Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDunia

Made-in (Negara) Mana? Peringkat Negara-Negara dengan Label Paling Dihormati

byRedaksi
04/07/2021
inDunia
108
SHARES
770
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Akhyari Hananto*

PIRAMIDA.ID- Ketika kita melihat label baju yang kita pakai, dan ada tulisan “Made in Bangladesh”, apa yang biasanya terlintas dalam benak kita? Bagi kebanyakan dari kita, reputasi untuk setiap negara ada di otak kita.

Bisa jadi, kemeja ‘made-in Bangladesh’ punya kualitas yang sama yang made-in Jerman atau made-in Brasil, tapi ketiganya akan menimbulkan persepsi yang berbeda di benak konsumen dan secara keseluruhan, pandangan ini memiliki dampak besar pada kesuksesan produk tersebut di pasar internasional.

Ketika kita membeli produk-produk made-in Bangladesh, misalnya, maka tak bisa dimungkiri pasti di benak kita akan terlintas negara Bangladesh dengan segala macam tantangannya, sejarahnya, juga reputasinya selama ini. Dan ini memengaruhi secara signfikan persepsi kita akan apapun produk made-in Bangladesh, seberapa bagusnya pun kualitasnya.

Jika bicara tentang reputasi dan kualitas sebuah produk, bisa jadi label “Made In Germany” (atau diartikan dengan “Dibuat di Jerman” atau “Buatan Jerman” adalah label yang membangkitkan persepsi kualitas, efisiensi, dan kepercayaan akan produk tersebut.

Mengapa? Seolah-olah, karena desain, kualitas, dan daya tahan, “made-in Germany” adalah yang terbaik di dunia, dan dunia memercayai reputasi Jerman.

Beberapa tahun lalu, hal ini diketahui dari hasil survey yang dilakukan oleh Statista, sebuah lembaga statistik dan riset pasar yang berbasis di Hamburg, Jerman, yang menunjukkan bahwa konsumen di banyak negara sangat menghormati dan memandang tinggi kehebatan Jerman dalam memproduksi berbagai produk, lebih tinggi dibandingkan negara manapun.

Survei Statista tesebut yang dilakukan bersama Dalia Research, sebuah lembaga riset pasar yang berbasis di Berlin, Jerman, yang membuat daftar negara-negara yang paling dihormati, dalam hal kualitas dan reputasi produk atau, di mana frasa “Made In (negara)” memiliki citra paling positif.

Survey ini lebih dari 43.000 responden di 52 negara di berbagai belahan dunia. Dalam menyusun Made-in-Country-Index (MICI) ini, setiap responden diberi kesempatan untuk menilai dan menyebut tiga negara yang paling bagus dalam kualitas produknya.

\

Secara keseluruhan, produk-produk made-inJerman berada di posisi teratas. Kebanyakan responden memuji kualitas dan standar keamanan yang tinggi dari produk-produk buatan Jerman.

“Jerman memiliki brand yang sangat kuat dan selalu berorientasi pada kualitas produknya,” kata Nicolas Loose, kepala riset pasar Statista.

“Seperti Volkswagen, atau seperti Lufthansa, merek-merek ikonik itu memunyai pada reputasi yang kuat.”

Statista menyusun penelitian untuk menemukan bagaimana orang-orang di berbagai negara memandang citra produk dan barang yang dibuat di negara lain, dan gagasan itu datang langsung dari pendiri dan CEO Statista, Friedrich Schwandt.

Ada hal yang menarik, yakni China, yang dalam survey ini menempati urutan terakhir. Di dalam negeri, China menempati peringkat #1 sebagai produsen barang yang paling dihormati di antara orang-orang China daratan. Namun di Hongkong, responden memberi peringkat paling buruk di China.

Namun, satu hal penting adalah banyak responden survei yang merasa produk-produk made-in China sesuai dengan harganya yang terjangkau.

Posisi Indonesia

Dalam survey ini, posisi Indonesia masih berada di bawah, tepatnya peringkat 4 dari bawah. Banyak hal yang harus terus dilakukan oleh segenap komponen bangsa ini untuk tidak hanya terus menaikkan reputasi produk-produk Indonesia, namun juga reputasi Indonesia secara keseluruhan.

Mari kita bayangkan sebuah adegan berikut.

Seorang ibu warga negara Thailand sedang berbelanja di sebuah supermarket di negeri gajah putih tersebut. Sang ibu ingin membeli jajanan ringan untuk anak-anaknya di rumah. Dia berhenti di sebuah rak yang berisi snack-snack dengan kemasan yang menarik, harganya kurang lebih sama antara snack satu dengan snack lainnya.

Selain kemasannya, yang membedakan adalah labelnya. Satu made inAustralia, satu lagi made inIndonesia. Kira-kira, si Ibu ini akan membeli made-in yang mana?

Pertanyaan selanjutnya mungkin adalah, apa yang terlintas dalam benak orang Thailand jika disebut nama “indonesia’? Apakah hal-hal yang baik, atau malah sebaliknya.

Inilah pentingnya membangun reputasi bangsa kita, untuk terus menyuarakan hal-hal yang baik secara taktis, dan terus menerus. Dalam banyak hal, reputasi Indonesia di ranah global masih kalah dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Bayangkan, dalam ranking Best Countries for Adventure 2021yang dipublikasikan oleh USnews.com, Indonesia yang harusnya memenangkan semua hal terkait penjelajahan alam, kalah dibandingkan Thailand, Malaysia, Filipina, bahkan Singapura yang kecil itu.

Sekali lagi, hal ini bukan berarti pengalaman adventure yang ditawarkan Indonesia kalah dibandingkan negara-negara tersebut, melainkan karena reputasi Indonesia di dunia global masih harus ditingkatkan secara dramatis.

Pun terkait made-in indonesia, marketing dan promosi saja takkan cukup, kecuali juga harus diimbangi dengan membangun reputasi dan branding positif Indonesia. Reputasi sebuah bangsa memiliki nilai ekonomi yang tidak perlu dipertanyakan lagi bagi negara bersangkutan, seperti halnya bagi organisasi dan individu.

Ini didasarkan pada emosi dan akal, produk dari kesan kita tentang tindakan suatu bangsa dan komunikasinya, serta persepsi, stereotip, pengaruh, dan pengalaman langsung kita yang mendalam akan negara tersebut.

Sebuah studi yang tentu reputasi negara yang dirilis oleh Reputation Institute and Argyle Public Relationships yang berbasis di Kanada, menyebutkan bahwa setidaknya ada tiga faktor penting dalam membangun persepsi sebuah negara di ranah internasional, yakni tentang kualitas lingkungan hidup negara bersangkutan, lalu kualitas pemerintah dan cara memerintahnya (governance in public safety, ethics, international responsibility, social and economic policies), dan ekonomi (tenaga kerja terdidik dan andal, kontribusi terhadap budaya global, produk dan layanan berkualitas tinggi).

Referensi:

“The Best Countries for Adventure, Ranked.” U.S. News & World Report, U.S. News & World Report, www.usnews.com/news/best-countries/adventure-rankings.

Daniel Tisch. Originally published on Policy Options July 5, 2017. “What Gives a Nation a Great Reputation?” Policy Options, 13 Apr. 2021, policyoptions.irpp.org/magazines/july-2017/what-gives-a-nation-a-great-reputation/.

Desjardins, Jeff. “The World’s Most Respected ‘Made In’ Labels.” Visual Capitalist, 12 Mar. 2019, www.visualcapitalist.com/respected-made-in-labels-country/.

“Made In Where? The 12 Countries With The Best Reputation.” Forbes, Forbes Magazine, www.forbes.com/pictures/58d92fa04bbe6f0e55895385/made-in-where-the-12-coun/?sh=56ee2afad3aa.(*)


Good News From Indonesia

Tags:#brand#citranegara#made-in
Share43SendShare

Related Posts

KOMRAD : Jakarta Buktikan Diri, Dari Kota Rawan Jadi Salah Satu Kota Teraman Di ASEAN

09/04/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta, 8 April 2026 - Koordinator Nasional Komrad Pancasila, Antony Yudha Benusu, menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan bahwa Jakarta...

Perang Israel-Iran Menunjukkan Pentingnya STEM, Fawer Sihite: Dukung Sikap Presiden Prabowo

22/06/2025

PIRAMIDA.ID - Dalam sebuah wawancara eksklusif yang berlangsung di Mall Atrium Senen, Jakarta Pusat, Fawer Sihite menegaskan bahwa perang antara...

Kebahagiaan Berasal dari Keyakinan dalam Diri

10/07/2023

PIRAMIDA.ID- Pernahkah Anda berkata pada diri sendiri saat marah, ‘Saya tidak boleh marah?' Atau mungkin ketika Anda merasa sedikit sedih,...

Mengapa Orang Terlihat Serius dan Tidak Tersenyum di Foto-foto Kuno?

30/04/2023

PIRAMIDA.ID- Foto-foto pertama diambil pada akhir tahun 1820-an. Tetapi sampai tahun 1920-an, tampaknya orang-orang mulai “belajar” tersenyum saat di foto....

Bagaimana Asal Usul Jabat Tangan?

02/04/2023

PIRAMIDA.ID- Kita sudah begitu terbiasa berjabat tangan dengan orang lain, kita hampir tidak memikirkan bagaimana, di mana, dan mengapa kebiasaan...

Marcus Aurelius: Kaisar Romawi Baik Hati yang Juga Seorang Filsuf

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Marcus Aurelius lahir pada 26 April 121 Masehi di Roma dengan nama lahir Marcus Annius Verus. Perjalanan hidupnya membuat...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

HMI BATAM; TPPU Jadi Gerbang Membongkar Gerbong Kerajaan Gelap Ini, Selidiki Aliran Keuangannya Dan Tangkap Pemodalnya.

20/08/2026
Berita

Sekretaris HMI Kota Batam; Tantang Kapolda Kepri Ungkap Oknum Aparat Yang Melindungi Perjudian Dan Narkoba Di Kota Batam

18/08/2026
Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

ILAJ Nilai Pernyataan Bupati Karo Tentang Ratusan Siswa Keracunan Langgar Etika Pemerintahan, Mendagri Diminta Proses Pemberhentian Antonius Ginting

14/08/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Desak Penyusunan Mekanisme Baku Pengawasan dan Sanksi Program MBG Usai Ratusan Pelajar Keracunan di Berastagi

14/08/2026
Berita

Buntut Dugaan Manipulasi Ekspor Pulp PT TPL, Ketua ILAJ Minta Kejagung Periksa Sukanto Tanoto

13/08/2026

Populer

Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

Sekretaris HMI Kota Batam; Tantang Kapolda Kepri Ungkap Oknum Aparat Yang Melindungi Perjudian Dan Narkoba Di Kota Batam

18/08/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

HMI BATAM; TPPU Jadi Gerbang Membongkar Gerbong Kerajaan Gelap Ini, Selidiki Aliran Keuangannya Dan Tangkap Pemodalnya.

20/08/2026
Berita

Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH): Penegakan Hukum atau Alibi Militerisasi Atas Nama Konservasi?

09/05/2025
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber