Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Juni 4, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Tanpa Etika Dewan Perwakilan berubah menjadi Dewan perampok

Opini Oleh : Dian Sany Siagian

byCFT
29/08/2025
inBerita
98
SHARES
699
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Dalam falsafah hukum, Kita mengenal tingkatan hukum yang berawal dari nilai, asas, norma, dan undang-undang. Nilai yang merupakan hal atau sesuatu yang dianggap baik dalam kepentingan masyarakat. Asas merupkan prinsip dasar atau fundamental yang menjadi landasan. Kemudian, perlunya sebuah aturan yang mengakomodir kepentingan antar kelompok dalam masyarakat yang kita kenal dengan norma. Terahir, adalah undang undang, sebuah bentuk hukum tertulis yg dibuat oleh lembaga resmi.

Didalam konsepsi tersebut, etika berada pada tataran norma dan asas, dengan demikian posisi etika adalah jauh di atas hukum. Implikasinya, pelanggaran etika secara sosiologis mendapatkan celaan sama atau bahkan lebih dari pelanggaran hukum (baca: undang-undang)

Penulis setuju pada pandangan Jean-Jacque Rousseau  membedakan kepentingan itu ada dua, antara kepentingan masing-masing ( volonte de tous) dan kepentingan umum ( volonte Generale). Kepentingan masing-masing itu hanyalah kepentingan yang sama sekali tidak mencerminkan kepentingan kelompok, sebab sifatnya individual. Sedangkan kepentingan umum adalah kepentingan bersama yang mengarah pada kepentingan umum dan sifatnya bersama.

Kepentingan umum jelas menyangkut kepentingan bersama, akan adanya keamanan, kenyamanan dan keadilan.

poin tersebut dinilai serupa dengan paham “asli” perpolitikan Indonesia, yakni menciptakan masyarakat adil, makmur dan sejahtera.

Salah satu cara yang dinilai untuk mencapai masyarakat aman, makmur dan adil adalah dengan dibentuknya DPR-RI. (Baca: sejarah DPR)

DPR mengemban tugas dan fungsi yng diatur dalam UUD tahun 1945 hasiln amandemen, yakni sebagai lembaga pelaksana undang-undang, pelaksana dan pengawas terhadap pemerintah dan fungsi anggaran.  Hak- hak yang dimiliki DPR adalah hak budget, inisiatif, amandemen, serta wewenang menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) bersama pemerintah. Lembaga yng diharapkan penuh dengan norma dan etika dalam bekerja.

Fenomena yang cukup menarik perhatian saat ini adalah tindakan DPR dan pemerintah yang secara bersama-sama menyetujui beberapa kebijakan yang menyengsarakan rakyat, yakni:

1. Tunjangan fantasi DPR vs kondisi ekonomi nasional:

Rakyat mengamuk karena terungkap bahwa setiap anggota DPR menerima tunjangan rumah senilai Rp50 juta per bulan , di luar gaji pokok— jumlah ini dianggap sangat tinggi, terutama di tengah krisis ekonomi dan ketimpangan sosial.

2. Pemotongan anggaran & pajak ekstrem yang menekan masyarakat. 

Pemotongan anggaran secara agresif—terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur—dikombinasikan dengan kenaikan pajak (seperti PBB-P2 hingga ratusan persen di beberapa daerah), memicu kemarahan masyarakat. DPR RI disalahkan dalam isu pemotongan anggarankarena perannya seblembaga legislatif yang mempunyai kekuasaan besar dalam pengesahan kebijakan anggaran.

3. RUU ketenagakerjaan dinilai mandet di kondisi PHK massal dimana mana.

Buruh mendesak pembentukan Satgas PHK untuk menyatukan dan mencegah PHK massal. Mereka juga menuntut pengesahan RUU Ketenagakerjaan baru (baca: beritasatu.com)

Kaitan dengan tulisan ini terletak pada peran DPR sebagai perwakilan rakyat seakan akan berubah menjelma sebagai dewan penyengsara rakyat, perampok, sampai pembunuh rakyat. Bersemangat mengejar kantong rakyat, memajaki di setiap tikungan, tidak ada bebas pajak. Tidak ada lagi sisipan ‘Etika’ dalam mengeluarkan kebijakan.

___

Kini, masyarakat merasa kehilangan daya untuk bersuara. Mereka merasa tak punya pelindung. Para tokoh dan elit senayan yang seharusnya berdiri di barisan depan malah berkhianat dan menyengsarakan. Berusaha membungkam dan menghilangkan hak masyarakat dengan kekuasaan dan senjata yang ada.

Tak perlu penelitian yang rumit untuk menangkap kenyataan ini. DPR dalam momen ini memperkuat kesan bahwa mereka telah tercerabut dari denyut nadi rakyat. Berdiri sebagai penyeimbang kekuasaan, DPR justru terkesan menjadi bagian dari sistem yang menjadikannya tidak berpihak.

Diam adalah pilihan. Tapi dalam situasi ini, diamnya DPR ada—dan sejarah akan mencatatnya.

Hal negatif layaknya balon terus menerus membesar pada akhirnya meledak juga.

Massa aksi turun menyuarakan kekecewaan dan rasa bosan dikhianati. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi memicu gelombang aksi lanjutan sampai skala nasional maupun internasional.

Karena rasa bosan dan rasa kecewa yang meledak, masyarakat turun sebagai tanda marah.

Sebaiknya DPR RI hentikan ambisinya untuk mengeluarkan kebijakan yang berkepentingan pada kelompoknya saja, karena hanya akan menguras energi dan semakin menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat. DPR RI selaku bagian dari lembaga legislatif fokus kepada tugas dan fungsinya, salah satunya adalah mengawasi jalannya pemerintahan agar dapat berjalan sebagaimana mestinya bukan justru bermesraan dengan kekuasaan yang akhir-akhir ini semakin lalim, Semoga.

Share39SendShare

Related Posts

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026

PIRAMIDA.ID-Pematangsiantar — Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Sisingamangaraja Indonesia (FE USI) menilai tata kelola anggaran Pemerintah Kota Pematangsiantar masih belum...

Jakarta Bisa Kalahkan Sampah! Komrad Pancasila Puji Gebrakan Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta Lewat Gerakan Pilah Sampah

03/06/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Gerakan pemilahan sampah terpadu melalui program Jaga Jakarta Bersih dan Asri yang digagas Polda Metro Jaya...

Pancasila Bukan Hanya Seremonial: Saatnya Menjadi Etika Kekuasaan dan Jalan Keadilan Rakyat

01/06/2026

Peringatan Hari Lahir Pancasila selalu menghadirkan dua sisi sekaligus: penghormatan terhadap sejarah dan ujian terhadap kenyataan hari ini. Di satu...

KNPI Simalungun Apresiasi Pemkab Simalungun Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

31/05/2026

PIRAMIDA.ID – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Simalungun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Simalungun yang kembali berhasil mempertahankan...

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kabupaten Simalungun yang berhasil memperoleh...

Minta Publik Tidak Menghakimi Kajari Medan, Ketua ILAJ Sebut Ridwan Sujana Angsar Dikenal Berdedikasi Baik

30/05/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, mengajak seluruh pihak untuk menghormati asas praduga tak bersalah terkait...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026
Berita

Jakarta Bisa Kalahkan Sampah! Komrad Pancasila Puji Gebrakan Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta Lewat Gerakan Pilah Sampah

03/06/2026
Berita

Pancasila Bukan Hanya Seremonial: Saatnya Menjadi Etika Kekuasaan dan Jalan Keadilan Rakyat

01/06/2026
Berita

KNPI Simalungun Apresiasi Pemkab Simalungun Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

31/05/2026
Berita

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026
Berita

Minta Publik Tidak Menghakimi Kajari Medan, Ketua ILAJ Sebut Ridwan Sujana Angsar Dikenal Berdedikasi Baik

30/05/2026

Populer

Berita

Ketua ILAJ Fawer Sihite Minta Kapolres Simalungun & Kasat Reskrim Serius Tangani Dugaan Pungli PDAM Totap Majawa

26/05/2026
Berita

Penyidik Polsek Bandar Huluan Dinilai Lambat” PH Tegaskan: BAP Tersangka Adalah Hak, Bukan Pemberian

29/05/2026
Berita

Minta Publik Tidak Menghakimi Kajari Medan, Ketua ILAJ Sebut Ridwan Sujana Angsar Dikenal Berdedikasi Baik

30/05/2026
Berita

ILAJ Resmi Laporkan Camat, Sekcam & Bendahara Kecamatan Tapian Dolok ke Kejari Simalungun Atas Dugaan Korupsi Anggaran Tahun 2023

26/05/2026
Berita

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026
Pojokan

Pesan Tersembunyi Ki Narto Sabdo Dalam Lagu Kelinci Ucul

23/09/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber