Connect with us

Masukkan kata pencarian...

Ekologi

Webinar PP PMKRI: Program Food Estate jangan Sampai Rusak Keseimbangan Ekologis

PIRAMIDA.ID- Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PP PMKRI) mengadakan Webinar dengan mengangkat topik ‘Food Estate dan Ancaman Ketahanan Pangan’ pada Sabtu, 13 Maret 2020.

Adapun yang menjadi narasumber dalam webinar ini, yakni Panutan S. Sulendrakusuma selaku Deputi III Kantor Staf Presiden yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Prof. Bustanul Arifin; Arie Rompas perwakilan Greenpeace Indonesia; Laksmi Savitri selaku Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gajah Mada; dan Djarot Saiful Hidayat selaku Anggota DPR RI yang berhalangan hadir.

Webinar ini diawali dengan kata sambutan dari Benidiktus Papa selaku Ketua Presidium PP PMKRI. Dalam sambutan ia menyampaikan, proyek food estate ini harus menjadi perhatian kita bersama karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, perlu dipikirkan kembali terkaia dampak yang nantinya akan terjadi.

“Ada beberapa catatan yang harus disampaikan. Pertama, bagaimana potensi lahan food estate yang menggunakan lahan gambut? Mengingat kerusakan lahan gambut di era Orde Baru. Kedua, ancaman kerugian negara. Pengalokasian dana yang begitu besar di tengah pandemi akan menjadi sesuatu yang riskan. Ketiga, bagaimana stabilitas terhadap tanaman endemik dan kerusakan lingkungan, sebab persoalan lingkungan hidup menjadi persoalan yang pelik di beberapa daerah seperti di kalimantan. keempat, bagaimana dengan pelibatan petani-petani lokal dan penguasaan tunggal terhadap lahan petani,” demikian ia sampaikan dalam sambutannya.

Prof. Bustanul Arifin mengatakan, program food estate merupakan program strategis nasional yang melibatkan lintas kementerian. Di mana konsepnya menjadi lumbung pangan strategis untuk memenuhi cadangan pangan dan apabila memungkinkan akan dilakukan eskpor.

Food estate padi di Kalimantan Tengah mencapai 165.000 hektar. Terdapat beberapa hal dalam rekomendasi kebijakan ke depan di antaranya, rekayasa sosial dan kelembagaan, integrasi dan pengembangan kualitas SDM petani setempat.

Laksmi Savitri dalam materinya menyampaikan, masalah utama ketahanan pangan pada pandemi Covid-19 ialah rantai pasok pangan yang panjang bukan ketersedian produk.

“Rasionalitas pasar menjadi sangat dominan, rasionalitas pasar jugalah yang bisa menjelaskan kenapa ada impor pangan di tengah musim panen, dan rasionalitas pasar juga lah yang membuat kenapa terjadi pembukaan hutan. Berdasarkan ini juga kita bisa melihat Indonesia belum mampu membangun sistem pangan sendiri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, hal yang dapat kita lakukan dalam memperbaiki sistem pangan kita, yakni menghindari dampak-dampak termaksud, memampukan fasilitator desa yang berfungsi sebagai mata dan telinga negara yang peka, sekaligus penyambung lidah warga desa, agar perubahan masih berada dalam rentang kendali dan aspirasi masyarakat pedesaan sendiri, memungkin para pengambil kebijakan untuk menjadikan kerja lapangan, mendengar, dan dialog langsung sebagai prosedur standar untuk menciptakan mekanisme teknokrasi yang berpihak, dan memperpendek rantai pasok pangan dengan mengembangkan pangan lokal, sehat, dan berkeadilan.

Arie Rompas menyampaikan, program food estate yang dicanangkan Jokowi tidak belajar dari kegagalan yang pernah dilakukan oleh orde baru dan di masa Susilo Bambang Yudhoyona di mana pola yang dilakukan juga hampir sama.

“Kita bisa meilihat bagaimana hari ini hutan Kalimantan sudah mulai dirambah demi perluas lahan food estate. Hutan yang seharusnya menjaga keseimbangan ekologis pasti akan terganggu dengan hal ini. Kita perlu mengubah secara radikal sistem pangan kita yang lebih mengarah kepada sistem kerakyatan agar masa depan masyarakat kita dapat lebih terjamin dan keberlangsungan alam tetap dapat terjaga,” pungkasnya.(*)

Click to comment

Tinggalkan Komentar

Baca juga...

Sorot Publik

PIRAMIDA.ID- Veronica Koman lahir di Medan, 14 Juni 1988; umur 31 tahun adalah seorang pengacara dan pegiat hak asasi manusia (HAM) asal Indonesia yang...

Pojokan

Tia Lestari Sidabutar* PIRAMIDA.ID- Dua bulan sudah aku berada di sini. Rasanya aku telah menyatu dengan segala hal di desa ini dan nama Tiga...

Dialektika

Zaprulkhan* PIRAMIDA.ID- Apakah makna cinta sejati? Menurut Thich Nhat Hanh, dalam karya cemerlangnya “True Love”, dalam perspektif Buddisme, harus ada empat unsur untuk memenuhi...

Sopolitika

 Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- “Sejumlah kecil orang yang memiliki energi lebih besar dari masyarakatnya yang letih. Memiliki kejernihan di tengah lautan kekeruhan pikiran di sekitarnya,...

Dialektika

Yudhie Haryono* PIRAMIDA.ID- Dalam salah satu tulisan yang sangat menyentuh, (almarhum) Arief Budiman menulis, ”Seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian. Mula-mula...

Dialektika

May Luther Dewanto Sinaga* PIRAMIDA.ID- Coronakrasi? Mungkin beberapa orang akan bertanya-tanya terkait kata itu. Apa maknanya? Kenapa muncul? Dan apa pentingnya membahas kata itu?...

Pojokan

PIRAMIDA.ID– Beberapa waktu lalu, jagat laman facebook, khususnya Sumatera Utara, digegerkan dengan viralnya video (dugaan) persekusi disertai pengrusakan yang dilakukan segerombolan orang dari FPI...

Dialektika

Fitzerald Kennedy Sitorus* PIRAMIDA.ID- Saya sedang menulis buku tentang metafisika pada Kant dan Hegel. Saya mengawali bagian tentang Kant dengan cerita tentang gaya hidupnya....