Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Juli 21, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEdukasi

Santri “Zaman Now” Berdakwah Tanpa ‘Berdakwah’

byRedaksi
23/10/2020
inEdukasi
98
SHARES
703
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Dalam era digital ini, banyak da’i muda lulusan pondok-pondok pesantren berdakwah dengan cara yang tidak tradisional. Umumnya, mereka menarget kaum muda agar lebih serius pada agama tanpa membuat mereka merengut.

Berdakwah diiringi musik, kerap dituding tidak serius. Berdakwah melibatkan komedian, dianggap nyeleneh. Berdakwah dengan menampilkan pemuda tersesat, menuai gelengan. Namun, bagi Husein Ja’far Al Hadar, semua adalah jalan dakwah, perkara serius yang ia tekuni dalam beberapa tahun ini.

“Misi dakwahnya justru dominan sebenarnya. Adapun canda yang dibawakan oleh stand-up komedian ataupun musik yang dibawakan oleh musisi-musisi yang saya ajak, itu hanya untuk mencairkan suasana dan untuk membuat delivery dakwahnya semakin mengena,” ujar pria berusia 32 tahun itu.

Husein Ja'far Al Hadar memilih lewat media digital dan media sosial. Ia juga aktif berdakwah bersama Majelis Lucu Indonesia dan Gerakan Islam Cinta. (Foto: Husein Ja'far Al Hadar/dokumen pribadi)
Husein Ja’far Al Hadar memilih lewat media digital dan media sosial. Ia juga aktif berdakwah bersama Majelis Lucu Indonesia dan Gerakan Islam Cinta. (Foto: Husein Ja’far Al Hadar/dokumen pribadi)

Husein mulai berdakwah lewat tulisan belasan tahun silam. Seiring berkurangnya minat baca pada media cetak, santri pondok pesantren tradisional Bangil, Jawa Timur itu, kemudian merambah media digital dan sosial.

Ia juga mengajak Majelis Lucu Indonesia, membuka panggung bagi pemuda tersesat, aktif dalam gerakan Islam Cinta, dan berdialog antaragama.

Gaya penyampaiannya yang tenang dan santai membuat anak muda, yang menurut Husein bukan pemuda masjid, berani mengajukan pertanyaan terkait Islam. Pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan diajukan kepada ustadz atau dalam majelis taklim.

Menurut Husein, di situlah ia merasa perlu ada. Kalau kemudian pemuda itu lebih serius beragama, dan mulai ke masjid, tugasnya beralih ke ustadz atau imam di masjid.

“Saya percaya bahwa dakwah kepada anak muda itu perlu disampaikan dengan cara yang sesuai dengan anak muda yaitu menyenangkan salah satunya,” ujar Husein.

Dakwah yang menyenangkan bagi anak muda juga menjadi pegangan Muchammad Yasir Arafat. Pemuda usia 28 tahun yang akrab dipanggil Aro ini mengelola “All About Santri”, disingkat “Ala Santri.” Ia memilih media sosial untuk memperkenalkan kehidupan sehari-hari santri, baik yang masih mondok maupun yang sudah lulus.

Dengan Ala Santri, pandangan miring banyak orang tentang santri, dan pondok pesantren berubah, kata Aro, yang sejak tingkat SD nyantri di Yayasan Ali Maksum di Krapyak, dekat Yogyakarta. Gaya dakwah Aro mengena sehingga banyak remaja yang mau menimba ilmu di pesantren atas keinginan sendiri. Bukan paksaan orangtua.

“Anak-anak yang mau masuk pesantren itu memang karena kemauannya sendiri. Dan itu, mereka lihat akun santri-santri itu. Akhirnya mereka ada keinginan untuk mondok di pesantren,” tuturnya

Ahmad Romzi adalah asisten staf khusus presiden dengan gugus tugas pondok pesantren. Ia lulusan ponpes dan kini menjabat direktur ponpes Al Shighor yang berbasis di Cirebon, tetapi tersebar di Lampung dan Kalimantan. Bidang dakwah yang ia geluti adalah menggerakkan semangat wirausaha secara Islami.

“Sekarang banyak pesantren yang memang concern-nya di-entrepreneurship (wirausaha), membekali santrinya dengan semangat entrepreneurship. Kita berharap ke depan santri bisa kuat secara ekonomi sehingga mendakwahkan agama bisa jauh lebih tenang,” papar Ahmad Romzi.

Romzi menambahkan, profesi santri ke depan juga tidak melulu bidang agama. Begitu keluar dari ponpes, santri sekarang menyebar ke berbagai penjuru dunia, menimba ilmu bukan saja ke kawasan Timur Tengah, tetapi juga ke negara-negara Barat, memungkinkan mereka memilih profesi yang paling diminati.

“Ada yang start business, ada yang mulai jual beli online. Ada yang fokus mengelola website, kasih pelatihan ke UMKM untuk bikin website, sekaligus jadi konsultan. Jadi, sekarang sudah keren-kerenlah santri,” kata Romzi.

Dengan profesi pilihan, santri-santri zaman now itu kemudian berdakwah. Tanpa harus berada di masjid atau majelis taklim, tanpa mengenakan baju koko atau jubah, dan tanpa kopiah, mereka berdakwah tanpa ‘berdakwah.’


Source: VOA Indonesia.

Tags:#dakwah#Islam#nusantara#toleran
Share39SendShare

Related Posts

Budaya Adat di Lingkungan Masyarakat Era Modern saat ini

15/11/2025

PIRAMIDA.ID-Dalam kehidupan Masyarakat era modern, budaya adat sering kali terpinggirkan oleh pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi pada saat ini....

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita

15/07/2025

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita Oleh: Edis Galingging Geliat sektor pariwisata pacu terus pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tampaknya...

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia

20/04/2025

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th.,S.H.,MAPS 1. Menghadapi Perang Dagang Global Perang...

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global

14/04/2025

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th., S.H., MAPS Kunjungan...

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

11/04/2025

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Refleksi Mahasiswa Kristen dalam Perspektif Alkitabiah Ditulis Oleh: Fawer...

Ekonomi Indonesia di Tengah Perang Dagang Global: Perspektif Alkitabiah dan Peran Mahasiswa Kristen

01/04/2025

Ekonomi Indonesia di Tengah Perang Dagang Global: Perspektif Alkitabiah dan Peran Mahasiswa Kristen Oleh: Fawer Full Fander Sihite.,S.Th.,S.H.,MAPS Perang dagang...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Ketua ILAJ: Mengapa Narasi yang Menyerang Febrie Dibiarkan, Sementara Pembelaan Berdasarkan Hukum Dipersoalkan?

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Tantang PWI Pusat: Jika Benar Berpihak pada Wartawan, Laporkan Perusahaan Media yang Tidak Memenuhi Hak-Hak Normatif Jurnalis

21/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Seluruh Jajaran Satgas PKH Layak Dianugerahi Bintang Mahaputera atas Jasa Luar Biasa Memulihkan Keuangan dan Aset Negara

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Apresiasi Kepemimpinan Satgas PKH: Sjafrie Sjamsoeddin, ST Burhanuddin, dan Febrie Adriansyah Berhasil Selamatkan Aset Negara Senilai Rp402,4 Triliun

18/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026

Populer

Berita

Tak Mau Bahas LKPD, Aktivis ingatkan Anggota DPRD bisa dilaporkan

15/07/2026
Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026
Berita

Kutip 275 Ribu Per siswa,Kepsek SMK 1 Jorlang Hataran Didesak Dicopot

16/12/2023
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber