Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Sabtu, November 7, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEdukasi

Komunikasi yang Baik untuk Membina Kecerdasan Emosi Anak

byRedaksi
31/07/2021
inEdukasi
108
SHARES
770
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Vina Adelia Sinaga

PIRAMIDA.ID- Berbicara tentang kecerdasan, pada umumnya yang terlintas dalam benak kita adalah “pintar secara intelektual” atau bahkan “pintar dalam matematika”. Konsep ini sudah tertanam sejak lama bahkan masih tertanam sampai saat ini. Tetapi sebenarnya, kecerdasan tidak hanya sebatas seseorang pintar dalam matematika atau intelektualnya saja, tetapi ada banyak sekali ruang lingkup kecerdasan ini, mulai dari Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), dan Kecerdasan Spritual (SQ).

Nah,di kesempatan ini saya akan membahas tentang pentingnya membina kecerdasan emosi anak pada masa pandemic Covid-19. Kecerdasan emosi merupakan sebuah kemampuan seseorang dalam mengendalikan perasaannya, mengenali perasaan orang lain, bahkan sampai kepada tumbuhnya rasa peduli, ingin berbagi, disiplin, berkomitmen dan karakter-karakter positif lainnya.

Lalu mengapa penting membina kecerdasan emosi anak pada masa pademi Covid-19? Ya, tentu sangat penting dikarenakan emosi memainkan peran yang sedemikian penting dalam kehidupan, emosi bukan berarti marah tetapi merupakan bentuk perasaan,baik itu sedih, senang, marah, kecewa, dan lain sebagainya.

Pada masa pandemi seperti ini, sangat sulit sekali memahami bagaimana keadaan emosi anak karena kita sama-sama mengetahui bahwa anak-anak belum tentu dapat mengekspresikan emosi yang tepat dalam setiap keadaan yang dirasakannya. Contohnya adalah ketika misalnya orang dewasa berbicara dengan suara yang lantang atau berteriak, anak merasakan ketakutan karena mereka merasa orang dewasa tersebut sedang marah padahal suara yang lantang bukan berarti orang lain sedang marah.

Jadi, jangan sampai emosi yang dimiliki anak menyimpang dari yang seharusnya. Membina emosi anak tujuannya agar perasaan yang positif itu bisa terbangun menjadi sebuah kebiasaan, sehingga anak-anak juga bisa membangun interaksi sosial yang baik. Maka perlu digarisbawahi, jangan sampai emosi seperti ketakutan, gugup, dan marah yang menjadi kebiasaan anak tersebut yang akhirnya menjadikan anak sebagai orang yang dijauhi dari kelompoknya.

Dalam kegiatan keseharian di masa pandemi Covid-19, anak-anak sering menunjukkan emosi yang bersifat negatif, yang menyebabkan hal ini adalah kurangnya komunikasi terhadap anak. Saya ilustrasikan begini, saat anak banyak berbicara orang tua seringkali membungkamnya dengan memberikan anak gawai sehingga tidak mengganggu aktivitas orang tua, hasilnya adalah anak menjadi kecanduan untuk bermain gawai, manakala anak tidak diberikan gawai maka ia akan menangis, tentu ini bukanlah emosi yang baik apalagi dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak.

Di masa pandemi Covid-19, kita sama-sama menyadari bagaimana keadaan yang mengharuskan kita merelakan pertemuan-pertemuan dengan oranglain, begitu pula anak-anak yang sangat jarang sekali untuk bermain dengan teman sebaya mereka, sehingga jarang sekali anak-anak berkomunikasi dengan teman-teman sebaya mereka, padahal komunikasi dengan teman-teman sebaya menjadikan mereka mampu mengekspresikan emosi dengan baik.

Dalam menyikapi hal ini orang tua harus menyadari pentingnya memberikan dukungan secara emosional bagi anak-anak, jadilah orang tua sekaligus sahabat bagi mereka. Maka cara-cara yang dapat dilakukan adalah memperhatikan kondisi lingkungan keluarga, apabila anak memiliki saudara di keluarganya maka biasakan mereka untuk saling berkomunikasi, saling menghargai dan pastinya saling menyayangi apalagi di masa-masa seperti pandei ini.

Jangan sampai setiap orang di keluarga menjadi individualis dan memiliki emosi yang tidak stabil, ini artinya adalah anak akan merasakan aman dan nyaman apabila ia merasakan kebahagiaan didalam rumah karena dengan orang tua memberikan keteladanan emosi yang baik, maka anak juga akan merasakan dan menunjukkan emosi yang baik pula. Memang tidak selalu mudah, namun tidak ada salahnya untuk berupaya.

Cara selanjutnya adalah dengan menanggapi setiap pertanyaan anak yang tidak ada habisnya, berikan mereka keleluasaan dalam berbicara dan mencari tahu apa yang sedang ditanyakan, sehingga anak menjadi pribadi yang berani dalam mengutarakan pendapatnya, apabila tidak bisa menanggapi maka berikan mereka sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian tetapi bukan gawai, misalnya mereka bertanya tentang banyaknya plastik belanjaan di rumah,maka orang tua bisa berikan mereka tantangan untuk melipat plastik belanjaan agar rapi, dan berikan anak rewards atas kerja kerasnya dalam menyelesaikan tantangan. Dengan demikian, anak akan fokus untuk menyelesaikan tantangannya dan pada akhirnya ia merasakan emosi yang bahagia ketika ia menyelesaikannya.

Jangan lupa! Orang tua harus rajin berkomunikasi dengan anak sehingga selain mengutarakan pendapatnya, ia juga mampu berkomunikasi dengan baik. Komunikasi yang baik mampu menumbuhkan perasaan yang baik terhadap anak, ia akan merasa pendapatnya dihargai dan akan memahami bahwa pendapatnya yang diterima menumbuhkan perasaan bahagia sehingga akan memungkinkan untuknya belajar cara menghargai pendapat orang lain.

Ingatlah bahwa anak-anak belum pernah menjadi orangtua, tetapi orang tua sudah pernah menjadi anak-anak. Percayalah, kecerdasan emosi yang terbina dengan benar mungkin tidak menjadikan anak jenius tetapi menjadikannya unik dan istimewa.(*)


Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan PGSD, Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar dan Partisan KSPM.

Tags:#Keluarga#komunikasi#orangtua#parenting
Share43SendShare

Related Posts

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK”

04/11/2026

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK” Oleh: Kurpan Sinaga, S.H Disclaimer Apa yang akan saya sampaikan ini semestinya...

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie Adriansyah, Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

28/07/2026

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie...

Budaya Adat di Lingkungan Masyarakat Era Modern saat ini

15/11/2025

PIRAMIDA.ID-Dalam kehidupan Masyarakat era modern, budaya adat sering kali terpinggirkan oleh pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi pada saat ini....

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita

15/07/2025

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita Oleh: Edis Galingging Geliat sektor pariwisata pacu terus pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tampaknya...

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia

20/04/2025

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th.,S.H.,MAPS 1. Menghadapi Perang Dagang Global Perang...

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global

14/04/2025

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th., S.H., MAPS Kunjungan...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Edukasi

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK”

04/11/2026
Berita

Bintang Empat Bukan Tameng Hukum, Komrad Pancasila Dukung Kapolri Bersih-Bersih Institusi

04/11/2026
Berita

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026
Berita

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026
Berita

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dinas Kehutanan Sumut dan Satgas PKH Selamatkan Register 18 Simalungun

03/11/2026

Populer

Edukasi

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK”

04/11/2026
Berita

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026
Pojokan

Profesi Apoteker: Perannya Besar dan tak Sekedar Menunggui Apotek

27/09/2020
Ilustrasi/Akun Twitter @Nobodycorp
Pojokan

Cerpen: 1998

24/08/2020
ilustrasi/getty images
Pojokan

Sejarah Tai

03/08/2020
Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus