Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Sabtu, Agustus 1, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Dari Tender Busuk Ke Dapur Beracun: Bongkar Mafia Proyek Di Toba

Oleh: Fernando Simanjuntak Koordinator Jaringan Aktivis Sumatera Utara

byCFT
16/10/2025
inBerita
98
SHARES
699
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Toba, tanah yang selama ini dikenal dengan keindahan danau dan keramahan warganya kini dihebohkan oleh aroma busuk yang bukan datang dari dapur rakyat, tetapi dari dapur kekuasaan. Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Toba menjadi simbol paling telanjang dari betapa rapuhnya tata kelola publik dan betapa rakusnya segelintir elit yang bermain di balik meja tender.

Masyarakat kecil hanya tahu bahwa ada program makan gratis untuk anak-anak sekolah. Mereka percaya, karena program ini digembar-gemborkan sebagai bukti “perhatian pemerintah terhadap gizi rakyat.” Namun kenyataannya, program yang dijanjikan penuh kebaikan justru berakhir dengan perut sakit, anak-anak dilarikan ke rumah sakit, dan kepercayaan publik tercemar.

Kita harus bicara apa adanya: yang beracun bukan hanya makanan, tapi sistem yang melahirkannya.

Dari proses tender yang tak transparan, pengaturan kontraktor yang “sudah diatur sejak awal”, hingga lemahnya pengawasan dari Pemkab Toba — semua menunjukkan bahwa MBG telah berubah dari proyek sosial menjadi proyek rente.

Bagaimana mungkin proyek sebesar itu, yang menyentuh urat nadi kesehatan anak bangsa, bisa dikelola tanpa kontrol ketat?

Apakah pejabat-pejabat di Toba berpikir rakyat bisa terus dibodohi dengan program seremonial?

Apakah keselamatan anak-anak kita pantas dipertaruhkan hanya demi keuntungan segelintir orang?

Kita patut curiga: ada tangan-tangan gelap yang bermain di balik proyek ini.

Mulai dari pengaturan tender, permainan harga bahan baku, hingga dugaan markup anggaran — semua pola lama itu terus berulang. Dan yang lebih menyakitkan, rakyat kecil lagi-lagi dijadikan kelinci percobaan.

Inilah wajah asli dari pembangunan yang kehilangan nurani.

Ketika proyek sosial dijadikan ladang bisnis, ketika pejabat sibuk berbagi jatah dan bukan memperbaiki mutu pelayanan, maka yang lahir hanyalah penderitaan baru dengan bungkus “kesejahteraan”.

Kami, pemuda dan mahasiswa dari Toba, menolak untuk diam.

Kami menyerukan agar Bupati Toba, Inspektorat, dan aparat penegak hukum segera membuka seluruh proses tender MBG secara transparan. Kami menuntut audit independen, pengungkapan nama-nama kontraktor pemenang tender, serta sanksi tegas bagi pejabat yang terlibat dalam permainan kotor.

“Kalau negara gagal melindungi rakyatnya, maka rakyat harus bangkit melindungi dirinya sendiri.”

Kami juga menyerukan kepada media, akademisi, dan masyarakat sipil di seluruh Sumatera Utara untuk bersama-sama mengawal kasus ini hingga tuntas. Jangan biarkan kasus ini menguap di atas meja, seperti ratusan kasus lain yang tenggelam oleh politik pencitraan.

Rakyat Toba sudah muak dengan janji manis dan proyek busuk

Kami tidak akan diam saat perut anak-anak kami menjadi korban kerakusan. Kami tidak akan tunduk pada sistem yang membusuk dari dalam.

Fernando Simajuntak

Dari Toba, kami berseru:

Cukup sudah permainan kotor atas nama rakyat.

Kami menuntut keadilan, transparansi, dan tanggung jawab moral dari setiap pejabat publik.

Dari tender busuk hingga dapur beracun, rakyat tidak akan lupa.

Karena di balik setiap piring nasi yang terhidang, ada nyawa anak-anak yang harus diselamatkan dari kerakusan kekuasaan.

Tentang Penulis:

Fernando Simanjuntak adalah Koordinator Jaringan Aktivis Sumatera Utara, aktif dalam advokasi sosial, lingkungan, dan isu rakyat kecil di kawasan Danau Toba.

Share39SendShare

Related Posts

Korban Penganiayaan Dari Seorang Istri Bhayangkara Polda Kepri Merasa Kecewa dan sebut ada privillage pada Terdakwa yang Dituntut 2 Bulan Penjara. Pricilla; Sepertinya Ada Keistimewaan Khusus, Mungkin Karena Suaminya Polisi?

31/07/2026

PIRAMIDA.ID-Sidang pembacaan putusan yang tertunda ke-3 kali terhadap terdakwa Fara Diba Balqis atas tindakannya yang menganiaya seorang wanita di halaman...

Traffic Light Parluasan Padam Berlarut, PMKRI Pematangsiantar Desak Dishub Percepat Perbaikan

29/07/2026

    PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi* menyoroti lambannya perbaikan...

Penggelapan Esra Angelina di PT RMI, JPU tidak menahan aset milik terdakwa

28/07/2026

PIRAMIDA.ID- Sidang di Pengadilan Negeri Batam agenda pemeriksaan terdakwa dalam perkara Terdakwa Esra Angelina yang mengaku bahwa dirinya menggelapkan uang...

Pemuda Asal Simalungun Rahmat Fauzi Rangkuti Ikuti Ajang Wikimania 2026 di “Paris”

27/07/2026

PIRAMIDA.ID-Pemuda asal kabupaten Simalungun Rahmat Fauzi Rangkuti seorang Penulis (Wikiwan) pemula merasa beruntung dapat kesempatan bergabung di ajang bergengsi Internasional...

Advokat Korban Pengeroyokan sebut dua oknum polisi terlibat hingga TODONG PISTOL ke kliennya

27/07/2026

PIRAMIDA.ID-Peristiwa pengeroyokan di Homestay Mimi Coco Batam terus bergulir panas hingga saling lapor serta adu pendapat. Dalam hal ini, advokat...

Ketua ILAJ: Penentuan Seseorang Bersalah atau Tidak Bukan Ditentukan oleh Seberapa Viral Opini Publik, Melainkan Melalui Mekanisme Hukum yang Sah

26/07/2026

JAKARTA – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, menegaskan bahwa penentuan seseorang bersalah atau tidak dalam suatu perkara...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Korban Penganiayaan Dari Seorang Istri Bhayangkara Polda Kepri Merasa Kecewa dan sebut ada privillage pada Terdakwa yang Dituntut 2 Bulan Penjara. Pricilla; Sepertinya Ada Keistimewaan Khusus, Mungkin Karena Suaminya Polisi?

31/07/2026
Berita

Traffic Light Parluasan Padam Berlarut, PMKRI Pematangsiantar Desak Dishub Percepat Perbaikan

29/07/2026
Berita

Penggelapan Esra Angelina di PT RMI, JPU tidak menahan aset milik terdakwa

28/07/2026
Edukasi

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie Adriansyah, Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

28/07/2026
Berita

Pemuda Asal Simalungun Rahmat Fauzi Rangkuti Ikuti Ajang Wikimania 2026 di “Paris”

27/07/2026
Berita

Advokat Korban Pengeroyokan sebut dua oknum polisi terlibat hingga TODONG PISTOL ke kliennya

27/07/2026

Populer

Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

Penggelapan Esra Angelina di PT RMI, JPU tidak menahan aset milik terdakwa

28/07/2026
Berita

Pemuda Asal Simalungun Rahmat Fauzi Rangkuti Ikuti Ajang Wikimania 2026 di “Paris”

27/07/2026
Berita

Advokat Korban Pengeroyokan sebut dua oknum polisi terlibat hingga TODONG PISTOL ke kliennya

27/07/2026
Berita

Traffic Light Parluasan Padam Berlarut, PMKRI Pematangsiantar Desak Dishub Percepat Perbaikan

29/07/2026
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber