Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, November 8, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Pendidikan di Era Kehidupan Baru

byRedaksi
03/05/2021
inBerita
100
SHARES
717
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Francius Maulana Sipayung*

PIRAMIDA.ID- Pendidikan merupakan sarana bagi seluruh umat manusia untuk belajar, serta menuntut ilmu agar mendapat lebih banyak pengetahuan.

Kita tahu bahwa pandemi Covid-19 menjadikan proses pembelajaran tidak efektif dan mengurangi kualitas pendidikan, saat ini banyak sekolah yang terpaksa tutup dengan alasan menghindari penyebaran virus.

Pembelajaran beralih menjadi sistem online untuk mengantisipasi berhentinya proses belajar-mengajar. Guru memberikan siswa tugas untuk dikerjakan di rumah dan dikumpulkan setiap harinya. Hal ini tanpa sengaja telah menimbulkan sebuah kontroversi karena anak sama sekali tidak dapat menerima pembelajaran dengan minat belajar yang rendah, ditambah lagi orang tua yang terbebani untuk membagi waktu antara bekerja dan mendampingi anak belajar.

Apalagi anak yang akan didampingi ada beberapa orang dan memiliki kelas yang bervariasi. Hal itu membuat orang tua sering mengeluh dan menyerah.

Beralih dari hal itu, kita dapat melihat bahwa keadaan saat ini telah memaksakan setiap penempuh pendidikan agar menyesuaikan akses belajar sesuai dengan anjuran pemerintah tentang menghindari penyebaran Covid-19 dan menerapkan pembelajaran dengan mengaksesnya melalui internet, lalu bagaimana dengan keluarga yang memiliki tingkat ekonomi rendah? Bagaimana anak mereka dapat mengakses pembelajaran?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini lah yang perlu kita jawab, bahwa tidak semua keluarga memiliki ekonomi yang cukup serta jika kita kaitkan dengan jaringan, tentu berbeda dalam setiap daerah di Indonesia.

Hal ini menjadikan murid kehilangan kesempatan untuk belajar sebagaimana mestinya pada pembelajaran offline, di mana mereka mendapat didikan secara intens dari gurunya. Permasalahan-permasalahan tersebut telah menjadi sebuah pembangkit semangat, terkhusus kepada tenaga pendidik yang bertugas untuk mendidik serta membimbing murid sebaik mungkin.

Dengan melihat keadaan pandemi yang telah menciptakan degradasi bagi pendidikan, saya yang merupakaan seorang tenaga pendidik di salah satu SD di salah satu desa Kelurahan Panei Tongah seputaran Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun memutuskan untuk tetap melaksanakan kewajiban mengajar.

Dan mengabdikan diri demi berlangsungnya proses belajar mengajar sebagaimana mestinya pembelajaran pada saat sebelum pandemi, tetapi kali ini harus menempuh jarak yang sedikit lebih jauh untuk sampai di rumah setiap anak didik.

Tak jarang juga saya mengajak dan mengajarkan mereka untuk menanamkan dalam pikirannya bahwa belajar tak hanya di dalam kelas melainkan dapat dilakukan di mana saja, bahkan di luar kelas sekalipun, dan tentunya dengan mematuhi segala protokol kesehatan untuk tetap mencegah penyebaran virus Covid-19.

Merosotnya kualitas pendidikan tentu sangat merugikan bagi seluruh elemen dan akan mempengaruhi masa depan anak bangsa. Hal ini merupakan salah satu motivasi bagi saya untuk tetap memberikan pelajaran kepada anak didik walau harus berjalan mengitari lingkungan desa mereka. Saat memberi pendidikan saya juga membiasakan mereka supaya tetap membaca buku minimal satu jam sehari.

Hal itu dilakukan agar terhindar dari pemakaian gadget berlebihan. Dengan strategi itu semoga anak didik saya bisa memiliki budaya yang baik dalam hal literasi. Hal ini semata-mata dilakukan hanya untuk menciptakan generasi yang cinta baca serta meningkatkan kualitas belajar anak.

Harapannya ke depan guru harus melakukan inovasi dalam mengajar, sehingga pendidikan di Indonesia tetap berjalan maksimal walaupun masih situasi pandemi.(*)


Penulis merupakan tenaga pendidik di salah satu SD di Kabupaten Simalungun.

Tags:#guru#mengajar#merdeka#simalungun
Share40SendShare

Related Posts

Kader Muda Golkar Jefri Gultom: Jangan Fitnah Bahlil Lahadalia, Kami Siap Tempuh Jalur Hukum!

07/11/2026

PIRAMIDA.ID – Kader muda Partai Golkar, Jefri Gultom melontarkan peringatan tegas kepada pihak-pihak yang melontarkan tuduhan terhadap Ketum Partai Golkar...

Bintang Empat Bukan Tameng Hukum, Komrad Pancasila Dukung Kapolri Bersih-Bersih Institusi

04/11/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta-Komrad Pancasila mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto beserta jajaran dalam mengusut kasus dugaan penyadapan ilegal...

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026

PIRAMIDA.ID.- Pemahaman terhadap aturan ketenagakerjaan merupakan hal penting bagi setiap pekerja maupun pemberi kerja. Hal ini diperlukan agar hubungan industrial...

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, menyindir keras dugaan penguasaan kawasan Hutan Register 18...

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, melontarkan desakan keras kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera...

Ketua ILAJ Desak Dinas Kehutanan Sumut dan Satgas PKH Selamatkan Register 18 Simalungun

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, mendesak Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara segera berkoordinasi...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Kader Muda Golkar Jefri Gultom: Jangan Fitnah Bahlil Lahadalia, Kami Siap Tempuh Jalur Hukum!

07/11/2026
Edukasi

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK”

04/11/2026
Berita

Bintang Empat Bukan Tameng Hukum, Komrad Pancasila Dukung Kapolri Bersih-Bersih Institusi

04/11/2026
Berita

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026
Berita

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026
Berita

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026

Populer

Edukasi

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK”

04/11/2026
Berita

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026
Berita

Kader Muda Golkar Jefri Gultom: Jangan Fitnah Bahlil Lahadalia, Kami Siap Tempuh Jalur Hukum!

07/11/2026
Ilustrasi/Akun Twitter @Nobodycorp
Pojokan

Cerpen: 1998

24/08/2020
ilustrasi/getty images
Pojokan

Sejarah Tai

03/08/2020
Pojokan

Profesi Apoteker: Perannya Besar dan tak Sekedar Menunggui Apotek

27/09/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus