Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, September 2, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Beda Bahasa dengan Dialek

byRedaksi
07/07/2022
inDialektika
102
SHARES
732
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Budi P. Hatees*

PIRAMIDA.ID- Toelbok Haleon karya Sutan Panguragan Pane (orang Pangurabaan, Sipirok), pertama kali diterbitkan dalam bentuk cerita bersambung di surat kabar (mula-mula terbit di Partopaan, lalu dicetak jadi buku dua jilid pada 1910. Tahun 1915 kembali diterbitkan jadi cerita bersambung di surat kabar Pustaha).

Dua Sedjoli karya Sutan Martuwa Raja Siregar (Sibadoar, Sipirok), dan Sitti Djaurah karya MJ Sutan Hasundutan (Pagaran Julu, Sipirok).

Askolani melakukan penelitian bahasa dan menyebut ketiga karya roman itu berbahasa Mandailing dan menyimpulkan bahasa (diksi) di dalam novel-novel itu menyimpan bahasa asli Mandailing.

Bagaimana logikanya pengarang asal Sipirok berbahasa Mandailing dalam menulis karyanya.

Sutan Pangurabaan Pane, ayah dari Sanusi Pane, Armijn Pane, dan Lafran Pane, juga menulis banyak buku panduan adat-istiadat Batak. Dia juga menulis Kamis bahasa Batak Angkola, Marhata Batak, Adat Sirian Pabuat Boru, dan lain lain.

Sutan Martuwa Radja Siregar yang menulis novel Dua Sedjoli adalah seorang guru, dan lama ditugaskan Belanda untuk membuka sekolah di Siantar. Di akhir masa jabatannya, dia meneliti asal usul masyarakat Angkola dan memutuskan tinggal di kampung halamannya, Sibadoar (Sipirok).

Masa pensiun dia menulis sebuah novel panjang yang tak selesai hingga akhir hayatnya. Novel itu berlatar sejarah, yang kemudian dibaca sebuah penerbit, dan dilanjutkan oleh anaknya, Onggang Parlindungan Siregar. Novel itu diberi judul Tuanku Rao.

Tuanku Rao dikisahkan sebagai orang Sipirok, berkebudayaan Sipirok. Dia anak hasil inces yang dihukum di Utara dan diselamatkan, kemudian hidup di Sipirok. Dia dibesarkan dengan dendam kesumat kepada Sisingamangaraja, yang kemudian mendorongnya untuk membawa balatentara padri ke Utara dan memerangi Sisingamangaraja XI. Cerita fiksi ini acap dijadikan referensi oleh para peneliti untuk membicarakan sejarah antropologi.

Sutan Martuwa Radja ini alumni Kweekschool Tano Bato. Dia satu-satunya orang Sipirok yang alumni Kweekschool Tano Bato. Sebagian besar alumni sekolah yang didirikan Willem Iskander ini berasal dari kekuriaan di wilayah Padang Sidempuan dan Panyabungan. Sipirok baru dimasuki Belanda setelah Kweekschool Tano Bato dipindahkan ke Padang Sidempuan dan jadi Kweekschool Padang Didempuan.

Ketika Belanda berencana menetapkan Tanah Batak (Batakland) sebagai nama pemerintahan Keresidenan Batakland, alumni Kweekschool Tano Bato dan anak keturunannya protes dan minta agar nama itu diganti, lalu Belanda memutuskan Keresidenan Tapanuli sebagai nama pemerintahan dengan ibukota Sibolga.

Sejak itu, muncul Sipirok sebagai sebuah wilayah onder-afdheling, khusus Sipirok. Sebelumnya, ketika Belanda memabgi wilayah menjadi Afdheeling Mandhaeling en Ankola, wilayah Ankola terdiri dari puluhan kekuriaan yang ada di Padangsidimpuan, Sipirok, Padang bolak, dan Sibuhuan.

Sitti Djaoerah, Padan Janji Natogu karya Mangaraja Sutan Hasundutan bercerita tentang Sitti Djaoerah, perempuan Batak Angkola yang memutuskan mengejar laki-laki pujaan hatinya ke Tano Doli. Novel ini unik, karena Sutan Hasundutan memakai dialek-dialeg Angkola jika setting di Angkola, memakai dialek Toba jika setting cerita di Toba, dan dialek Mandailing jika setting cerita di Panyabungan.

Menyebut bahasa berbeda, padahal yang berbeda hanya dialek merupakan kekeliruan identifikasi.

Dialek Toba, Simalungun, Pakpak, Karo, dan Sipirok itu berbeda, tapi akarnya sama. Bahasa merupakan kebanggaan identitas, dialek bahasa menjadi ciri khas yang harus diterima dan tidak boleh ditolak karena mengaburkan sejarah.

Simpul yang bisa diambil. Bahasa adalah kebanggaan identitas. Pemilik bahasa menciptakan bahasa untuk alat komunikasi. Pada perkembangannya, bahasa (aksara) dipakai untuk menuliskan gagasan atau pemikiran atau hal hal berkaitan tradisi.

Dari sekian banyak pemakai bahasa Batak, daerah Sipirok memakai bahasa Batak itu untuk menuliskan sejarah peradaban (syarat menjadi raja di lingkungan orang Batak harus bisa hafal seluruh generasi dari masyarakatnya agar dlmasyarakat menerimanya), dan untuk itu ada cendikiawan (datu) yang khusus merangkum sejarah dalam buku besar untuk diwariskan kepada generasi pemegang tampuk kerajaan.

Perangkuman sejarah ini meninggalkan tradisi turi-turian, yang pada generasi berikutnya hingga kepada Sutan Martuwa Radja meninggalkan tradisi bernarasi (pada hakikatnya manusia adalah mahluk bernarasi “homo narrans”) yang menceritakan kisah peradabannya.

Itu sebabnya, tradisi menulis novel banyak dilakukan orang Sipirok. Novel novel sebelum ada Balai Pustaka, sudah dihasilkan orang Sipirok.

Apakah penutur dialek Toba, Mandailing, Pakpak, Karo dan lain lain punya tradisi novel ini?

Sanusi Pane, anak Sutan Pangurabaan Pane, mendapatkan tradisi menulis novel itu dari ayahnya, Sutan Panguragan Pane. Soal nilai timur dalam karya Sanusi Pane, pengaruh Tagore (meskipun dia pernah tinggal di padepokan Tagore di India), hanya memperkuat akar tradisi Sansekerta yang sudah tertanam di dirinya ketika menjadi orang Angkola. Namun, Sanusi Pane lebih fasih berbaga Jawa daripada bahasa Batak, karena lingkungannya dengan istri orang Jawa membuat Sanusi Pane menjadi ningrat.(*)


Penulis merupakan seorang Sastrawan. Aktif menulis esai dan puisi di berbagai media. Untuk info lanjut, penulis aktif di akun FB: Budi P Hutasuhut.

Tags:#angkola#bahasa#Batak#dialek#Indonesia#sejarah#sipirok
Share41SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026
Berita

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026
Berita

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026
Berita

Bank Mandiri Jangan Berlindung di Balik “Permintaan Aparat”, Publik Berhak Tahu Dasar Hukumnya

25/08/2026
Berita

Jalin Sinergi Pendidikan, PCM Siantar Utara Studi Tiru ke Perguruan Muhammadiyah Aekkanopan

25/08/2026
Berita

KUA Siantar Utara Gercep Amankan Wakaf ummat yang belum terselesaikan

24/08/2026

Populer

Berita

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026
Berita

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026
Berita

Bank Mandiri Jangan Berlindung di Balik “Permintaan Aparat”, Publik Berhak Tahu Dasar Hukumnya

25/08/2026
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
Berita

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026
Berita

Eks Ketum GMKI Batam Apresiasi untuk Kapolda Kepri dan Bareskrim Polri: Tertibkan Pelanggaran, Lindungi Dunia Usaha yang Patuh

22/08/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber