Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Juli 19, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEdukasi

Dilema Mahasiswa Akibat Sinyal Naik Turun

byRedaksi
07/01/2022
inEdukasi
99
SHARES
707
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Al Bayati*

PIRAMIDA.ID- Keterbatasan kewenangan pemerintah daerah membangun jaringan telekomunikasi, tidak membuat Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) kehilangan semangat.

Diskominfotik KKA (Kabupaten Kepulauan Anambas) yang secara geografis merupakan daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara asing yang sekarang ini semakin memanas dengan adanya konflik di Laut Cina Selatan, sehingga dengan adanya hal tersebut perlu perhatian serius dalam peningkatan kebutuhan jaringan internet yang sudah menjadi suatu kebutuhan utama bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas, terlebih lagi para mahasiswa sebagai pengguna utama dalam melakukan perkuliahan online (daring).

Baru-baru ini gangguan sinyal internet sudah mulai bermasalah lagi tepatnya di Kecamatan Palmatak mengalami gangguan sejak beberapa hari yang lalu. Saat ini penyebab yang pastinya belum diketahui dengan jelas, namun dengan gangguan sinyal ini membuat mahasiswa yang berada di daerah yang mengalami gangguan tersebut merasa tertekan karena sulitnya untuk mengakses jaringan internet.

Dengan adanya gangguan tersebut, banyak mahasiswa yang terkendala dalam mengikuti kegiatan perkuliahan online, seperti Zoom Meeting, Google Meet, Classroom bahkan mereka juga kesulitan dalam mengakses aplikasi WhatsApp sebagai media utama dalam perkulihan online ini. Ditambah lagi pada saat ini sebagian mahasiswa sedang melaksanakan UAS (Ujian Akhir Semester).

Demi mendapatkan koneksi internet yang bagus, mereka rela pergi ke luar desa hanya untuk mengakses sinyal internet agar dapat mengikuti UAS yang sedang berlangsung. Terlebih lagi, jika mereka tidak dapat mengakses internet maka mereka tidak dapat mengikuti UAS dan hal itu akan berdapak pada nilai IPK mereka sendiri.

Selain terkendala dalam mengerjakan UAS, sering juga terjadi di mana dosen kurang bisa mengerti dan memahami keadaan mahasiswa yang mengalami gangguan tersebut sehingga sering kali memberikan tugas dengan deadline yang sangat singkat dan harus dikerjakan secepat mungkin dan dikirim sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Selain itu juga masalah ini tidak hanya berdampak pada mahasiswa saja, tapi berdampak pada masyarakat lainnya yang sering mengakses di sinyal internet. Dampak yang berkelanjutan ini membuat mahasiswa menjadi tidak nyaman karena mereka harus berusaha untuk membuat tugas yang semakin menumpuk dengan terkendalanya sinyal tadi, habis itu mereka juga harus mencari ke titik-titik yang ada sinyalnya.

Dengan terkendalanya sinyal internet tersebut, sebagagian mahasiswa yang sangat membutuhkan jaringan tersebut hanya bisa memanfaatkan jaringan Wi-fi yang berada di sekolah dan sejumlah kantor pemerintahan desa, meskipun kapasitas yang sangat terbatas. Dalam hal ini pemerintah daerah terus berupaya melakukan pemanfaatan program strategis nasional dalam pemerataan akses telekomunikasi di wilayah perbatasan Kepulauan Anambas.

Tak hanya itu bahkan mereka pun rela pergi ke desa lainnya agar bisa mengakses sinyal internet tersebut agar bisa mengikuti proses perkuliahan online mereka. Selain itu, pemerintah juga telah berupaya dalam mengatasi hal tersebut salah satunya adalah terus melakukan evaluasi terhadap kinerjanya operator agar bagian telepon seluler terus melakukan perkembangan dan memperluas komponen digitalnya ke daerah daerah yang Anambas tepatnya yang sering mengalami gangguan internet.

Sementara itu tim teknis dari provider juga sudah meninjau ke beberapa lokasi dan telah menemukan persoalan yang dialami dan mereka juga sudah bertindak untuk segera melakukan perbaikan terhadap gangguan tersebut, namun butuh waktu yang lama karena proses perbaikan tersebut agak begitu rumit.

Di dalam pers yang dilakukan pada tahun lalu pun sempat disinggungkan bahwa sejumlah kementerian terkait seperti Kementerian Kominfo, Kementerian Maritim, Kementerian Polhukam dan Kementerian BUMN guna mendorong operator membangun layanan jaringan telekomunikasi di kawasan strategis perbatasan wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).

Upaya itu telah diungkapkan oleh Kepala Diskominfotik KKA, Jeprizal, S.Kom. MA, saat pemaparan dan pembahasan Rencana Strategis Renstra (Renstra), Diskominfotik, pada Senin (31/5/2021) lalu di Ruang Media Center Kantor Bupati Pasir Peti. Menurut Jeprizal, guna mewujudkan visi-misi kepala daerah sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021 s/d 2026, maka pihaknya sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD), harus bekerja keras dan berupaya semaksimal mungkin.

Ia menyebut, kerja keras itu mesti dilakukan lantaran banyak pokok dan akar permasalahan yang menjadi kendala dalam mewujudkan visi-misi tersebut. “Salah satu cara untuk mewujudkan Anambas merdeka sinyal 2023 maka dinas tentu harus kerja keras, melalukan koordinasi kepada operator seluler untuk terus melakukan perluasan dan peningkatan jaringan telekomunikasi di pelosok wilayah Kepulauan Anambas,” kata Jeprizal tanpa menyebut pokok dan akar masalah dimaksud.

Yang pastinya harapan mahasiswa saat ini agar ke depannya pemerintah dapat mencari penyebab koneksi internet yang kurang bagus agar para mahasiswa yang terkena dampak bisa beraktivitas mengikuti kegiatan perkuliahan dengan baik dan juga lancar tanpa ada hambatan lagi.

Selain memperbaiki koneksi yang kurang bagus ini mereka juga mengharapkan kualitas sinyal internet ini menjadi fokus bersama agar lokasi-lokasi di Kabupaten Kepualauan Anambas dapat mendapatkan koneksi internet yang stabil untuk memenuhi kebutuhan internet dalam melayani masyarakat baik dalam bidang kesehatan pendidikan dan pelayanan publik lainnya.(*)


Penulis merupakan Mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Raja Haji Tanjung Pinang.

Tags:#3T#akses#internet#mahasiswa
Share40SendShare

Related Posts

Budaya Adat di Lingkungan Masyarakat Era Modern saat ini

15/11/2025

PIRAMIDA.ID-Dalam kehidupan Masyarakat era modern, budaya adat sering kali terpinggirkan oleh pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi pada saat ini....

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita

15/07/2025

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita Oleh: Edis Galingging Geliat sektor pariwisata pacu terus pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tampaknya...

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia

20/04/2025

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th.,S.H.,MAPS 1. Menghadapi Perang Dagang Global Perang...

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global

14/04/2025

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th., S.H., MAPS Kunjungan...

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

11/04/2025

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Refleksi Mahasiswa Kristen dalam Perspektif Alkitabiah Ditulis Oleh: Fawer...

Ekonomi Indonesia di Tengah Perang Dagang Global: Perspektif Alkitabiah dan Peran Mahasiswa Kristen

01/04/2025

Ekonomi Indonesia di Tengah Perang Dagang Global: Perspektif Alkitabiah dan Peran Mahasiswa Kristen Oleh: Fawer Full Fander Sihite.,S.Th.,S.H.,MAPS Perang dagang...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Seluruh Jajaran Satgas PKH Layak Dianugerahi Bintang Mahaputera atas Jasa Luar Biasa Memulihkan Keuangan dan Aset Negara

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Apresiasi Kepemimpinan Satgas PKH: Sjafrie Sjamsoeddin, ST Burhanuddin, dan Febrie Adriansyah Berhasil Selamatkan Aset Negara Senilai Rp402,4 Triliun

18/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

Bupati Simalungun Terima Audensi Pimpinan BWI

17/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026

Populer

Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

Tak Mau Bahas LKPD, Aktivis ingatkan Anggota DPRD bisa dilaporkan

15/07/2026
Berita

Hari Pertama Sekolah, TK ABA Serbalawan Dipadati Emak-emak

13/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Sebut Kita Harus Jujur Febrie dan ST Burhanuddin Paling Berani Lawan Koruptor dan Mafia, Dalam 4 Tahun Kejaksaan Agung Ungkap Kasus Korupsi Ribuan Triliun

12/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

Usai Pertemuan Kapolri dan Jaksa Agung, Ketua ILAJ: Stop Mendegradasi Kepercayaan Publik terhadap Kejaksaan, Percayakan Sepenuhnya Proses Hukum

13/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber