Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, September 9, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Mengapa Kaum Muda Kesulitan Membeli Rumah di Jakarta

byRedaksi
23/12/2020
inDialektika
98
SHARES
703
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Anak muda yang masih meniti karir tentu mempunyai penghasilan yang terbatas, ini tentunya menjadi kesulitan dalam hal membeli rumah khususnya di ibu kota Jakarta yang sudah terlampau mahal.

Survei kami menemukan bahwa harga rumah yang tidak terjangkau dan pendapatan yang tidak mencukupi adalah dua hambatan utama yang menghalangi kaum dewasa muda di Jakarta untuk memiliki rumah.

Tantangan kaum muda untuk memiliki rumah

Berdasarkan survei yang kami lakukan kepada 99 orang di Jakarta berusia diantara 25 sampai 30 tahun, menikah dan menjadi orang tua adalah dua alasan utama yang mendorong dewasa muda di Jakarta untuk memiliki rumah. Sedangkan membeli rumah sebagai bukti pencapaian kesuksesan dalam berkarier merupakan pendorong yang paling tidak penting.

Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan rumah lebih didorong oleh faktor pribadi yaitu untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga dari pada berkaitan dengan harga diri atau pencapaian status sosial.

Sayangnya, untuk memenuhi kebutuhan dasar ini tidaklah mudah bagi kaum dewasa muda.

Terbatasnya pasokan tanah dan perumahan, ditambah dengan kenaikan jumlah penduduk, mengakibatkan harga rumah di Jakarta meningkat sehingga tantangan kepemilikan rumah menjadi semakin tinggi.

Menurut data terbaru di tahun 2019, rata-rata tingkat kepemilikan rumah di Indonesia cukup tinggi yaitu 80.07%. Namun, tingkat kepemilikan rumah di Jakarta hanya 48,33%.

Rasio ini adalah yang paling rendah jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Indonesia, seperti di provinsi Banten dan Jawa Barat yang memiliki persentase diatas 80%. Jika tidak diatasi, hal ini berpotensi menimbulkan lebih banyak masalah sosial dan ekonomi.

Urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota yang pesat karena faktor ekonomi dan politik menyebabkan Jakarta menjelma menjadi megacity atau kota dengan lebih dari 10 juta penduduk.

Alhasil, Jakarta memiliki kepadatan penduduk tertinggi dengan 16.704 jiwa per kilometer persegi atau setara dengan 118 kali lipat bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk Indonesia yang hanya 141 jiwa per kilometer persegi hasil proyeksi penduduk tahun 2020 dibagi dengan luas daratan Indonesia.

Sesuai dengan hukum permintaan dan persediaan maka ketersediaan rumah yang sedikit berbanding dengan permintaan yang banyak menyebabkan harga rumah menjadi mahal di Jakarta.

Menurut data Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, menunjukkan harga tanah yang mempengaruhi harga rumah di Jakarta setiap tahun mengalami kenaikan sekitar 18%.

Tentunya jumlah pendapatan mempunyai peran penting bagi orang untuk memiliki rumah. Tanpa dukungan dari keluarga atau kerabat, kepemilikan rumah menjadi tantangan yang sulit dilalui oleh banyak kaum muda.

Responden survei kami menerima gaji antara Rp 5 sampai 10 juta per bulannya, sedangkan harga rata-rata rumah di Jakarta mencapai Rp14,5 juta per meter diikuti dengan wilayah Tangerang yang mencapai Rp13,5 juta per meter pada tahun lalu.

Ini berarti rumah berukuran 30 meter persegi setidaknya akan berharga Rp 435 juta dan dengan uang muka 20% atau Rp 87 juta. Jika yang bergaji Rp 5 juta/bulan menyisihkan 30% penghasilannya atau Rp 1.5 juta/bulan, maka mereka harus menabung hampir lima tahun hanya untuk uang muka saja.

Ini pun dengan asumsi tidak ada kenaikan harga rumah yang besar setiap tahunnya, yang tentunya tidak akan terjadi. Pada triwulan kedua tahun lalu saja kenaikan harga rumah di Jakarta mencapai 2%.

Keadaan ini tentunya sangat tidak kondusif bagi kaum muda untuk memiliki rumah.

