Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomePojokan

Wabah Covid-19 Dapat Merubah Perilaku Manusia

byRedaksi
21/07/2021
inPojokan
102
SHARES
731
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Winda Astari*

PIRAMIDA.ID- Wabah COVID-19 membuat masyarakat lebih sadar tentang rentannya manusia terhadap penyakit. Oleh karenanya perilaku hidup sehat akan menjadi berubah lebih baik, dengan mengkonsumsi makanan sehat secara seimbang, berolah raga dan jam tidur yang teratur, lebih rutin memeriksakan kondisi kesehatan, mencari asuransi kesehatan yang terpercaya, menjaga kebersihan, dan menggunakan alat atau mengkonsumsi suplemen untuk terhindar dari penyakit.

Perilaku hidup sehat tidak terbatas pada kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Adapun kelompok masyarakat yang belum sadar tentang pentingnya perilaku hidup sehat secara fisik dan mental, perlu terus didorong dengan kampanye.

Prinsipnya, perubahan perilaku dapat terjadi apabila ada keseimbangan informasi yang diberikan terkait keuntungan kalau menjalankan perilaku hidup sehat dan kerugian kalau tidak menjalankannya.

Selain perilaku hidup sehat, perilaku masyarakat juga berubah di era COVID-19 dalam penggunaan teknologi, terutama teknologi digital. Teknologi digital untuk komunikasi online, dan peralatan teknologi berbasis tanpa sentuhan (non-contact) menjadi sama pentingnya dengan listik, air, dan bahkan oksigen. Penggunaan teknologi yang tadinya lebih banyak sebagai pendukung kerja sekunder atau malah rekreasi, berubah menjadi fasilitas kerja utama.

Dalam sektor pendidikan misalnya, pengajar dan peserta didik akan lebih banyak menggunakan mesin pencari dan Massive Open Online Courses (MOOC) seperti Udemy, Coursera, Ruang Guru. Pengajar dan peserta didik juga akan terbiasa melakukan interaksi pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan fasilitas seperti Google Meet, Microsoft Teams, Cisco Webex, Zoom, google classroom, WAG, dan e-mail.

Setelah wabah COVID-19 berakhir, kombinasi antara pembelajaran tatap muka dan online akan berkembang lebih pesat dari kondisi sebelumnya, yang mungkin membuat biaya pendidikan menjadi lebih terjangkau sehingga pendidikan dapat dinikmati oleh kalangan yang ekonomi rendah sekalipun. Pemberitaan tentang COVID-19 begitu masif baik di media mainstream maupun di media sosial.

Informasi yang belum tentu kebenarannya tersebar sedemikian banyaknya karena orang-orang cenderung menyebarkan informasi tanpa mempertimbangkan akurasinya. hal ini terutama terjadi pada orang-orang yang kurang memiliki kemampuan berpikir kritis dan kurang berpendidikan.

Penyebaran informasi yang bias tersebut dapat diatasi hanya dengan mengingatkan (nudging) orang untuk mempertimbangkan dahulu keakuratan informasi yang akan disebar. Masyarakat dilatih menjadi kritis dengan terus mengingatkan mereka untuk senantiasa mempertimbangkan keakuratan informasi. Sumber informasi yang tidak jelas, klaim yang berlebihan dan tidak logis, menyalahkan pihak tertentu, adanya ajakan untuk menyebarkan, dan kata-kata yang tidak konsisten.

Masyarakat juga akan mulai mendukung gerakan degrowth, yang memandang konsumsi penduduk dalam berbagai sektor sudah lebih besar dari yang bisa disediakan oleh bumi. Selain mempertimbangkan untuk menjadi vegetarian, masyarakat juga akan lebih ramah lingkungan dan sebisa mungkin mendaur ulang atau memperbaiki atau mendekorasi ulang atau mendonasikan barang-barang atau makanan yang masih layak.

Mereka akan memilih hidup lebih sederhana (Life Simplifiers), dengan hanya membeli barang-barang yang dibutuhkan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.

COVID-19 berdampak signifikan terhadap dunia usaha sehingga karyawan diberhentikan/dirumahkan atau bekerja dari rumah. Yang pasti mereka akan membutuhkan penyesuaian perilaku bahkan kalaupun mereka mendapatkan kembali pekerjaan mereka dan beraktivitas seperti biasa. Selama bekerja mereka harus tetap patuh dan menjalankan perilaku sesuai protokol Kesehatan.

Karyawan yang berada pada kelompok middle income ke atas biasanya melakukan saving sebelum dan selama masa pandemik. Apabila kelompok ini kehilangan pekerjaan, mereka akan mencari peluang untuk pengembangan diri, misalnya dengan ikut kursus/pelatihan, mendapatkan brevet dan sertifikasi, atau bahkan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Yang jadi masalah adalah sekelompok orang yang sama sekali tidak lagi menerima gaji dan saving (tabungan) mulai menipis atau bahkan habis.

Satu hal yang pasti, selalu ada jalan untuk semua masalah, asal mau berusaha dan tidak menjaga gengsi. Kelompok ini akan berusaha melakukan sesuatu untuk setidaknya memenuhi kebutuhan pokok. Perilaku entrepreneurial (kewirausahaan) berkembang lebih banyak di masyarakat.
Mereka secara kreatif menjual berbagai jenis barang atau jasa yang memang dibutuhkan orang lain.

Banyak yang menawarkan sayuran, buah-buahan, dan bahan pokok lainnya, serta jasa pengantaran, bahkan jasa wisata virtual. Ini hanya segelintir dari banyak perilaku inovatif yang tiba-tiba muncul selama wabah COVID-19.

Perilaku menolong, seperti memberikan pinjaman lunak dan donasi juga sumbangan lainnya cukup berkembang di masyarakat selama wabah COVID-19. Tidak hanya pada kalangan menengah ke atas, tetapi masyarakat biasa juga menyadari pentingnya menolong sesama, misalnya menyediakan makanan gratis atau bahan-bahan pokok lainnya.
Perilaku sosial lainnya juga berkembang, seperti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keseimbangan antara kerja dengan kehidupan sosial dan keluarga akan menjadi kebiasaan baru.

Masyarakat akan memberikan nilai yang lebih tentang pentingnya kehidupan berkeluarga, berteman, dan komunitas. Wabah COVID-19 juga menggugah kesadaran akan kerentanan kehidupan manusia secara keseluruhan sehingga perilaku beragama dan spiritualitas menjadi lebih berkualitas.

Masyarakat menjadi lebih sadar tentang makna ritual keagamaan dan kaitannya dengan kematangan spiritual dengan memandangnya sebagai proses mencari sesuatu yang lebih utama dan bermakna.

Perilaku yang saya iharapkan antara lain seperti yang sudah disebutkan di atas berkaitan dengan perilaku hidup sehat, penggunaan teknologi, kebiasaan baru di sektor Pendidikan, perilaku dalam media sosial, perilaku kerja, perilaku konsumen, dan perilaku sosial keagamaan akan berubah menjadi lebih baik dan efisien.

Perubahan perilaku untuk kenormalan baru, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, perlu di pelihara, dikembangkan, dan dimodifikasi. Supaya masyarakat lebih sadar arti pentingnya kesehatan. Sekian dan terima kasih.(*)


Penulis merupakan alumnus Universitas Efarina prodi Kesehatan Masyarakat.

Tags:#covid#kesehatan#pandemi
Share41SendShare

Related Posts

Asal-usul Permainan Tradisional Anak-anak

12/07/2023

PIRAMIDA.ID- Anda merasa jenuh dengan bermain dengan gim di ponsel dan laptop? Terlalu lama bermain gim bisa menyebabkan kerusakan mata akibat...

Mengapa ada Tujuh Hari dalam Seminggu?

11/07/2023

PIRAMIDA.ID- Akhir pekan selalu tak kunjung tiba, kita harus menunggu enam hari penuh antara Senin dan Sabtu. Satu minggu itu...

Ini Medan, Bung!

05/03/2023

Supriadi Harja* PIRAMIDA.ID- Aku lupa, kapan aku pernah mengenal orang ini. Begitu melihatku, ia memperkenalkan diri. Namanya Pak Sukri. Namun...

Seperti Apa Sistem Absensi yang Banyak Digunakan di Indonesia?

20/12/2022

PIRAMIDA.ID- Aset terbesar perusahaan adalah karyawan. Tanpa karyawan, perusahaan tidak akan dapat mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai tujuannya, human resources...

Mimpi

07/12/2022

Billie Gregorine* PIRAMIDA.ID- Semua orang sekiranya pastilah pernah bermimpi. Sambil rebahan, sayup-sayup kudengar lagu dari Nadin Hamizah yang judulnya 'Rumpang'....

Mengantongi Ragam Cerita dari Tanah Papua

04/09/2022

Oleh: Roberto Duma Buladja* PIRAMIDA.ID- Konsultasi Nasional (Konas) GMKI berlangsung pada 23–27 Agustus 2022 di Jayapura, tanah Papua. Kurang lebih...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026
Berita

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Minta DLH Pematangsiantar Periksa Penggunaan Bahan Kimia PT Bumi Sari Prima, Dorong Transparansi dan Jaminan Keamanan Produk Tepung

12/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Bayi 8 Bulan di Labura Diusut Tuntas

12/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Soroti Kasus Perundungan Siswi SD di Medan, Minta Polisi Usut Tuntas

12/10/2026

Populer

Berita

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026
Pojokan

Profesi Apoteker: Perannya Besar dan tak Sekedar Menunggui Apotek

27/09/2020
Ilustrasi/Akun Twitter @Nobodycorp
Pojokan

Cerpen: 1998

24/08/2020
Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Edukasi

Kamus Digital Bahasa Batak ke Dalam Bahasa Indonesia

20/11/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus