Connect with us

Masukkan kata pencarian...

Spiritualitas

Roh Tuhan yang Menuntun

Penulis: Pdt. Dr. Martongo Sitinjak*

Minggu Pentakosta I
Yesaya 63:11-14

Salah satu pola kehidupan umat Allah adalah mengingat apa yang telah dilakukan oleh Allah untuk selanjutnya membangun apa yang akan dilakukan ke depan. Umat Israel yang telah kembali dari pembuangan mengingat kehidupan mereka pada zaman Musa. Mereka mengingat kembali Allah yang telah melakukan banyak hal dalam hidup mereka.

– Mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya;
– Tangan-Nya yang agung menyertai Musa;

– Mereka mengalami peristiwa air terbelah;

– Mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi pasir;

– Mereka tidak tersandung seperti ternak yang turun kelembah.

Semuanya hal itu mereka alami karena Tuhan lakukannya untuk mereka. Allah menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati umat-Nya. Roh Tuhan memimpin dan membawa mereka ke tempat perhentian dan membuat agung nama Tuhan. Roh Tuhan yang telah berdiam di dalam diri umat-Nya telah melakukan peristiwa-peristiwa besar dalam hidup mereka.

Peristiwa-peristiwa besar itu dapat mereka alami karena Roh Kudus bekerja menuntun mereka memasuki kehidupan yang telah dijanjikan Allah. Roh Kudus menyertai Musa membawa umatNya dalam perjalanan yang berat dan melelahkan. Bukan Musa yang membuat peristiwa-peristiwa besar menyelamatkan mereka melainkan Roh Tuhan yang bekerja melakukannya.

Pada masa kini Roh Kudus diberikan Tuhan kepada semua orang yang percaya. Setiap orang yang telah menjadi milik Kristus Yesus, hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh.

Roh Kudus berbuah di dalam diri orang percaya sehingga setiap orang percaya memperoleh kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan dan penguasaan diri. Hal yang utama yang harus dipahami dan dihidupi setiap orang percaya adalah Roh Tuhan berbuah dan memimpin hidup setiap orang percaya.

Sembilan buah Roh itu bukan terjadi oleh karena usaha manusia tetapi oleh karena belas kasihan Allah dimana Roh Allah berbuah di dalam diri orang percaya. Bilamana Roh Allah  berbuah dalam diri orang percayaitu, maka setiap milik Kristus Yesus akan memperoleh kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan dan penguasaan diri.

Umat Israel telah mengalami peristiwa-peristiwa besar oleh Roh Kudus yang berdiam di dalam diri mereka. Mereka telah mengalami Roh Tuhan yang membebaskan mereka dari bangsa yang menjajah mereka. Mereka telah mengalami Roh Tuhan yang menuntun mereka memasuki tanah perjanjian.

Mereka juga mengalami Roh Tuhan yang membawa mereka kembali dari tanah pembuangan. Demikian juga kehidupan orang percaya yang hidup dalam Roh dan dipimpin oleh RohRoh Kudus membebaskan orang percaya dari perbuatan dagingRoh Kudus menuntun orang percaya untuk memperoleh buah-buah Roh. Roh Kudus berdiam dan bekerja serta berbuah di dalam diri setiap orang yang telah menjadi milik Kristus Yesus.

Setiap orang percaya yang telah menjadi milik Kristus Yesus telah membuka dirinya dipenuhi Roh Kudus. Roh Kudus menuntun dan bekerja dalam diri orang percaya sehingga Roh Kudus berbuah untuk orang percaya; di dalam diri orang percaya dan melalui orang percaya.

Seluruh umat manusia akan mengalami perbuatan-perbuatan Allah melalui kita milik Kristus Yesus. Pada saat Roh Kudus berbuah dalam diri orang yang telah menjadi Milik Kristus Yesus maka dunia ini dapat mengalami kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan dan penguasaan diri, sehingga dunia juga turut menikmati perhentian dalam damai. Amin.


Penulis adalah Kadep Koinonia HKBP

Click to comment

Tinggalkan Komentar

Baca juga...

Sorot Publik

PIRAMIDA.ID- Veronica Koman lahir di Medan, 14 Juni 1988; umur 31 tahun adalah seorang pengacara dan pegiat hak asasi manusia (HAM) asal Indonesia yang...

Pojokan

Tia Lestari Sidabutar* PIRAMIDA.ID- Dua bulan sudah aku berada di sini. Rasanya aku telah menyatu dengan segala hal di desa ini dan nama Tiga...

Dialektika

Zaprulkhan* PIRAMIDA.ID- Apakah makna cinta sejati? Menurut Thich Nhat Hanh, dalam karya cemerlangnya “True Love”, dalam perspektif Buddisme, harus ada empat unsur untuk memenuhi...

Sopolitika

 Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- “Sejumlah kecil orang yang memiliki energi lebih besar dari masyarakatnya yang letih. Memiliki kejernihan di tengah lautan kekeruhan pikiran di sekitarnya,...

Dialektika

Yudhie Haryono* PIRAMIDA.ID- Dalam salah satu tulisan yang sangat menyentuh, (almarhum) Arief Budiman menulis, ”Seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian. Mula-mula...

Dialektika

May Luther Dewanto Sinaga* PIRAMIDA.ID- Coronakrasi? Mungkin beberapa orang akan bertanya-tanya terkait kata itu. Apa maknanya? Kenapa muncul? Dan apa pentingnya membahas kata itu?...

Pojokan

PIRAMIDA.ID– Beberapa waktu lalu, jagat laman facebook, khususnya Sumatera Utara, digegerkan dengan viralnya video (dugaan) persekusi disertai pengrusakan yang dilakukan segerombolan orang dari FPI...

Dialektika

Fitzerald Kennedy Sitorus* PIRAMIDA.ID- Saya sedang menulis buku tentang metafisika pada Kant dan Hegel. Saya mengawali bagian tentang Kant dengan cerita tentang gaya hidupnya....