Bank Dunia juga pernah melaporkan adanya penundaan yang signifikan dalam hal kepemilikan rumah bagi warga Indonesia berusia antara 30 dan 45 tahun.

Fakta ini diperkuat dengan penelitian yang menyebutkan bahwa ketidakmampuan dewasa muda untuk membeli rumah akan menjadi tantangan untuk mengentaskan masalah sosial dan ekonomi yang semakin serius di masa depan.

Tantangan lain yang dikemukakan oleh responden kami adalah pasokan rumah yang terbatas, kredit bank yang tidak terjangkau, uang muka yang terlalu besar, dan kepemilikan hutang.

Solusi yang bisa dilakukan

Pemerintah dan sektor swasta memiliki peran yang sangat penting untuk membantu dewasa muda mengakses kepemilikan rumah.

Peningkatan pasokan perumahan yang terjangkau melalui intervensi pemerintah adalah salah satu solusi yang paling memungkinkan saat ini.

Karena jumlah lahan yang terbatas di Jakarta, satu-satunya cara untuk menambah pasokan rumah adalah dengan membangun ke atas dengan rumah susun atau apartemen.

Pemerintah daerah perlu memperbaharui master plan Jakarta, termasuk Koefisiensi Lantai Bangunan (KLB) atau angka persentase perbandingan antara jumlah seluruh luas lantai bangunan yang dapat dibangun dengan luas lahan, untuk mengakomodasi kepadatan penduduk yang lebih tinggi sehingga konstruksi bangunan tinggi sebagai tempat tinggal bisa diperbanyak.

Pemerintah kemudian perlu bekerja sama dengan sektor swasta dengan memberikan insentif dan kemudahan perizinan sehingga pasokan rumah dengan harga terjangkau bisa ditingkatkan secara bertahap.

Dengan penerapan solusi ini, diharapkan akan ada semakin banyak kaum muda di Jakarta yang mampu membeli rumah untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.(*)


Source: The Conversation.

Tags:#Jakarta#milenial#properti#urban
Share39SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

DITENGAH ANCAMAN KARHUTLA, DPD GMNI SOROTI DUGAAN PELANGGARAN LAHAN HCV PT LONSUM ! SERUKAN KEBERLANJUTAN EKOLOGIS SUMATERA UTARA.

08/09/2026
Berita

PMKRI Cabang Pematangsiantar Gelar Camping Rohani 2026: Perkuat Iman Orang Muda dan Komitmen Ekowisata Melalui Penanaman Pohon

08/09/2026
Berita

4 Terdakwa Pembunuh Calon LC dituntut Hukuman Mati, Utusan Sarumaha Kaget dan Sebut Kliennya Tidak Sejajar dengan Terdakwa lain

07/09/2026
Berita

Think Talk: RUU Perampasan Aset Jangan Hanya Dikejar untuk Disahkan

07/09/2026
Berita

Diduga Terjadi Tindakan Represif terhadap Warga; Mahasiswa Kecam Keras Sikap Subkontraktor BP Batam

07/09/2026
Berita

Pelantikan IPM Kids SD Muhammadiyah 03 Pematangsiantar, Cetak Kader Muda Berkarakter dan Berilmu

05/09/2026

Populer

Berita

4 Terdakwa Pembunuh Calon LC dituntut Hukuman Mati, Utusan Sarumaha Kaget dan Sebut Kliennya Tidak Sejajar dengan Terdakwa lain

07/09/2026
Berita

Diduga Terjadi Tindakan Represif terhadap Warga; Mahasiswa Kecam Keras Sikap Subkontraktor BP Batam

07/09/2026
Berita

DITENGAH ANCAMAN KARHUTLA, DPD GMNI SOROTI DUGAAN PELANGGARAN LAHAN HCV PT LONSUM ! SERUKAN KEBERLANJUTAN EKOLOGIS SUMATERA UTARA.

08/09/2026
Berita

Think Talk: RUU Perampasan Aset Jangan Hanya Dikejar untuk Disahkan

07/09/2026
Berita

Pelantikan IPM Kids SD Muhammadiyah 03 Pematangsiantar, Cetak Kader Muda Berkarakter dan Berilmu

05/09/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber