Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Perbedaan Dualisme Yang Indah

byRedaksi
07/06/2020
inDialektika
99
SHARES
708
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Emi Lidia Nadeak*

PIRAMIDA.ID- Kalau kalian pernah mendengar alasan Najwa Shihab melibatkan banyak tenaga perempuan pada acaranya, yaitu “Narasi”, salah satu alasannya adalah kaum perempuan lebih teliti.

Perempuan lebih teliti dari pada laki-laki – itu baru satu unsur saja yang membedakan perempuan dan laki-laki.

Mengapa demikian?

Itu karena otak laki-laki tidak sama dengan otak perempuan. Berdasarkan anatomi otak, otak perempun mempunyai daya memori lebih tajam dibandingkan dengan memori otak laki-laki. Ketajaman tersebut yang membuat kaum perempuan lebih teliti dibandingkan kaum laki-laki.

Menurut pengamatan Cynthia Ozik, bahasa yang digunakan kaum perempuan dan kaum laki-laki berbeda. Kaum perempuan pada umumnya dalam menggunakan bahasa memilih kata-kata yang mengekspresikan keramahan, bujukan, kelembutan, dan keceriaan.

Kaum laki-laki bahkan sebaliknya, mereka lebih senang menggunakan kata-kata yang mengekspresikan ketegasan, kekuasaan, otoriter dengan dibalut humor. Kata-kata yang mengekspresikan kelembutan dan bujukan hanya digunakan oleh sedikit laki-laki. Itulah sebabnya, perempuan lebih romatis dan mudah riang dibandingkan dengan laki-laki.

Tetapi akan terasa indah ,nyaman, dan teduh apabila perempuan dan laki-laki mau menggunakan bahasa yang meneduhkan jiwa.

Otak perempuan juga punya ruang bahasa lebih luas dibandingkan dengan otak laki-laki, itulah yang menyebabkan laki-laki lebih pendiam dibandingkan dengan perempuan. Pada umumnya perempuan suka bicara bahkan dikatakan cerewet, sedangkan laki-laki aktif sebagai pendengar. Ketika terjadi pertengkaran antara perempuan dan laki-laki yang banyak bicara dan mengeles adalah perempuan. Demikian pula dalam hal meggosip, perempuan lebih aktif dan kreatif. Ini segi negatifnya.

Ruang bahasa yang terdapat pada otak perempuan membuat perempuan cenderung lebih punya minat menulis dan suka membaca dibandingkan dengan laki-laki. Baik itu menulis “dear diary” atau membaca novel, cerpen, juga quotes-quotes yang membuat jiwa dan pikiran semakin tenang.

Tentu ini sangat positif. Teori kekurangminatan laki-laki pada bidang menulis dapat saya temukan faktanya pada salah satu kegiatan lomba menulis yang saya ikuti dan diselenggarakan oleh PMKRI Cab. Pematangsiantar yang dilaksanakan pada bulan Mei lalu.

Dari hasil pengumuman pemenang lomba, yakni yang berhasil meraih kemenangan adalah kaum perempuan. Bukan tanpa sebab, anggota yang mengikuti lomba semuanya perempuan. Hal ini merupakan salah satu yang tampak jelas saya rasakan.

Makhluk yang bergender laki-laki adalah makluk yang mampu menggunakan pikirannya, sehingga segala tindakannya bernalar dan nalar adalah sumber kekuatan yang melakukan berbagai hal, termasuk mendapatkan kekuasaan – apa yang mereka inginkan.

Semuanya itu dapat dicapai karena berfondasikan jiwa yang terang dan kuat. Faktor-faktor tersebut membuat laki-laki hidup di luar wilayah kaum perempuan. Dan kaum perempuan dengan setia, tulus, penuh kasih sayang merawat dan mendidik serta melayani.

Coba bayangkan perempuan setiap hari melakukan pekerjaan yang bersifat motherhood, mendidik anak-anaknya, melayani keluarganya dan banyak lagi pekerjaan yang harus dilakukan tanpa memikirkan imbalan.

Apa yang meraka lakukan itu jelas-jelas menunjukkan bahwa perempuan punya nilai-nilai moral sangat tinggi dan memiliki jiwa terang  sebagai kekuatannya.

“Apa pun itu yang jelas  perbedaan antara laki-laki dan perempuan adalah perbedaan dualisme yang indah,” demikian pendapat Fred Hopgood dalam bukunya yang bejudul “Why Males Exits”.

Keindahan itu yang membuat perempuan dan laki-laki saling tertarik, seperti halnya burung merak jantan berbulu sangat indah membuat merak betina yang berbulu biasa terpikat untuk bercinta dengan si merak jantan. Keindahan yang sama, bibir merah perempuan membuat laki-laki yang berbibir hitam lebih tertarik padanya dan ingin mengecupnya. Itulah sebabnya, perempuan menggunakan lipstick sedangkan laki-laki tidak.

Banyak perempuan yang enggan atau mungkin tidak berani mengambil kesempatan untuk membebaskan jiwanya. Atau kalau mereka mengingankannya, mereka tidak mau secara terang-terangan.

Sikap ini menunjukkan bahwa mereka beranggapan bahwa jiwa mereka bukan miliknya sendiri, tetapi kaum laki-laki. Penipuan diri akan membuat jiwa siapa saja terus-menerus dalam kegelapan. Seharusnya, semua perempuan harus berani.


Penulis merupakan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen. Founder Komunitas Kartini Indonesia (Kokasi).

Share40SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

HMI BATAM; TPPU Jadi Gerbang Membongkar Gerbong Kerajaan Gelap Ini, Selidiki Aliran Keuangannya Dan Tangkap Pemodalnya.

20/08/2026
Berita

Sekretaris HMI Kota Batam; Tantang Kapolda Kepri Ungkap Oknum Aparat Yang Melindungi Perjudian Dan Narkoba Di Kota Batam

18/08/2026
Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

ILAJ Nilai Pernyataan Bupati Karo Tentang Ratusan Siswa Keracunan Langgar Etika Pemerintahan, Mendagri Diminta Proses Pemberhentian Antonius Ginting

14/08/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Desak Penyusunan Mekanisme Baku Pengawasan dan Sanksi Program MBG Usai Ratusan Pelajar Keracunan di Berastagi

14/08/2026
Berita

Buntut Dugaan Manipulasi Ekspor Pulp PT TPL, Ketua ILAJ Minta Kejagung Periksa Sukanto Tanoto

13/08/2026

Populer

Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

Sekretaris HMI Kota Batam; Tantang Kapolda Kepri Ungkap Oknum Aparat Yang Melindungi Perjudian Dan Narkoba Di Kota Batam

18/08/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

HMI BATAM; TPPU Jadi Gerbang Membongkar Gerbong Kerajaan Gelap Ini, Selidiki Aliran Keuangannya Dan Tangkap Pemodalnya.

20/08/2026
Berita

Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH): Penegakan Hukum atau Alibi Militerisasi Atas Nama Konservasi?

09/05/2025
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber