Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Tanggung Jawab Batak ke Kawasan Danau Toba

byRedaksi
25/02/2021
inDialektika
99
SHARES
708
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Thompson Hs

PIRAMIDA.ID- Saya termasuk orang yang menunggu siapa yang akan diangkat menjadi ketua badan otorita kawasan danau toba? Apakah dari orang Batak atau non-Batak? Mungkin saya terlalu sederhana kalau bicara Batak dan non-Batak sebagaimana umumnya di Indonesia bisa bicara Muslim dan non-Muslim.

Di negara ini nyatanya diperlukan dikotomi seperti itu agar dapat ditangkap mana yang utama mana yang kedua dari sudut mayoritas-minoritas.

Contoh model pemimpin juga di negara ini dipengaruhi persepsi dari dikotomi seperti itu kalau tidak jadi bulan-bulanan berbagai jebakan batman. Namun minoritas juga dapat mengeluh dan berteriak seperti waktu Presiden Jokowi di awal pemerintahannya tidak langsung mengangkat asli Batak untuk kabinet menteri.

Melalui omongan di media sosial dan informal orang Batak mendambakan ada menteri dari orang Batak. Kita lihat dambaan itu sudah terwujud dan kawasan Danau Toba menjadi perhatian kebijakan negara atau pemerintah pusat.

Di kawasan DanauToba mayoritas yang menduduki jumlah penting adalah orang Batak, sudah termasuk orang-orang yang terkadang mengaku Batak atau tidak. Selain mayoritas Batak, mayoritas Kristen ada di Kawasan Danau Toba. Namun saya ingin bicara tentang tanggung jawab orang Batak untuk kawasan Danau Toba.

Orang-orang Batak yang belum tercerabut dari adat dan budayanya sudah tentu memiliki tanggung jawab itu. Dalam adat dan budaya orang Batak hidup dengan berbagai kebiasaan dan tradisi.

Kebiasaan menggunakan bahasanya sendiri misalnya masih berlaku, meskipun dalam komunikasi dengan pemerintah lokal sekawasan kemungkinan potensi bahasa itu bisa lama-kelamaan hilang karena sistem pewarisannya ke generasi baru dihalangi perkembangan pengaruh yang semakin berlomba masuk ke Kawasan Danau Toba.

Tanggung jawab meneruskan bahasa-bahasa Batak merupakan poin utama bagi orang Batak yang belum tercerabut dari adat dan budaya.

Tanggung jawab berikutnya tentu saja menyangkut wilayah. Batak selain mayoritas di Kawasan Danau Toba sudah lama ada di sana. Pusat adat dan budaya orang Batak termasuk Kawasan Danau Toba. Benturan kebijakan atas adat dan budaya harus diperhatikan dari berbagai intervensi kolonial, misionaris, dan pemerintah Indonesia.

Kedaulatan adat dan budaya itu harus ditegakkan kembali oleh orang-orang Batak yang tidak ingin menghancurkan akarnya di Tanah Batak atau Kawasan Danau Toba.

Dalam waktu dekat migrasi manusia akan terjadi ke kawasan Danau Toba untuk urusan pariwisata. Orang-orang Batak yang mengerti pengaruh pariwisata ke dalam perubahan adat dan budaya juga harus memiliki tanggung jawab moral.

Tidak ada salahnya pemerintah lokal dan pusat untuk mendengar lebih banyak orang-orang Batak yang belum meninggalkan adat dan budayanya dibandingkan dengan yang sudah meninggalkan. Maksud saya dengan pernyataan itu untuk melihat lebih jujur soal keseriusan mereka untuk meneruskan dan menjalankan praktik adat dan budaya itu.

Tanggung jawab lainnya dari orang Batak yang ada di pemerintahan jangan menciutkan persoalan adat dan budaya sebatas kepentingan pariwisata dan kordinasi kepentingan ekonomi moneter. Orang Batak yang ada di pemerintahan memiliki masanya dan pada suatu saat akan kembali ke ruang adat dan budaya kalau memang mengaku sebagai bagian.

Saya agak ragu karena partisipasi masyarakat adat dan budaya untuk perhatian baru ke Danau Toba hanya berlangsung secara seremonial. Orang Batak di Kawasan Danau Toba masih dianggap harus diatur dulu baru bisa tertib karena peraturan adat dan budaya semakin direlatifkan oleh berbagai kebijakan non-adat dan non-budaya.

Masa depan Kawasan Danau Toba akan tetap dijiwai oleh adat dan budaya, kecuali masa depannya memang ingin diadakan pada posisi baru dari dikotomi non-Batak dan Batak.(*)


Penulis adalah Penerima Penghargaan Kebudayaan dari Kemendikbud RI pada September 2016 dan terlibat dalam Tim Kreatif Presiden untuk Acara Karnaval Kemerdekaan Danau Toba pada Agustus 2016.

Tags:#Batak#kawasantoba#tanggungjawab
Share40SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

RDPU di Komisi IV Telah Menyatakan Playgroup Djuwita Legal Dan Layak Beroperasi, Serta Minta Publik Suportif

12/08/2026
Berita

KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN SIANTAR UTARA DAN BPN-ATR LAKUKAN PERCEPATAN PENERBITAN E-Sertifikat Wakaf

11/08/2026
Berita

Dugaan Malpraktik Yang Tewaskan Dewi Sitinjak di RS Awal Bros Batam

10/08/2026
Berita

Vonis Ringan PN Batam Terhadap Bos Mega Mall, Kejari Batam Pikir-Pikir Namun Kejati Kepri Akan Banding. Ada apa?

08/08/2026
Berita

Bos Mega Mall, Bowie Jonatan Dihukum 2 Bulan 25 Hari, Kajari dan Kasintel Kejari Batam Bungkam Seribu Bahasa

08/08/2026
Berita

Terdakwa Kim Dong Gyun Tidak Ditahan Dan Hanya Dituntut 1 Tahun 6 Bulan oleh JPU Kejari Batam, Dalam Kasus Ledakan Kapal di PT ASL

07/08/2026

Populer

Berita

Pasca RDPU Dengan DPRD Kota Batam, LBH No Viral No Justice Sebut Orang Kristen Mudah Pindah Agama

06/08/2026
Berita

Dugaan Malpraktik Yang Tewaskan Dewi Sitinjak di RS Awal Bros Batam

10/08/2026
Berita

Bos Mega Mall, Bowie Jonatan Dihukum 2 Bulan 25 Hari, Kajari dan Kasintel Kejari Batam Bungkam Seribu Bahasa

08/08/2026
Berita

Vonis Ringan PN Batam Terhadap Bos Mega Mall, Kejari Batam Pikir-Pikir Namun Kejati Kepri Akan Banding. Ada apa?

08/08/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN SIANTAR UTARA DAN BPN-ATR LAKUKAN PERCEPATAN PENERBITAN E-Sertifikat Wakaf

11/08/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber