Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Juni 4, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Dari Tender Busuk Ke Dapur Beracun: Bongkar Mafia Proyek Di Toba

Oleh: Fernando Simanjuntak Koordinator Jaringan Aktivis Sumatera Utara

byCFT
16/10/2025
inBerita
98
SHARES
699
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Toba, tanah yang selama ini dikenal dengan keindahan danau dan keramahan warganya kini dihebohkan oleh aroma busuk yang bukan datang dari dapur rakyat, tetapi dari dapur kekuasaan. Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Toba menjadi simbol paling telanjang dari betapa rapuhnya tata kelola publik dan betapa rakusnya segelintir elit yang bermain di balik meja tender.

Masyarakat kecil hanya tahu bahwa ada program makan gratis untuk anak-anak sekolah. Mereka percaya, karena program ini digembar-gemborkan sebagai bukti “perhatian pemerintah terhadap gizi rakyat.” Namun kenyataannya, program yang dijanjikan penuh kebaikan justru berakhir dengan perut sakit, anak-anak dilarikan ke rumah sakit, dan kepercayaan publik tercemar.

Kita harus bicara apa adanya: yang beracun bukan hanya makanan, tapi sistem yang melahirkannya.

Dari proses tender yang tak transparan, pengaturan kontraktor yang “sudah diatur sejak awal”, hingga lemahnya pengawasan dari Pemkab Toba — semua menunjukkan bahwa MBG telah berubah dari proyek sosial menjadi proyek rente.

Bagaimana mungkin proyek sebesar itu, yang menyentuh urat nadi kesehatan anak bangsa, bisa dikelola tanpa kontrol ketat?

Apakah pejabat-pejabat di Toba berpikir rakyat bisa terus dibodohi dengan program seremonial?

Apakah keselamatan anak-anak kita pantas dipertaruhkan hanya demi keuntungan segelintir orang?

Kita patut curiga: ada tangan-tangan gelap yang bermain di balik proyek ini.

Mulai dari pengaturan tender, permainan harga bahan baku, hingga dugaan markup anggaran — semua pola lama itu terus berulang. Dan yang lebih menyakitkan, rakyat kecil lagi-lagi dijadikan kelinci percobaan.

Inilah wajah asli dari pembangunan yang kehilangan nurani.

Ketika proyek sosial dijadikan ladang bisnis, ketika pejabat sibuk berbagi jatah dan bukan memperbaiki mutu pelayanan, maka yang lahir hanyalah penderitaan baru dengan bungkus “kesejahteraan”.

Kami, pemuda dan mahasiswa dari Toba, menolak untuk diam.

Kami menyerukan agar Bupati Toba, Inspektorat, dan aparat penegak hukum segera membuka seluruh proses tender MBG secara transparan. Kami menuntut audit independen, pengungkapan nama-nama kontraktor pemenang tender, serta sanksi tegas bagi pejabat yang terlibat dalam permainan kotor.

“Kalau negara gagal melindungi rakyatnya, maka rakyat harus bangkit melindungi dirinya sendiri.”

Kami juga menyerukan kepada media, akademisi, dan masyarakat sipil di seluruh Sumatera Utara untuk bersama-sama mengawal kasus ini hingga tuntas. Jangan biarkan kasus ini menguap di atas meja, seperti ratusan kasus lain yang tenggelam oleh politik pencitraan.

Rakyat Toba sudah muak dengan janji manis dan proyek busuk

Kami tidak akan diam saat perut anak-anak kami menjadi korban kerakusan. Kami tidak akan tunduk pada sistem yang membusuk dari dalam.

Fernando Simajuntak

Dari Toba, kami berseru:

Cukup sudah permainan kotor atas nama rakyat.

Kami menuntut keadilan, transparansi, dan tanggung jawab moral dari setiap pejabat publik.

Dari tender busuk hingga dapur beracun, rakyat tidak akan lupa.

Karena di balik setiap piring nasi yang terhidang, ada nyawa anak-anak yang harus diselamatkan dari kerakusan kekuasaan.

Tentang Penulis:

Fernando Simanjuntak adalah Koordinator Jaringan Aktivis Sumatera Utara, aktif dalam advokasi sosial, lingkungan, dan isu rakyat kecil di kawasan Danau Toba.

Share39SendShare

Related Posts

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026

PIRAMIDA.ID-Pematangsiantar — Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Sisingamangaraja Indonesia (FE USI) menilai tata kelola anggaran Pemerintah Kota Pematangsiantar masih belum...

Jakarta Bisa Kalahkan Sampah! Komrad Pancasila Puji Gebrakan Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta Lewat Gerakan Pilah Sampah

03/06/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Gerakan pemilahan sampah terpadu melalui program Jaga Jakarta Bersih dan Asri yang digagas Polda Metro Jaya...

Pancasila Bukan Hanya Seremonial: Saatnya Menjadi Etika Kekuasaan dan Jalan Keadilan Rakyat

01/06/2026

Peringatan Hari Lahir Pancasila selalu menghadirkan dua sisi sekaligus: penghormatan terhadap sejarah dan ujian terhadap kenyataan hari ini. Di satu...

KNPI Simalungun Apresiasi Pemkab Simalungun Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

31/05/2026

PIRAMIDA.ID – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Simalungun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Simalungun yang kembali berhasil mempertahankan...

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kabupaten Simalungun yang berhasil memperoleh...

Minta Publik Tidak Menghakimi Kajari Medan, Ketua ILAJ Sebut Ridwan Sujana Angsar Dikenal Berdedikasi Baik

30/05/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, mengajak seluruh pihak untuk menghormati asas praduga tak bersalah terkait...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026
Berita

Jakarta Bisa Kalahkan Sampah! Komrad Pancasila Puji Gebrakan Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta Lewat Gerakan Pilah Sampah

03/06/2026
Berita

Pancasila Bukan Hanya Seremonial: Saatnya Menjadi Etika Kekuasaan dan Jalan Keadilan Rakyat

01/06/2026
Berita

KNPI Simalungun Apresiasi Pemkab Simalungun Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

31/05/2026
Berita

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026
Berita

Minta Publik Tidak Menghakimi Kajari Medan, Ketua ILAJ Sebut Ridwan Sujana Angsar Dikenal Berdedikasi Baik

30/05/2026

Populer

Berita

Ketua ILAJ Fawer Sihite Minta Kapolres Simalungun & Kasat Reskrim Serius Tangani Dugaan Pungli PDAM Totap Majawa

26/05/2026
Berita

Penyidik Polsek Bandar Huluan Dinilai Lambat” PH Tegaskan: BAP Tersangka Adalah Hak, Bukan Pemberian

29/05/2026
Berita

Minta Publik Tidak Menghakimi Kajari Medan, Ketua ILAJ Sebut Ridwan Sujana Angsar Dikenal Berdedikasi Baik

30/05/2026
Berita

ILAJ Resmi Laporkan Camat, Sekcam & Bendahara Kecamatan Tapian Dolok ke Kejari Simalungun Atas Dugaan Korupsi Anggaran Tahun 2023

26/05/2026
Berita

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026
Pojokan

Pesan Tersembunyi Ki Narto Sabdo Dalam Lagu Kelinci Ucul

23/09/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber