

Pada dewasa ini banyak kasus-kasus kekerasan, kejahatan yang mengatasnamakan budaya ataupun agama, padahal sejatinya tak ada ajaran budaya ataupun ajaran agama yang mengajarkan kebencian terhadap kepercayaan individu atau kelompok lainya.

Kita kerap terjebak dalam respon kecintaan yang berlebihan terhadap budaya atau ajaran agama kita yang pada akhirnya respon-respon yang salah atau respon yang berlebihan tersebut menimbulkan kebencian terhadap ajaran lainya yang tidak sesuai dengan ajaran yang kita anut.

Seharusnya dengan adanya keberagaman di nusantara kita ini, menjadikan kita semakin bersyukur dan seharusnya semakin saling menghargai satu sama lain di dalam keberagaman itu.

Fanatisme bukanlah sesuatu yang membuat suku, agama ataupun budaya kita menjadi semakin baik, akan tetapi menjadi mempermudah perpecahan di nusantara ini. Indonesia adalah negara dengan beragam keunikan, maka itu harus tetap dijaga dan dilestarikan, bukan direspon dengan cara yang salah.(*)


Penulis merupakan Sekretaris Cabang GMKI Pematangsiantar-Simalungun. 

 

Tags:#keberagaman#spritual#toleransi
Share41SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Seluruh Jajaran Satgas PKH Layak Dianugerahi Bintang Mahaputera atas Jasa Luar Biasa Memulihkan Keuangan dan Aset Negara

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Apresiasi Kepemimpinan Satgas PKH: Sjafrie Sjamsoeddin, ST Burhanuddin, dan Febrie Adriansyah Berhasil Selamatkan Aset Negara Senilai Rp402,4 Triliun

18/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

Bupati Simalungun Terima Audensi Pimpinan BWI

17/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026

Populer

Berita

Tak Mau Bahas LKPD, Aktivis ingatkan Anggota DPRD bisa dilaporkan

15/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026
Berita

Manado Laundry Supermarket Pusat Perlengkapan Laundry Pertama di Sulut

03/06/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber