Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Pendidikan di Era Kehidupan Baru

byRedaksi
03/05/2021
inBerita
100
SHARES
717
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Francius Maulana Sipayung*

PIRAMIDA.ID- Pendidikan merupakan sarana bagi seluruh umat manusia untuk belajar, serta menuntut ilmu agar mendapat lebih banyak pengetahuan.

Kita tahu bahwa pandemi Covid-19 menjadikan proses pembelajaran tidak efektif dan mengurangi kualitas pendidikan, saat ini banyak sekolah yang terpaksa tutup dengan alasan menghindari penyebaran virus.

Pembelajaran beralih menjadi sistem online untuk mengantisipasi berhentinya proses belajar-mengajar. Guru memberikan siswa tugas untuk dikerjakan di rumah dan dikumpulkan setiap harinya. Hal ini tanpa sengaja telah menimbulkan sebuah kontroversi karena anak sama sekali tidak dapat menerima pembelajaran dengan minat belajar yang rendah, ditambah lagi orang tua yang terbebani untuk membagi waktu antara bekerja dan mendampingi anak belajar.

Apalagi anak yang akan didampingi ada beberapa orang dan memiliki kelas yang bervariasi. Hal itu membuat orang tua sering mengeluh dan menyerah.

Beralih dari hal itu, kita dapat melihat bahwa keadaan saat ini telah memaksakan setiap penempuh pendidikan agar menyesuaikan akses belajar sesuai dengan anjuran pemerintah tentang menghindari penyebaran Covid-19 dan menerapkan pembelajaran dengan mengaksesnya melalui internet, lalu bagaimana dengan keluarga yang memiliki tingkat ekonomi rendah? Bagaimana anak mereka dapat mengakses pembelajaran?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini lah yang perlu kita jawab, bahwa tidak semua keluarga memiliki ekonomi yang cukup serta jika kita kaitkan dengan jaringan, tentu berbeda dalam setiap daerah di Indonesia.

Hal ini menjadikan murid kehilangan kesempatan untuk belajar sebagaimana mestinya pada pembelajaran offline, di mana mereka mendapat didikan secara intens dari gurunya. Permasalahan-permasalahan tersebut telah menjadi sebuah pembangkit semangat, terkhusus kepada tenaga pendidik yang bertugas untuk mendidik serta membimbing murid sebaik mungkin.

Dengan melihat keadaan pandemi yang telah menciptakan degradasi bagi pendidikan, saya yang merupakaan seorang tenaga pendidik di salah satu SD di salah satu desa Kelurahan Panei Tongah seputaran Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun memutuskan untuk tetap melaksanakan kewajiban mengajar.

Dan mengabdikan diri demi berlangsungnya proses belajar mengajar sebagaimana mestinya pembelajaran pada saat sebelum pandemi, tetapi kali ini harus menempuh jarak yang sedikit lebih jauh untuk sampai di rumah setiap anak didik.

Tak jarang juga saya mengajak dan mengajarkan mereka untuk menanamkan dalam pikirannya bahwa belajar tak hanya di dalam kelas melainkan dapat dilakukan di mana saja, bahkan di luar kelas sekalipun, dan tentunya dengan mematuhi segala protokol kesehatan untuk tetap mencegah penyebaran virus Covid-19.

Merosotnya kualitas pendidikan tentu sangat merugikan bagi seluruh elemen dan akan mempengaruhi masa depan anak bangsa. Hal ini merupakan salah satu motivasi bagi saya untuk tetap memberikan pelajaran kepada anak didik walau harus berjalan mengitari lingkungan desa mereka. Saat memberi pendidikan saya juga membiasakan mereka supaya tetap membaca buku minimal satu jam sehari.

Hal itu dilakukan agar terhindar dari pemakaian gadget berlebihan. Dengan strategi itu semoga anak didik saya bisa memiliki budaya yang baik dalam hal literasi. Hal ini semata-mata dilakukan hanya untuk menciptakan generasi yang cinta baca serta meningkatkan kualitas belajar anak.

Harapannya ke depan guru harus melakukan inovasi dalam mengajar, sehingga pendidikan di Indonesia tetap berjalan maksimal walaupun masih situasi pandemi.(*)


Penulis merupakan tenaga pendidik di salah satu SD di Kabupaten Simalungun.

Tags:#guru#mengajar#merdeka#simalungun
Share40SendShare

Related Posts

Reshuffle Berkali-kali: Forum Think and Talk Soroti Netralitas Evaluasi Kinerja vs Kepentingan Politik Kabinet Prabowo

08/10/2026

PIRAMIDA.ID- JAKARTA, 6 OKTOBER 2026 — Memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dinamika dalam Kabinet Merah Putih terus...

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta - Penunjukan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru membawa...

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026

PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar, 4 Oktober 2026 — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi memperingati Dies...

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026

PIRAMIDA.ID  – Pemilihan Rektor Universitas Simalungun (USI) tengah berlangsung. Sejumlah tokohmasyarakat Simalungun meminta proses tersebutmempertimbangkan kapasitas, integritas, rekam jejak, serta...

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026

PIRAMIDA.ID- Karena tidak menjalankan fungsi legislasi dengan tidak membahas Perubahan P-APBD Pematangsiantar Tahun Anggaran (TA) 2026, mencuat pernyataan, 5 Ketua...

Apresiasi Polda Metro Jaya Dalam Pengungkapan Kasus Alm Bambang Setiawan, Komrad Pancasila: Jangan Naikkan Dugaan Menjadi Vonis

01/10/2026

PIRAMIDA | JAKARTA — Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, mengingatkan pentingnya menjaga ketelitian dalam menanggapi laporan investigasi mengenai kematian Bambang...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Reshuffle Berkali-kali: Forum Think and Talk Soroti Netralitas Evaluasi Kinerja vs Kepentingan Politik Kabinet Prabowo

08/10/2026
Berita

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026
Berita

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026
Berita

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026
Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Berita

Apresiasi Polda Metro Jaya Dalam Pengungkapan Kasus Alm Bambang Setiawan, Komrad Pancasila: Jangan Naikkan Dugaan Menjadi Vonis

01/10/2026

Populer

Berita

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026
Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Berita

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026
Pojokan

Putu Laxman Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tidak Dapat Tempat di Indonesia

30/07/2021
Berita

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026
Pojokan

Pesan Tersembunyi Ki Narto Sabdo Dalam Lagu Kelinci Ucul

23/09/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus